
"Apa kamu sudah memikirkannya dengan matang nak? Papa hanya tidak mau yang dulu terulang lagi."
"Maksud papa?" Alisa bingung dengan pertanyaan papa nya.
"Apa kamu sudah yakin menerima Danu sebagai suamimu lagi?" Kalau kamu masih ragu lebih baik dibatalkan dari awal dari pada kamu kembali seperti dulu, sungguh nak papa tidak mau itu terulang lagi." ucap pak Herman menjelaskan maksud nya.
Alisa tersenyum, jadi karena itu papa nya pagi-pagi sekali datang berkunjung ke kost-an nya. Ternyata papa nya mencemaskan hal itu rupanya.
"Papa tidak percaya dengan ku?"
"Bukan begitu nak, papa hanya memastikannya lagi"
"Kalau begitu papa tidak perlu khawatir, karena aku sudah benar-benar yakin pa"
Pak Herman menatap dalam manik mata putrinya, dan dia tidak menemukan kebohongan disana.
"Syukurlah kalau begitu, papa jadi lega mendengarnya"
.
.
.
"Papa Lo mana Sa, kok gak suruh masuk" Tanya Rere pada Alisa yang baru masuk dan langsung membuka lemari pakaiannya dan mengambil sepasang pakaian yang biasa dia gunakan ke kantor.
"Udah pulang Re" Jawab Alisa lalu menutup pintu lemarinya kemudian mengambil handuk.
"Kok cepat banget om Herman pulang nya?"
"Gak apa-apa, gue mandi dulu ya ntar telat lagi ke kantornya" ucap Alisa sembari berjalan menuju kamar mandi.
"Ngapain sih ke kantor lagi? Udah jadi calon bini bos juga" Timpal Dina.
"Ya mana bisa gitu Din, Lo tau sendiri kan kenapa kita magang? Dan ini baru satu minggu loh, jadi masih dua bulan tiga minggu lagi. Bukan hanya itu, setelah itu kita harus balik lagi ke kampus untuk menyelesaikan bermacam laporan, skripsi, dan..... mata kuliah yang tertinggal."
"Yakin Lo mau lanjut Sa? Gak berhenti aja, kan Lo udah dilamar sama mas Danu. Gak sarjana pun hidup Lo pasti bakal terjamin"
"Gak nikah sama dia pun hidup gue bakal terjamin Dina. Lo lupa kalau papa gue nggak kere kere amat. Ya gue juga mau punya pendidikan lah, terus punya pekerjaan yang bagus biar gak malu-maluin jadi bini orang" Jawab Alisa terkekeh. "Udah ah gue mau mandi"
"Ya Udah kita sarapan duluan" Ucap Rere kemudian beranjak menuju meja makan dan disusul oleh Dina.
☘☘☘☘☘☘
"Apa...???"
"Udah berhenti aja ya Sa" Rengek Danu. "Gak usah kerja atau apalah namanya itu"
"Gak bisa gitu dong, aku juga mau jadi wanita karier biar gak malu-maluin kalau jadi istri kamu nanti"
"Ya tapi aku gak perlu itu Sa, yang aku mau nanti setelah menikah kamu hanya akan menjadi ibu rumah tangga yang baik dan ibu......
__ADS_1
"Itu syarat kalau mau di terimanya lamaran kamu, kalau gak mau yah gak masalah. Silahkan cari yang lain" Ucap Alisa memotong ucapan calon suaminya itu.
"Dan aku gak mau ya jadi ibu rumahan saja, yang kerja nya tiap hari nungguin suami pulang kerja dan lain-lain" Sambungnya dengan cepat.
Danu menggaruk kasar kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. "Padahal minggu depan aku dan papa akan datang melamar kamu secara resmi"
"Yah gak masalah, diluar sana banyak kok yang sudah nikah masih sambil kuliah sambil kerja dan lain-lain"
Danu semakin pusing dibuatnya, wanita yang duduk dihadapannya itu benar-benar tipe orang yang keras kepala.
