Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 64


__ADS_3

"Pa, Alisa memeluk ku kencang sekali" ucap Danu melihat papa mertua nya yang berdiri di samping ranjang.


Terlihat papa mertua nya itu tersenyum tipis. "Biarkan kan saja mungkin dia syok" ucap pak Herman.


"Loh Alisa kenapa pa? apa dia pingsan?" tanya mama Alisa yang baru tiba sehabis dari dapur mengambil air minum untuk putri nya. Dia meletakkan segala air yang dipegang nya di atas meja rias putrinya lalu duduk pinggiran ranjang.


"Danu istrimu pingsan ya?" tanya nya lagi setelah pertanyaan nya tidak di jawab oleh suaminya.


"Gak tau ma, aku gak bisa lihat karena dari tadi Alisa memeluk ku erat sekali" jawab Danu.


"Coba mama periksa" ucap nya lagi.


Mama Alisa pun mencoba memeriksa Putri nya, dia menyelipkan rambut putrinya yang menutupi wajahnya ke belakang telinganya. Terlihat putrinya itu memejamkan matanya, dan tak lama.... terdengar dengkuran halus dan membuat mama Alisa ingin sekali menjewer telinga Putri nya itu seandainya tidak ada suami nya yang memeluknya.


"Huh, dasar anak kurang ajar! bisa-bisa nya dia tidur dalam keadaan seperti ini" mama Alisa beranjak lalu berdiri di samping suami nya.


"Ma, bagaimana ini" Danu meminta tolong untuk membantu melepas pelukan Istrinya yang tidak bisa dia lepas sendiri.


"Udah gak apa-apa, kamu ikut aja tidur sama istrimu. emangnya gak kangen apa beberapa hari gak ketemu, lagian kan mumpung ada kesempatan peluk peluk aja cium juga boleh" ucap pak Herman dengan senyum mengejek.


"Tapi pa"


"Udah nikmati aja, kapan lagi bisa peluk peluk." ucap pak Herman terkekeh lalu mengajak istrinya untuk keluar kamar membiarkan menantunya itu menikmati kesempatannya.


"Ma ayo kita keluar, kali aja setelah ini kita dapat cucu" pak Herman benar-benar sudah tidak bisa menahan tawanya.


"Papa ini apa-apaan sih, lagi begini juga bisa-bisanya papa bercanda" mama Alisa kesal dengan suaminya.


Sebelum keluar dari kamar Putri nya, pak Herman memerintah Istrinya untuk menyelimuti anak dan menantunya itu.


................


Setelah kedua mertuanya keluar kamar, Danu menurunkan sedikit selimut yang menutupi tubuh nya dan Istrinya. dia mengusap lembut puncak kepala Istrinya lalu mencium kening istrinya.


Benar kata papa mertua nya, dia harus menikmati ini karena hal seperti ini tidak akan dia dapatkan lagi jika istri nya itu belum bisa menerima dirinya.


Danu mengusap seluruh bagian wajah istrinya, hingga jari telunjuk nya berhenti di bibir ranum Istrinya yang dulu pernah dia cium dengan paksa. Ingin lagi rasanya Danu mencium bibir itu, namun dia urungkan niatnya itu. Biarlah nanti istri nya sendiri yang akan memberikan nya dengan suka rela tanpa dia harus memaksa nya lagi.


Hingga beberapa saat Danu terus memandangi wajah istrinya sampai dia juga ikut terlelap dengan posisi masih berpelukan.


..............


"Re, gimana ya kalau beneran Alisa mau kuliah di Jerman" Dina memangku dagu nya dengan kedua tangannya, ucapan teman nya itu yang ingin kuliah di Jerman masih terus ada dipikirannya.


"Ya biarin aja lah Din, mau kita bujuk dia kayak gimana pun juga gak bakalan dia dengerin"


"Tapi kan kasihan mas Danu kalau beneran Alisa kuliah di Jerman nanti"

__ADS_1


"Kalau untuk itu bukan urusan kita Din, memperingati Alisa saja itu sudah cukup. Selebihnya kita jangan ikut campur."


"Iya juga sih Re, tapi apa Lo gak sedih kalau Alisa beneran pergi"


"Ya sedih lah Din, ya tapi mau gimana lagi kalau itu sudah jadi keputusan Alisa ya kita gak bisa berbuat apa-apa."


"Hemmm..." Dina menghembuskan nafasnya. temannya itu benar-benar menjengkelkan.


...............


