
Sesampainya di kost-an. Alisa dan Dina langsung masuk, sementara Rere dia duduk di pekarangan rumah kost nya sambil memeriksa pesan masuk di ponselnya.
Setelah membaca isi pesannya. Rere sedikit mengintip ke arah dalam kost nya melihat kedua temannya di dalam sana.
Setelah memastikan kedua temannya itu benar-benar masuk. Rere bergegas menuju ke arah persimpangan jalan dimana sudah ada mobil sport mewah menunggunya.
Rere mengetuk pintu mobil yang terparkir di pinggir jalan, dan pemilik mobil mengisyaratkan nya untuk masuk.
"Ada apa Mas memanggil saya kemari?" Tanya Rere saat sudah masuk kedalam mobil sport mewah itu.
"Saya cuma mau memberikan ini. "Danu mengangkat rantang tiga susun.
"Itu apa Mas? Tanya Rere lagi menatap Danu bergantian menatap rantang yang dipegang oleh Danu.
"Ini nasi goreng" Jawab Danu.
"Nasi goreng"
"Iya nasi goreng. Dulu Alisa sangat suka nasi goreng buatan ku, ya sebenarnya saya gak tau Alisa menyukai nasi goreng buatan ku atau tidak. Tapi dia selalu menghabiskan nya"
"Jadi nasi goreng ini Mas yang buat" Rere menunjuk rantang yang di pegang oleh Danu.
"Iya" Jawab Danu singkat.
"Ya udah Mas, saya balik dulu ya. Takut mereka mencari saya" Rere keluar dari mobil sport milik Danu sambil membawa rantang tiga susun yang berisi nasi goreng buatan Danu.
"Oya, jangan bilang dari saya. Nanti Alisa tidak mau memakannya" Pesan Danu saat Rere sudah berada di luar mobilnya.
"Baik Mas" ucap Rere lalu segera balik ke kost-an nya.
....................
Sesampainya di kost-an. Rere disambut oleh Dina dengan tatapan kesal.
"Lo dari mana sih Re? Pergi kok gak bilang-bilang" Ucap Dina kesal.
"Ini gue abis beli nasi goreng" Rere mengangkat rantang yang di bawanya.
"Nasi goreng? Tapi kok pake rantang sih?" Dina merasa bingung. sejak kapan penjualan nasi goreng menggunakan rantang sebagai kemasannya.
"Udah gak usah banyak tanya. Yuk kita makan" Ajak Rere pada Dina yang masih berdiri bingung.
Dina pun menyusul kedalam kost-an. Meski masih penasaran dan bingung temannya itu membeli nasi goreng dengan wadah rantang, dia ikut makan dengan lahap namun masih penasaran dalam hatinya.
__ADS_1
"Alisa.. "Teriak Rere memanggil temannya itu yang berada di dalam kamar.
"Ya kenapa Re?" Jawab Alisa juga berteriak dari dalam kamar.
"Sini cepetan, kita makan nasi goreng" Panggil Rere.
"Ya tunggu bentar"
Alisa pun keluar dari kamar menuju dimana kedua temannya berada. Dia sudah mengganti pakaiannya, namun kedua temannya masih menggunakan pakaian yang di pakai ke kantor.
"Nasi goreng. Lo bikin Re?" Tanya Alisa saat sudah menghampiri kedua temannya yang sudah memulai makan.
"Enggak. Gue tadi beli" Jawab Rere dengan mulut yang penuh.
"Dimana? Kok aku gak ngeliat ada penjual nasi goreng di dekat sini." Tanya Alisa lagi.
"Iya Sa, ini juga masa dia beli nasi gorengnya pakai rantang" Dina menunjuk rantang yang berisi nasi goreng jatah Alisa.
"Boleh juga tuh penjualan nasi goreng kemasannya pakai rantang" Alisa meraih rantang nasi goreng jatah nya.
"Udah makan aja sih jangan banyak tanya" Ucap Rere sambil terus menyuapi mulutnya. "Ternyata enak juga nasi goreng buatan mantan suami wanita keras kepala ini" Batinnya sambil menatap Alisa.
"Kenapa Lo liatin gue kayak gitu?" Tanya Alisa. Rere menatap nya dengan intens.