"Tapi gimana nanti kamu ngurusin aku kalau kamu kerja? Masa iya kamu yang kerja aku yang dirumah"
Alisa terkekeh, pria dihadapannya itu kenapa jadi bodoh sekarang. "Hahaha, ya gak apa-apa kalo kamu gak malu dihidupin sama istri"
"What! Alisa itu gak lucu tau. Aduh kenapa sih kamu itu susah banget dikasih tau, aku itu pengen nya kamu cuma urusin aku dan anak-anak kita nanti" Sekarang Danu mulai frustasi dibuatnya.
"Haha, belum nikah aja udah mikirin anak. Ada-ada aja" Alisa geleng-geleng kepala dan cengengesan mendengar permintaan calon suaminya itu.
"Ya benar kan kalau sudah nikah pasti langsung punya anak, emangnya kamu gak mau punya anak?"
"Hahaha aduh, kamu bego juga ternyata ya hahahaha"
"Kenapa ketawa terus sih? Serius aku tuh"
"Mana ada orang baru nikah langsung punya anak" Ucap Alisa berusaha menahan tawanya. "Semua itu butuh proses"
"Ya udah kalo gitu kita nikahnya sekarang aja, biar proses nya cepat"
"Auwwww..."
"Enak aja, oh ya satu lagi" Ucap Alisa menaik-turunkan alisnya.
"Apalagi sih Sa? Jangan bilang ada syarat lagi, itu aja aku udah pusing"
"Satu syarat terkahir"
"Apa?"
"Kalau kita nanti nikah. Pernikahan kita harus lebih meriah dari yang dulu, terus aku mau undang semua teman teman aku. Dulu jangan kan undang temen, dua curut ku aja gak hadir"
"Maksudmu Rere dan Dina?"
"Iya"
"Oh jadi mereka berdua gak dateng ke pernikahan kita dulu, pantesan aku gak lihat mereka waktu itu"
"Ya gimana mau datang, di undang aja enggak."
"Ya udah kalo itu syarat nya mah gampang, tapi kalo yang itu tadi.....
"Tetep itu syarat utama nya" Potong Alisa dengan cepat.
__ADS_1
"Huh" Danu mendesah karena tidak bisa membujuk calon istrinya itu.
"Sa"
"Hem"
"Idih kenapa senyum-senyum gitu" Alisa menautkan alisnya melihat pria dihadapannya itu tersenyum-senyum menatap nya.
"Tau gak?"
"Enggak. apa emangnya?"
"Tau gak, aku sudah jatuh cinta sama kamu di waktu ijab qobul itu"
"Ya ampun aku gak tau Uda berapa kali kamu ngomong itu"
"Tapi kamu percaya kan?"
"Bohong kalau aku gak percaya" Jawab Alisa sambil tersenyum lebar.
"Boleh aku peluk"
"Hem..." Alisa berfikir sejenak. "Gak boleh! Karena belum halal" ucapnya tersebut jail.
"Aduh Sa kita nikah sekarang aja yuk, udah pusing aku ini" Ucap Danu dengan tatapan menyedihkan.
"Enak aja, aku kan mau pernikahan kita nanti meriah"
"Ya udah sana mendingan kamu keluar sekarang dari ruangan aku"
"Oh aku di usir nih"
"Ya dari pada aku khilaf, mau?"
"Heh, yakin bisa" Ucap Alisa dengan tatapan meremehkan. "Dulu-dulu aja kamu nggak pernah bisa dapet" Ucapnya terkekeh.
"Sumpah beneran kamu jahat tau gak waktu itu Sa, tapi jangan harap setelah pernikahan kita yang kedua ini kamu bisa lolos lagi kayak dulu"
"Ihhh takut"
"Alisa sudah sana cepetan keluar dari ruangan aku, sebelum aku benar-benar khilaf dan......" Ucapan Danu terhenti menatap Alisa dengan tatapan sendu.
"Dan apa hah?"
"Alisa jangan salahkan kan aku ya kalau aku....."
"Kalau apa hah?" ucap Alisa tersenyum jail.
Danu berdiri membuka jas nya melempar nya ke sembarang tempat dan melonggarkan dasinya. Lalu melangkah lebih dekat lagi dengan Alisa.
Dan......
__ADS_1