Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 104


__ADS_3

Hari terus berganti, dan beberapa bulan telah berlalu. Kini perut Alisa sudah terlihat membuncit, dan setiap hari Alisa hanya rebahan di atas ranjangnya. Suaminya melarang ini dan itu dengan alasan takut terjadi apa-apa, semua pekerjaannya diambil alih oleh suaminya. Sementara pekerjaan Danu dikantor di ambil alih oleh papa nya yang mau tidak mau harus turun tangan karena Danu hanya sibuk mengurus Istrinya.


"Kamu itu terlalu berlebihan, aku ini sedang hamil dan bukannya lagi sakit" Lama-lama Alisa mulai bosan karena beberapa bulan tidak pernah melakukan pekerjaan apapun, bahkan keluar rumah pun hanya untuk berjemur di pagi hari saja dan itupun hanya diberi waktu 15 menit oleh suaminya.


"Aku hanya berusaha menjadi suami dan ayah yang siaga" Danu tetap kekeuh dengan peraturan yang dibuatnya, bahwa Istrinya itu tidak boleh mengerjakan apapun selain istirahat dan istirahat saja.


"Lama-lama aku bisa jadi kutu ranjang, rebahan, makan minum, berjemur sebentar terus rebahan lagi. Aku bosan seperti itu terus, aku juga ingin memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya layaknya seorang istri" Alias pun mulai protes dengan peraturan suaminya.


Benar-benar membosankan, setiap hari seperti itu.


"Itu juga untuk kebaikan mu dan calon anak kita, kalau kau mengerjakan pekerjaan rumah dan kau kelelahan itu juga akan berdampak pada kesehatan anak kita." Selalu itu yang dijadikan alasan oleh Danu, agar istrinya menurut dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah dan sebagainya.


"Setidaknya, biarkan aku memasak. Masak kan tidak begitu melelahkan, kan ada kau juga yang membantu ku"


"Masak juga tidak boleh! semua tidak boleh, pokoknya tidak boleh titik!"


"Pake koma gak?"


"Alisa... aku sedang tidak bercanda ya, menurut saja apa susah nya sih!"


"Iya iya, hufss..." Alisa menghentakkan kakinya di lantai lalu pergi menuju kamarnya.


"Alisa jangan seperti itu, nanti anakku kenapa-kenapa"


Namun, Alisa tidak menghiraukan teriakkan suaminya yang terus memperingatinya.





Seperti kata Danu beberapa bulan lalu.


Hari ini dia dan Alisa, kembali mengunjungi Dokter diusia kehamilan Alisa yang sudah memasuki minggu ke-18.


"Bagaimana Dok? apa sudah bisa dilihat jenis kelamin anak saya?"


"Kita USG dulu ya pak." Dokter tersenyum pada Danu. "Mari, Bu Alisa silahkan berbaring. Suster, tolong dibantu ya" Alisa pun di USG dengan bantuan suster, dan Dokter yang menjelaskan pada Danu.

__ADS_1


Saat dilakukan USG, Danu begitu bahagia melihat gambar anaknya dari layar USG.


"Wah Dokter, ternyata anak saya sudah besar tidak seperti waktu pertama kali di USG ukurannya hanya seperti kacang"


Dua kali pertemuan, Danu selalu berhasil membuat sang Dokter terkekeh dengan setiap kalimat yang diucapkannya.


"Iya pak. Karena usia kehamilan ibu Alisa sudah memasuki minggu ke-18, ukuran badan janin dari kepala sampai kaki sudah mencapai 14 sentimeter dan berat badannya 200 gram. Telinganya juga sudah terbentuk lengkap dan pendengarannya juga sudah mulai sempurna, dan sudah mampu mendengar suara dari luar tubuh si ibu bahkan bisa merespon dengan bergerak jika mendengar suara. Selain itu, si bayi juga sudah bisa menendang, meninju dan bergerak aktif dalam kandungan ibu." ucap dokter menjelaskan.


"Iya bener Dok, tadi malam aku susah tidur karena bayinya terus bergerak" Jawab Alisa antusias.


" Masa sih? kok kamu gak kasih tau aku sih, aku kan juga pingin merasakan gerakannya" Ucap Danu.


"Kamu nya sih udah tidur duluan" Alisa memanyunkan bibirnya.