Alisa pun memulai makan nasi gorengnya. Dan dia sedikit terhenyak saat suapan pertama nya.
"Kenapa rasanya sama persis?" Batinnya sambil mengunyah nasi goreng dimulut nya.
"Kenapa Lo? Lagi teringat seseorang ya?" Tanya Rere yang melihat temannya itu sedikit melamun.
"Apa sih. Sok tau Lo" Jawab Alisa ngegas.
"Emangnya Lo lagi mikirin siapa Saja?" Tanya Dina polos.
"Kalian mau diam atau gue berhenti makan!" Ancam Alisa.
"Ok ok kita diam" Rere yang sudah menghabiskan nasi gorengnya nya, beranjak menuju dapur membawa rantang yang sudah kosong bekasnya. Begitu juga dengan Dina.
Rere menoleh sebentar melihat Alisa yang sedang menikmati nasi gorengnya. "Gue tau. Lo pasti teringat sama Mas Danu kan? Karena rasa nasi goreng yang Lo makan sekarang sama dengan nasi goreng yang sering Lo makan dulu'' Batinnya lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju dapur.
"Kenapa ada dua nasi goreng yang di buat oleh dua orang yang berbeda tapi rasanya sama persis" Batin Alisa sambil terus menyuapi mulutnya.
Dulu meski dia membenci orangnya, tapi dia mengagumi nasi goreng buatan nya. Maka dari itu dia ingat betul rasa nasi goreng itu hingga sekarang.
__ADS_1
Dan saat memakan nasi goreng yang rasanya sama persis, membuatnya teringat dengan sosok pria yang dulu selalu membuatnya kan nasi goreng yang tak lain adalah mantan suaminya. Dan tanpa dia ketahui, sekarang dia juga memakan nasi goreng buatan orang yang sama.
..................
Ting
Danu tersenyum melihat pesan WhatsApp yang dikirim oleh Rere. Foto Alisa yang sedang memakan nasi goreng buatan nya.
Ting
📩 "Tadi Alisa sedikit melamun saat memakan nasi goreng itu. Mungkin dia teringat sama Mas, yang dulu juga sering membuatkan nya nasi goreng. Apa lagi rasanya pasti sama persis"
"Apa kamu juga sama Sa? Masih mengingat aku." Batinnya setelah membaca pesan dari Rere.
Danu pun membalas pesan WhatsApp Rere.
📩"Terima kasih atas bantuan mu. Tanpa kamu, nasi goreng itu tidak akan sampai kepada Alisa."
Ting
Saat hendak melajukan mobilnya yang masih terparkir di pinggir jalan. Danu kembali membuka pesan balasan dari Rere.
📩 "Sama-sama Mas. Jangan sungkan untuk meminta bantuan ku, aku selalu siap apapun itu yang menyangkut kalian berdua. Sampai saat ini aku masih mendukung kalian, walau aku sempat kecewa kalian berpisah. Kalau Mas tidak keberatan, aku siap membantu jika Mas ingin kembali pada wanita keras kepala itu"
Danu terkekeh membaca pesan balasan dari Rere. "Lihat lah Alisa, kau sangat beruntung memiliki teman yang baik" Batin nya. Danu mengirim pesan balasan pada Rere kemudian melajukan mobilnya. Sekarang tujuannya adalah pulang kerumahnya.
..................
Ting
📩 "Sepertinya kita memang harus membicarakan hal ini. Besok sampai di kantor tolong langsung keruangan saya"
"Lagi chatingan sama siapa sih? Kok kayak seru banget, sampai-sampai gak hiraukan kita berdua disini" Dina melirik Alisa.
"Sama temen" Jawab Rere menatap Dina sekilas.
"Temen. Temen Lo yang mana Re? Kok gue gak tau Lo punya temen selain gue sama Alisa"
"Emangnya manusia cuma Lo berdua aja? Dan gue hanya boleh berteman dengan Lo berdua aja gak boleh sama yang lain gitu?"
"Yah bukan gitu maksudnya Re"
"Udah ah, gue mau istirahat biar besok lebih semangat kerjanya" Rere beranjak menuju kamarnya.
__ADS_1