
Setelah pindah rumah, sudah menjadi kebiasaan Danu setia pagi sebelum berangkat ke kantor selalu menyiapkan sarapan untuk diri nya serta untuk Alisa.
Jika sedang pulang cepat pada waktu sore hari nya, Danu pun menyempatkan diri untuk membuat makan malam, karena di rumah nya memang belum ada asisten rumah tangga.
Begitu telaten nya Danu, selalu memperhatikan Alisa, meski pun selalu mendapat kan penolakan, tak menggoyahkan sedikit pun usaha Danu, berharap suatu hari nanti, istri nya itu bisa luluh hati nya, atas perhatian yang di berikan Danu pada nya.
.
.
.
Setiap hendak berangkat ke kantor, Danu masuk ke dalam kamar Alisa, memberitahu nya untuk segera turun, sarapan, tentu nya juga selalu berpamitan kepada istri acuh nya itu sebelum berangkat ke kantor.
Ahhhh Danu hanya seperti berpamitan kepada angin saja.
Setelah sampai di kantor, di lobi kantor, Merisa sekertaris Danu, dengan senyum ceriwis nya, sudah menunggu nya dengan beberapa Berkas-berkas harus di tanda tangani oleh Danu.
Sebenarnya sudah sejak lama, sekertaris Danu itu menaruh hati pada nya, hanya saja sikap Danu yang tegas, membuat nya hanya mengagumi dalam diam, apa lagi setelah tahu bos nya itu sudah menikah, pupus lah sudah harapan nya.
"Pak, ini adalah berkas-berkas yang harus bapak tanda tangani, dan nanti siang jam 11 kita ada pertemuan dengan klien di kafe x" ucap Merisa, sekertaris Danu, sambil mensejajarkan langkah nya dengan bos nya itu.
__ADS_1
"Letak kan saja itu di ruangan ku, dan terima kasih sudah mengingat kan".
"Baik pak, sama-sama pak".
Saat sedang memulai rapat nya, sekilas pandang Danu teralih kan kepada wanita yang duduk tak jauh dari tempat nya.
...*******...
Sudah satu bulan sejak pindah ke rumah baru nya, Alias merasa dirinya bosan, Sejenak berpikir apa yang akan di lakukan Nya untuk menghilangkan kejenuhan nya.
"Ahhh, lebih baik aku kafe x saja, dulu di sana aku sering bertemu dengan Andra, semoga hari ini aku bernasib baik bisa bertemu dengan nya, lagian Andra ini juga kemana sih, hilang seperti di telan bumi saja" gumam Alisa, sambil mengambil tas jinjing nya lalu bersiap untuk pergi.
Alisa pun memutuskan untuk pulang.
Danu pun telah selesai, ketika mengedar kan pandangan nya, mencari sosok wanita yang di lihat nya tadi, tapi entah pergi kemana.
"Seperti nya yang duduk di sana tadi itu,,,, seperti Alisa. apa benar itu??? ahhh,,, mungkin aku salah lihat' gumam Danu.
"hari ini apakah masih adi rapat lagi, atau masih ada berkas yang harus saya tanda tangani"??? tanya Danu kepada Merisa, sekertaris nya.
"sudah tidak ada lagi pak, jika ada, nanti saya bisa mengkonfirmasi nya kepada bapak" jawab Merisa.
__ADS_1
"Baik lah kalau begitu, kau kembali saja ke kantor, saya akan pulang cepat" ucap Danu kepada Merisa.
"Baik pak".
Merisa menatap kepergian bos nya itu sampai tak terlihat lagi, baru lah diri nya beranjak kembali ke kantor.
.
.
.
.
.
.
.
...Readers,like,komen,dan vote ya, terima kasih....
__ADS_1