
Setelah selesai melakukan transfusi darah, Danu kembali menghampiri dokter yang kini sudah berada di ruangannya.
Dengan perlahan Danu mengetuk pintu ruangan dokter.
"Masuk" ucap dokter dari dalam ruangannya.
Danu membuka pintu, kemudian masuk.
Dokter melihat siapa yang masuk, langsung berdiri mempersilahkan nya untuk masuk.
" Ah mari Pak, kebetulan ada yang ingin saya bicarakan tentang istri bapak" ucap dokter mempersilahkan Danu duduk.
"Kenapa dengan Istri saya Dok, tidak ada hal yang serius kan?" tanya Danu , kini mulai bertanya-tanya dalam hati.
"Begini Pak, karena kecelakaan yang dialami istri Anda, tidak hanya membuatnya kehilangan banyak darah, tapi juga mengalami cedera di kedua kakinya, dan mungkin itu akan membuat istri Anda tidak bisa berjalan dengan normal", ucap dokter menjelaskan.
"Tapi Dok, apa istri saya bisa disembuhkan?"
"Anda jangan khawatir Pak, ini hanya bersifat sementara, sama sekali tidak permanen, selagi mendapat perawatan yang tepat serta pengobatan yang rutin, pasti akan bisa membantu istri Anda segera pulih", ucap dokter kembali menjelaskan.
Danu lega mendengar penjelasan dari dokter, namun membayangkan saja Istrinya terbaring tak berdaya, hatinya merasa sakit.
"Anda bisa menemui istri Anda nanti saat sudah dipindahkan ke ruang perawatan" ucap dokter lagi.
__ADS_1
"Baik Dok terimakasih, saya permisi dulu Dok".
"sama-sama Pak, silahkan".
.
.
.
"Bagaimana Nak, apa kata dokter" tanya Pak Adi, menghampiri putranya, yang terlihat gusar.
"Alisa mengalami cidera Pa dikedua kakinya, jadi mungkin Alisa tidak bisa berjalan dengan mormal, tapi kata dokter ini hanya bersifat sementara" jawab Danu menundukkan kepalanya.
"Kamu yang sabar ya Nak" ucap Pak Adi mengusap bahu putranya.
Rere dan Dina menghampiri Danu hendak berpamitan pulang, sekaligus ingin bertanya keadaan Alisa.
"Mas, bagaimana keadaan Alisa?" tanya Rere.
"Alisa mengalami cidera dikedua kakinya, dan mungkin akan membuatnya sulit berjalan dengan normal"
Rere dan Dina sedikit kaget mendengarnya, " yang sabar ya Mas, kami doakan yang terbaik untuk Alisa" ucap Dina.
__ADS_1
"Iya, terimakasih atas perhatiannya untuk istri saya"
"Iya Mas, sama-sama, kalau begitu kami permisi pamit pulang dulu ya Mas, tapi besok kita akan balik lagi ke sini.
"Iya, sekali lagi terimakasih, sudah mau mengunjungi istri saya, dan kalian hati-hati dijalan".
....
Beberapa saat kemudian, Alisa sudah dipindahkan ke ruang perawatan, namun Alisa masih belum juga sadarkan diri.
Danu dan orang tuanya serta mertuanya, masuk kedalam ruang perawatan untuk melihat Alisa. lagi-lagi Mama Alisa tidak bisa menahan tangisnya melihat Alisa dengan kondisi yang sangat memprihatikan. terpasang alat bantu pernapasan dan jarum infus yang tertancap ditangan kirinya, kepala serta kaki yang diperban.
"Sus, kenapa istri saya belum sadarkan diri juga?" tanya Danu pada suster yang sedang mengecek kondisi Alisa.
"Ini karena pengaruh obat Pak, bapak jangan khawatir, nanti kalau pengaruh obat nya sudah habis, pasti istri bapak akan segera sadar" jawab suster menjelaskan.
"Oh begitu ya Sus".
"Iya Pak".
Satu jam sudah semenjak Alisa dipindahkan keruang perawatan yang elite, ruangan yang khusus Danu minta dari pihak rumah sakit untuk Istrinya.
"Pa Ma, kalau Papa dan Mama mau pulang gak apa-apa, biar Danu disini yang menemani Alisa, pasti Mama dan Papa juga lelah" ucap danu kepada kedua orangtuanya dan Mertuanya.
__ADS_1
"Baiklah Nak, kabari kami apapun tentang Alisa, Papa dan Mama pulang dulu, besok kami pasti akan datang lagi", ucap Pak Adi lebih dulu berpamitan karena khawatir dengan kondisi Istrinya, dan Danu yang sudah tau dengan keadaan Mama nya pun mengerti.
....