"Lain kali, kalau bayi kita bergerak lagi dan buat kamu susah tidur bangunkan aku ya" Pinta Danu.


"Iya"


Danu mengelus perut Istrinya yang masih berbaring saat setelah selesai di USG. "Sekarang anak kita bergerak gak?" tanya Danu.


"Enggak, mungkin dia lagi tidur" jawab Alisa.


"Wah wah, lihat sayang anak kita bergerak aku merasakannya." Danu terus berceloteh seakan melupakan kalau dia sedang berada di ruangan dokter dan hanya ada dia dan istrinya diruangan itu.


Dokter dan suster hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Danu yang begitu bahagia karena merasakan bayinya bergerak saat mengelus perut Istrinya.


Tak cukup mengelus perut Istrinya, Danu pun menempelkan telinganya di perut Istrinya.


"Dok, kok tidak terdengar suara anak saya ya?"


Lagi-lagi Dokter terkekeh geli dengan pertanyaan nyeleneh Danu yang kesekian kalinya.


"Memang, bayi sudah bisa mendengar suara dari luar tubuh si ibu bukan berarti dia juga akan merespon dengan suara juga. Bayi hanya akan merespon suara yang didengarnya dengan gerakan pak, bukan dengan bersuara juga."


Bukan hanya Dokter, Suster yang mendampinginya pun akhirnya tidak bisa menahan tawanya lagi. "Hahahaha"


"Sayang, kenapa Suster itu tertawa? apa ada yang lucu ya"


"Suster itu tertawa bukan karena ada yang lucu, tapi dia sedang menertawakan kebodohan mu"

__ADS_1


"Sayang, jangan bicara sembarangan ya. Apa kau lupa? aku ini Danu Sanjaya, CEO di Sanjaya group"


"Yah, lebih tepatnya CEO bodoh"


"Sayang...."


"Apa? sudah jangan bicara terus, sekarang bantu aku turun"


Setelah selesai berkonsultasi dengan Dokter, Danu dan Alisa pun akhirnya pulang.


Diperjalanan, Alisa melihat penjual ketoprak dan ingin membelinya.


"Itu ada penjual ketoprak, kayaknya enak tuh"


"Kamu mau ketoprak, sayang?" Danu pun menepikan mobilnya sekitar 10 meter jaraknya dari gerobak ketoprak itu.


"Iya"


"Tunggu disini dulu ya, aku belikan ketopraknya dulu" Danu yang sudah membuka pintu mobilnya menoleh pada Istrinya yang memanggilnya.


"Kenapa sayang?"


"Em..." Sejenak Alisa memperhatikan suaminya. "Beli ketopraknya sambil merangkak ya dari sini, terus buka sepatu nya sama jas nya juga."


"Apa..??? Alisa yang benar saja, masa aku harus merangkak dan lepas sepatu juga. Gak mau ah, malu tau diliatin orang-orang, lihat tuh rame begitu"


"Ya udah kalau gak mau, ini permintaan anak kamu loh! mau apa kalau nanti anak kamu lahirnya suka ngences karena tidak dituruti permintaannya" Alisa terus mengelus-elus perutnya.


"Masa sih itu permintaan anak aku? atau jangan-jangan kamu nih yang mau ngerjain aku"


"Ih beneran, ini permintaan anak kamu." Alisa menatap tajam suaminya, tidak terima dituduh hanya ingin mengerjai suaminya. "Lihat tuh dek, papa gak mau nurutin permintaan kamu" Alisa mengelus perutnya dan mengadukan suaminya yang tidak mau menuruti permintaannya.


"Eh jangan dengerin mama kamu nak, papa bakal turutin pemintaan kamu kok." Dengan terpaksa, Danu pun menuruti permintaan yang katanya permintaan anaknya.


Danu pun melepas sepatu dan jas nya, lalu turun dari mobil dan merangkak menuju gerobak penjual ketoprak itu.


Dan beberapa pengunjung yang mengantri untuk membeli ketoprak tertawa melihat Danu yang merangkak, serta ada juga yang merekam aksi Danu itu dengan ponselnya.


"Mau ditaruh dimana muka ku, masa CEO mau beli ketoprak saja pake merangkak segala. Tapi gak apa-apa deh, ini demi anakku" ucap Danu dalam hati, berusaha menahan malunya demi anaknya.

__ADS_1


__ADS_2