"Hahaha" pak Adi tertawa terbahak-bahak, saat ini besannya itu tengah menelponnya memberi tahu apa yang baru saja terjadi antara Danu dan Alisa.


📱"Ya ampun Man, seandainya saya ada di sana pasti saya juga ikut meledek anak itu. lalu bagaimana ekspresi putra saya dia senang atau bagaimana?" tanya pak Adi setelah menghentikan tawa nya.


📱"Danu terlihat grogi, mungkin karena dia belum pernah merasakannya" jawab pak Herman terkekeh membayangkan bagaimana ekspresi menantu nya itu saat Putri nya memeluk dengan erat sampai tertidur.


📱"Huuhhh, putri mu itu benar-benar keterlaluan Man, masa dia tidak pernah memberikan jatah putra ku" ucap pak Adi lalu tertawa lagi.


📱"Iya Di, saya juga kecewa sudah menanti-nanti cucu tapi tau nya di buat saja belum" pak Herman menggaruk kepalanya lalu tertawa juga.


Setelah sambungan telepon nya terputus, pak Herman meletakkan ponselnya di atas meja lalu menatap Istrinya yang sedari tadi hanya bengong di sampingnya.


Lalu muncul ide untuk membuat istri nya itu bersuara.


"Ma"


"Hem"


"Apa.....? papa bilang apa tadi?" Mama Alisa terkejut dengan ucapan Suaminya, dia mengulangi pertanyaannya berharap dia salah dengar.


"Kita nambah anak ma, papa rindu suara tangisan bayi"


"Ah enggak ah pa, gak malu apa? uda tua juga" ucap mama Alisa memanyunkan bibirnya.


"Ya tunggu aja pa, pasti nanti juga dapat dari Alisa dan Danu" ucapnya lagi.


"Ya kapan ma, kalau Alisa saja masih terus seperti itu dengan suaminya"


Mama Alisa tidak menyambung lagi ucapan Suaminya, menambah anak sudah tidak dia pikirkan lagi.


..................


Alisa yang mulai sadar mengerjapkan matanya, dia merasa bantal guling yang dipeluknya tidak seperti bantal guling yang biasa dia peluk.


Lagi-lagi Alisa berteriak saat mendapati suami nya tengah tertidur memeluk dirinya.


"Hei Sa, kau sudah bangun" ucap Danu mengucek matanya. "Maaf aku malah ikut tertidur seharusnya aku menjaga mu tadi" ucap nya lagi lalu duduk berhadapan dengan Istrinya yang sudah lebih dulu duduk.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa ada disini dan tidur disini?" tanya Alisa menatap tajam Suaminya.


"Sebenarnya pertanyaan mu itu aneh, tapi ya sudahlah aku akan menjawabnya." Danu membenarkan posisi duduknya. "Kau tidak ingat tadi kau hampir jatuh di jendela terus aku menarik mu sampai memeluk mu, tapi kau malah balas memeluk dengan sangat erat. Sebegitu nyaman nya ya tubuh ku ini hingga kau tidak mau melepas pelukan ku dan kau malah sampai tertidur." ucap Danu menjelaskan dengan sedikit menggoda Istrinya.


"Enak saja, jangan sembarang ya mana mungkin aku memeluk mu. kau bohong kan?"


"Kalau tidak percaya tanya saja papa dan mama, mereka saksinya tadi"


"Ma..... pa......" Alisa berteriak memanggil papa dan mama nya.


Mama Alisa yang kembali bengong menatap suami nya saat mendengar teriakkan putri nya memanggil.


"Biarkan saja ma dia berteriak, kita duduk santai saja disini menerima hasilnya" ucap pak Herman terkekeh.


"Maksud papa?" mama Alisa tidak mengerti dengan ucapan suami nya.


"Mungkin saja sekarang, Danu sedang menjalankan aksinya" jawab pak Herman Mengedipkan sebelah mata nya.


"Maksud papa apa sih, mama gak ngerti deh?"


"Ya ampun mama, itu loh ma buat cucu"


"Ah papa...."


Keduanya tertawa terbahak-bahak Setelah lagi-lagi mendengar teriakkan putri nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


***Halo readers! 🤗🤗🤗 hari ini aku up 2 bab ya. karena lagi ada kesempatan dan aku lagi seneng karena karya pertama ku ini sudah di terima kontrak 🤗🤗🤗


Terus ikuti tiap episodenya ya readers, dan jangan lupa tinggalkan like dan komen nya. Terima kasih 🤗😘😘😍😍😘***


__ADS_2