
Brukkkk.... Danu masuk kedalam kamarnya dengan menerabas pintu kamarnya.
"Alisa.. Alisa.... sayang... kamu dimana?"
"Aku dikamar mandi'' Jawab Alisa berteriak.
Dor... dor... dor... "Buka pintu nya sayang"
"Bentar, aku lagi mandi!"
"Sayang, buka pintunya"
"Ih apa sih, dibilang aku lagi mandi. Kalau kebelet pergi ke kamar mandi kamar tamu aja, aku belum selesai mandinya."
"Bukan itu sayang aku gak kebelet, pokoknya sekarang buka pintunya atau aku dobrak!"
"Hufsss... Iya iya tunggu bentar"
Alisa pun membuka pintu kamar mandinya dengan hanya mengenakan handuk, rambut nya pun belum terbilas bersih dan masih ada busa shampoo nya.
"Ada apa?"
Sejenak Danu melupakan kebahagiaan nya yang mengetahui Istrinya sedang hamil, karena melihat penampilan Istrinya sekarang sangat menggoda membuat Danu menelan Saliva nya.
"Kamu ngebet banget minta dibukakan pintu hanya ingin melihat aku yang lagi mandi, Iya?!" Alisa menatap tajam suaminya yang terus menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Eh.. ti-dak bukan itu"
"Terus apa?"
"Em.. ini" Danu menunjukkan test pack itu pada Istrinya"
"Ya, kenapa?"
"Aku sudah tau apa artinya ini" Danu tersenyum lebar.
"Ya, terus?"
"Aku bahagia banget Sa, diperut kamu sudah ada bayi kita" Danu mengelus perut Istrinya yang masih rata.
Alisa terkekeh. "Baru ngerti sekarang? lagian aku heran ya, masa sih kamu gak ngerti sama sekali. Bahkan arti dari garis dua berwarna merah itu pun kamu gak tau? ck ck.." Alisa menggeleng-gelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya itu.
"Iya maaf, aku emang beneran gak tau soal begituan. Sekarang selesaikan mandi nya, setelah itu kita kerumah sakit aku mau lihat calon anak kita"
"Iya" Alisa pun hendak menutup pintu kamar mandi nya namun suaminya menghalanginya.
"Ada apa lagi sih?"
"Aku bantuin ya mandi nya, biar cepat kelar"
"Modus! sudah sana keluar gak enak ada Rere sama Dina, temani mereka dulu sampai aku selesai mandi."
Ya udah deh, kalau gitu aku mau telepon papa juga biar menyusul kita kerumah sakit nanti"
•
__ADS_1
•
•
Dirumah sakit.
"Selamat ya nak, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah" Pak Adi menepuk bahu putranya.
"Selamat juga buat kita Man, sebentar lagi kita akan menjadi kakek." pak Adi pun juga memeluk sahabatnya yang tak lain adalah besannya.
"Ibu Alisa..." panggil suster yang keluar dari ruangan dokter.
"Ya sus, saya" Alisa menunjuk.
"Mari Bu, giliran ibu yang diperiksa"
Alisa dan Danu pun masuk kedalam ruangan dokter, sementara pak Herman dan Istrinya, serta pak Adi dan kedua teman Alisa menunggu di luar ruangan.
Didalam ruangan Dokter, Alisa pun di USG.
"Gimana Dok? kenapa dilayar hanya ada bentuk seperti kacang, dimana bayi saya?"
Dokter terkekeh mendengar pertanyaan Danu. "Mari silahkan duduk, biar saya jelaskan.
Danu pun duduk di kursi yang ditunjukkan oleh Dokter, sementara Alisa sedang dibersihkan perutnya oleh suster dari sisa Ultrasound Gel.
"Jadi gimana Dok? kenapa bentuk bayi saya seperti kacang?"
"Begini pak, saat ini usia kandungan istri bapak memasuki minggu ke-6. Jadi, pada usia kehamilan minggu ke-6 ini ukuran janin dari kepala hingga bokong sudah mencapai 2 hingga 5 milimeter atau kira-kira sebesar kacang. Dan begitu seterusnya, dengan bertambahnya usia kehamilan juga akan bertambah ukuran janin."
