Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 23


__ADS_3

Malam telah berganti pagi, matahari mulai terbit, bersinar terang menembus sela-sela jendela, Alisa mulai mengerjap, menutupi wajahnya yang silau oleh cahaya matahari dengan telapak tangan nya, lalu merentangkan kedua tangannya ke atas kepala, setelah kesadaran nya penuh, menatap langit-langit, melihat sekeliling nya, Alisa terperanjat, kaget, karena sudah berada di kamar nya, yang sebelumnya, dirinya asyik sendiri di club.


"Eh aku kok ada di sini, bukan kah tadi malam aku..., terus siapa yang mengantar ku pulang ya?, apa Rere dan Dina?" gumam Alisa. "ah nanti saja aku telpon mereka" Alisa turun dari ranjang, masuk ke kamar mandi, membersihkan kan diri.


Setelah selesai mandi, serta berpakaian lengkap, saat akan keluar dari kamarnya, Alisa mengentikan langkah nya, "kalau bener Rere dan Dina, yang mengantar ku pulang, jangan-jangan mereka kasih tau Danu lagi, kalo aku semalam di club, terus minum, aduh mampus gue, terus kalau Danu aduin aku ke papa, duhh bisa mampus aku" ucap Alisa, menggigit ujung jari telunjuk nya, mondar-mandir, sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Seperti biasa, sebelum berangkat ke kantor, Danu tak luput menyediakan sarapan untuk istri nya.


Danu tak pernah bosan, tak pernah lelah menghadapi istri nya, meski selalu mendapat penolakan, Danu tak pernah berhenti memperhatikan istrinya, bahkan terkesan memanjakan.


Tak seperti biasanya, Alisa keluar kamar lebih pagi, saat Danu masih ada di rumah, belum berangkat ke kantor.


saat Danu tengah menyiapkan sarapan untuk istri nya di meja makan, Alisa berjalan menuju mekan, duduk lalu mengambil sendok, lalu menarik piring yang berisi makanan untuk, bersikap seperti biasa nya, seperti tidak terjadi apa-apa.


"Gimana sa, udah enakan?" ucap Danu, saat Alisa menyendok makanan ke mulut nya, hampir saja tersedak.


Alisa meletakkan sendok nya ke dalam piring, mengambil air, minum, "udah enakan, maksudnya nya?, emang aku kenapa?" Alisa sedikit keheranan, jangan-jangan benar, suami nya tau kalau dia semalam mabok.


"semalam kan, kamu pingsan, terus kedua teman mu itu yang mengantar mu pulang, em siapa ya namanya, em, oh iya aku ingat Rere dan Dina kan"


"hah pingsan" Alisa lebih heran lagi, karena suami nya mengatakan dirinya pingsan, bukan mabok.


"Iya sa, semalam kata temen-temen itu, kamu tiba-tiba saja pingsan, kamu kenapa sa?, kamu sakit?, ayo sekarang kita ke dokter saja." ucap Danu yang mulai beranjak dari duduknya, namun di hentikan oleh Alisa.


"Udah udah, gak usah, aku gak apa-apa kok, mungkin aku cuma kecapean aja"

__ADS_1


"beneran gak apa-apa?" Danu berdiri di Samping istrinya.


"iya" jawab Alisa singkat.


"ya udah, kalau begitu aku mau berangkat ke kantor ya"


"iya"


"tapi sarapan nya di habiskan kan ya, biar kamu cepetan pulih"


"iya"


"tapi beneran udah gak apa-apa kan?"


"iya, ya ampun, kamu kenapa cerewet sekali sih" Alisa mulai kesal.


"Iya bawel, ya udah sana buruan berangkat ke kantornya, cepetan sana pergi" Alisa sedikit mendorong suami nya yang berdiri di samping nya.


Danu yang bergeser beberapa langkah, karena dorongan istrinya, kembali berdiri di samping istrinya, mengulurkan tangannya, meminta untuk di salim tangannya, selayak nya suami yang akan berangkat kerja, serta istri yang mencium punggung tangan suaminya nya sebelum berangkat kerja.


Namun Alisa menampik tangan suaminya, "Udah gak usah, gak per lu, itu cuma di lakukan oleh pasangan yang saling mencintai, sementara kita tidak, jadi tidak perlu ada drama cium tangan.


Danu Kembali mengulur kan tangan nya, namun lagi-lagi di tampik oleh Alisa "loh gak denger ya aku tadi bilang apa" ucap Alisa menatap tajam pada suaminya.


Danu membalas tatapan istrinya tanpa berkedip, kembali mengulurkan tangannya lagi, "Aku mohon sa, sekali saja, aku ingin" ucap Danu penuh permohonan.

__ADS_1


Alisa tak menggubris ucapan suaminya, hanya menatap suami nya lalu menatap tangan suaminya yang mengulur di depan wajah nya, secara bergantian, lalu membuang muka.


"heh, sudah ku bilang gak perlu, sampai kapan pun kamu mengulur kan tangan mu seperti itu, gak akan ada uluran kembali, jadi lebih baik kamu segera berangkat saja, dari pada tangan mu pegal seperti itu" ucap Alisa acuh, kemudian beranjak dari duduk nya.


Baru saja Alisa melangkah, Danu refleks menarik tangan istri nya, membuat Alisa tersentak tepat di hadapan suaminya, Danu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, secepat kilat memajukan bibirnya, mencium kening istrinya, begitu dalam, seperti tak ingin melepaskan, meski istrinya mulai berontak.


"ih kamu ini apa-apaan sih" Alisa mendorong suaminya, hingga terpental ke lantai, bukan nya meringis kesakitan, Danu malah tersenyum lebar, sementara istri nya, dengan wajah kesal nya, serta menyumpah serapah pada nya, Danu perlahan berdiri, melangkah maju.


"udah stop ya, aku sama sekali gak suka dengan kamu yang memaksa" ucap Alisa begitu kesal menunjuk suaminya nya.


"maaf, dan terimakasih, aku berangkat dulu, assalamualaikum" ucap Danu mengembangkan senyum, kemudian pergi.


"ihhhh... dasar!" Alisa sangat kesal, mengepalkan kedua tangannya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2