Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 88


__ADS_3

Dan


Seiring langkah Danu mendekatinya, wanita yang duduk di sofa itu seakan memancingnya dengan senyuman jail nya.


Tatapan pria yang dulu selalu tidak pernah mendapatkan jatahnya itu sekarang terlihat begitu percaya diri bahwa sekarang dia benar-benar akan mendapatkan apa yang dulu tidak pernah dia dapatkan dari wanita yang sekarang duduk dengan santainya di sofa ruangannya sambil terus tersenyum jail kepadanya.


Sementara si wanita dengan senyum jail nya itu dia sudah bersiap ancang-ancang dengan seribu bayangan nya menghilang dari ruangan itu, jika pria yang sudah menjadi mantan suami sekaligus calon suaminya itu benar-benar kehilangan akal dan benar-benar akan melahap nya di ruangan itu.


Semakin dekat dan semakin yakin jika wanita yang duduk santai dengan senyuman jail nya itu tidak akan bisa lolos lagi darinya kali ini.


Dan... Sekarang Danu pun berhasil.


Dia sudah duduk dihadapan wanitanya itu dan memegangi kedua bahu nya, sementara si wanita masih dengan santainya tersenyum pada pria yang sudah tidak bisa dikondisikan lagi tatapan nya yang menatap wanitanya dengan liar.


Namun percayalah, dibalik senyumannya itu Alisa tengah berfikir keras bagaimana caranya bisa kabur dari ruangan itu.


Sementara si pria seperti benar-benar sudah mulai kehilangan akal sehatnya, dia mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dengan wanitanya hingga jarak pandang kedua hanya beberapa centimeter.


Bohong kalau Alisa tidak deg-degan dengan apa yang terjadi sekarang, namun dengan cepat Alisa menormalkan pikiran nya. Kalau tidak, pernikahan mewah yang diharapkan nya akan berubah menjadi nikah dadakan.


"Ya ampun Alisa, dulu saja kau selalu berhasil menghindari pria ini tapi apa yang kau lakukan sekarang. Oh tidak, ini tidak bisa dibiarkan" Ucap Alisa bermonolog dalam hatinya.


Sementara Danu terus menatap Alisa lalu fokus pada bibir ranum wanitanya yang dulu pernah dia cium dengan paksa.


Dan Alisa sekarang sudah menemukan ide untuk kabur dari pria yang sudah kehilangan akal itu.


"Apa lihat-lihat? Mau cium?" Ucap Alisa dengan masih senyum jail nya.


"Apa boleh?" Tanya Danu dengan suara parau menahan sesuatu yang entah kenapa tiba-tiba muncul.


"Tentu saja boleh" Jawab Alisa meyakinkan.


"Sungguh" Danu bagai sedang berada di atas awan sekarang.


"Iya, tapi kau harus memejamkan matamu dulu"


"Bagaimana aku bisa mencium mu kalau aku memejamkan mataku"


Kala berciuman tapi tidak menutup mata itu namanya tidak romantis"


"Hah, apa benar begitu"


"Iya, ayo sekarang pejamkan matamu"


"Baiklah, sekarang aku akan memejamkan mataku" Danu pun dengan bodohnya menuruti Alisa untuk memejamkan matanya. Dia tidak tau kalau itu hanya akal-akalan si wanita untuk kabur darinya. "Nih udah, sekarang ayo cium" Danu pun sedikit memajukan bibirnya bersiap untuk di cium.


Dengan tanpa suara Alisa berusaha menahan tawanya melihat kebodohan pria dihadapannya itu.


"Eh lepaskan juga tangan ku"


"Oh iya" Danu juga menurut untuk melepaskan tangan Alisa dengan mata terpejam.


"Ok siap kan, aku hitung sampai lima ya kalau sudah hitungan kelima kamu langsung maju saja ok"

__ADS_1


"Oke" Jawab Danu antusias, sungguh dia sekarang sudah seperti anak kecil yang sedang dibodohi.


Alisa pun mulai menghitung dengan pelan dia juga mulai melangkah menjauhi pria bodoh itu yang mau mau nya saja menurutinya untuk memejamkan mata.


satu... Alisa sudah berdiri dari sofa yang di duduki nya.


Dua... Alisa membalikkan badannya ke arah pintu.