"Oh gitu ya Dok" Danu tersenyum, dia benar-benar sudah seperti orang bodoh.
"Terima kasih Dok" Danu mengambil foto USG bayinya dan juga resep vitamin untuk istrinya.
"Oh ya, satu lagi pak"
"Ya Dok, ada apa?"
"Disarankan kalau mau berhubungan intim, ambil posisi yang nyaman buat si ibu. Dan jangan terlalu sering ya pak, berhubungan intim diusia kehamilan yang masih muda itu idealnya seminggu dua kali."
"Apa Dok?" wah Dokter, mana bisa seminggu hanya dua kali bisa-bisa aku sakit kepala Dok"
"Nah dengerin tuh, seminggu hanya dua kali" Alisa yang masih duduk di atas ranjang menatap suaminya dengan tatapan mengejek.
Dokter terkekeh. "Boleh setiap hari pak, tapi cukup sekali sehari saja dan itupun asalkan memang istri enjoy dan tidak ada keluhan atau mual yang parah."
"Hufsss... Gak apa-apa deh Dok, setidaknya masih boleh setiap hari walaupun hanya sekali"
"Tapi Dok, seharian ini aku muntah-muntah terus. Dan juga aku lemes banget, jadi gak boleh dong ya Dok berhubungan intim" Alisa berbicara tapi tatapan nya menatap suaminya yang wajahnya sudah ditekuk karena ucapannya yang mengadu pada Dokter.
"Nah kalau gitu sebaiknya jangan dulu, tunggu sampai kondisi si ibu benar-benar fit dan bugar. Atau setidaknya sampai mual muntah nya tidak berlebihan."
"Huh, baiklah Dok. Terima kasih atas penjelasannya, kami permisi pamit pulang dulu Dok"
"Iya pak, silahkan."
__ADS_1
Danu yang baru beranjak dari duduknya kemudian duduk lagi, karena tiba-tiba ada yang ingin ditanyakan nya.
"Oh ya Dok, kira-kira bayi saya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan?"
Dokter tersenyum. " Kalau sekarang belum bisa pak, nanti kalau usia kehamilannya sudah mencapai 18 minggu baru bisa terlihat jenis kelaminnya"
"Ok kalau gitu Dok, sampai ketemu lagi diusia kehamilan istri saya yang ke-18 minggu" Danu pun menjabat tangan Dokter lalu keluar dari ruangan itu.
Setelah Danu dan Alisa keluar, Dokter tersenyum-senyum karena baru kali ini mendapatkan pasien yang somplak suaminya.
Sementara Danu, wajahnya terus ditekuk hingga keluar dari ruangan Dokter.
"Kenapa kamu nak, terlihat lesu begitu?" pak Adi menghampiri putranya.
Mama Alisa menyenggol lengan putrinya, isyarat juga menanyakan hal yang sama dan Alisa menggidik kan bahunya.
"Oh aku tau Di, kenapa wajah Danu ditekuk begitu. Pasti Dokter bilang, tidak boleh sering-sering berhubungan intim diusia kehamilan yang masih muda" ucap pak Herman mempraktekkan gaya bicara Dokter.
Seketika semua tertawa terbahak-bahak, dan Danu semakin menekuk wajahnya serta menatap tajam Istrinya yang juga mengejeknya.
Setelah puas menertawakan Danu, pak Herman dan Istrinya serta pak Adi dan kedua teman Alisa pun berpamitan pulang.
Sementara Danu, dia terlebih dahulu menebus vitamin untuk Istrinya sebelum pulang.
Hingga didalam mobil, Alisa masih terus menertawakan suaminya.
Kesal karena terus ditertawakan, Danu pun membungkam mulut istrinya dengan m*l*m*t nya.
Danu melepas tautan bibirnya karena Istrinya terus memberontak dan memukuli bahu nya.
"Mau bunuh aku ya"
"Siapa suruh menertawakan aku, awas ya nanti dirumah!"
"Ingat ya, kata Dokter tadi"
"Bodoh amat"
.
.
.
.
.
.
.
.
Nah yang minta up lagi.
__ADS_1
sebenarnya mau up tadi siang, tapi karena ada sedikit tragedi jadi baru up sekarang.
jangan lupa like nya ya🙏