Tiga... Alisa mulai melangkah.


Empat... Alisa sudah berada di depan pintu.


Lima... Brukkkk...


Danu yang terkejut mendengar suara pintu yang ditutup dengan keras pun segera membuka matanya dan.....


"Ya ampun Alisa, kau menipuku rupanya ya. Awas saja kau nanti"


"Astaghfirullah Danu, apa yang sudah kau lakukan? Ya Allah ampunilah kekhilafan ku" Danu mengelus dadanya sendiri karena sadar yang dilakukannya tadi tidaklah benar, dan beruntung saja wanitanya itu menipunya. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi.


"Alisa, kau benar-benar sudah membuatku gila"


.


.


.


"Apa ini? Tidak mungkin secepat ini aku jatuh cinta dengan pria bodoh itu"


Dan Merisa yang melihat itu menjadi lebih penasaran dengan apa sebenarnya hubungan anak magang itu dengan bos nya.


Yah Merisa memang belum tau siapa Alisa dan apa hubungannya dengan bos nya itu.


Karena dulu waktu Alisa masih menjadi istri bos nya itu Merisa tidak pernah bertemu dengan nya, hingga kabar perceraian itu membuat Merisa semakin memantapkan perasaannya pada bos nya.


Alisa pun kembali menuju dimana kedua temannya berada.


.


.


.


"Eh kenapa Lo kayak abis di kejar anjing gitu?" Tanya Rere yang melihat Alisa sedikit tersengal-sengal.


"Bukan di kejar anjing, tapi hampir di gigit anjing" Jawab Alisa sambil menarik kursi lalu duduk.


"Hampir di gigit anjing?" Dina tampak berfikir. "Anjing berdasi maksud Lo?"


"Eh" Alisa terkejut mendengar ucapan temannya itu.


Rere dan Dina pun tertawa terbahak-bahak karena yakin tebakannya itu benar, kalau temannya itu hampir di gigit anjing berdasi yang tak lain adalah calon suami temannya sekaligus bos di perusahaan tempat mereka magang.

__ADS_1


"Ya ampun, parah si mas Danu itu belum apa-apa sudah mau main gigit aja" ucap Dina yang memegang perutnya yang sudah terasa keram akibat tertawa.


"Terus Lo kabur gitu Sa, sama seperti kayak yang dulu-dulu" Timpal Rere yang juga sudah mulai keram perutnya.


"Sialan kalian berdua" Alisa pun pergi karena terus di tertawaan oleh kedua temannya itu.


Dan disela-sela langkahnya, Alisa terus menggerutu hingga dia tidak melihat orang yang lewat didepan nya dan kemudian....


Brukkkk...


"Ya ampun, gak liat apa sih ada orang lewat" Alisa memarahi orang yang baru saja di tabrak nya.


"Maaf" Ucap Dimas lalu berjongkok memungut berkas-berkas yang berserakan di lantai tanpa melihat siapa yang menabraknya.


Setelah memungut semua berkas-berkas nya, Dimas pun berdiri menatap orang yang menabraknya.


"Oh jadi kamu yang sudah menabrak aku, bukannya minta maaf malah memarahi saya"


"Maaf" Ucap Alisa lalu hendak melanjutkan langkahnya, tapi Dimas malah menarik tangannya.


"Heh jangan kurang ajar ya, aku kan sudah minta maaf tadi"


"Iya, tapi bukan begitu caranya minta maaf"


"Terus bagaimana?"


"Em.." Dimas berpikir sejenak, sepertinya benar kata temanya. Alisa sudah mulai menarik perhatiannya.


"Bagaimana kalau kamu menemani aku makan siang"


"Hah!" Alisa terkekeh. "Gak usah berlebihan ya, kan aku sudah minta maaf tadi."


Alisa pun pergi meninggalkan Dimas yang tengah senyum-senyum menatap kepergiannya.


"Wanita yang unik, menarik" Dimas pun juga kembali melanjutkan langkahnya menuju meja sekertaris bos nya.


.


.


.


.


.


.


#PROMO!!!!


Yuk intip intip, kepoin visual novel kedua aku. Setelah yang ini tamat, aku lanjut yang kedua. Disitu aku baru setor visual nya dulu.


__ADS_1


__ADS_2