
"Alisa, kau dari mana tadi, seperti nya aku melihat mu di kafe x tapi hanya sekilas, apa benar kau ke sana tadi"? tanya Danu, tapi mendapatkan jawaban.
Alisa beranjak dari duduk nya, menuju kamar nya, berlalu di Danu tanpa menghiraukan pertanyaan suami nya itu.
*
*
*
Terkadang cinta itu menyakitkan, semakin jauh mengejar nya, semakin dalam menelusuri nya, semakin pula cinta itu menyayat hati.
Cinta tak seindah nama nya, bila berani mencintai, maka berani pula menanggung resiko cinta itu, terus dekati, terus meyakini, bahwa cinta itu akan bersemi seiring dengan berjalannya waktu, jangan menyerah, bila tak ingin menjadi lebih sakit, karena kata menyerah akan membuat cinta itu semakin menjauh.
Danu terpaku menatap kepergian istri nya, hingga hilang di balik pintu.
Danu pun kembali ke kamar nya, membersihkan diri.
"Lebih baik aku memasak saja untuk makan malam" ucap Danu, sembari berjalan menuju dapur.
Ya,, Danu bukan hanya jago dalam dunia bisnis, diri nya juga pandai memasak, itu lah salah satu kelebihan nya.
__ADS_1
Danu berkutat di dapur, dengan lihai nya memasak selayaknya seorang chef profesional, Bila biasa nya dapur di gawai seorang lelaki pasti akan sangat berantakan, tetapi tidak dengan Danu, cara memasak nya sangat rapi dan bersih.
Hanya suara dentingan spatula yang mengoseng, suara itu ternyata menarik perhatian Alisa, tanpa sadar Alisa mengikuti sumber suara, yang ternyata berasal dari dapur.
Alisa memperhatikan Danu, yang sedang membuat nasi goreng, "seperti enak, dan aroma nya ummhh ya pasti itu enak" gumam Alisa tanpa sadar memuji masakan suami nya, dengan hanya melihat nya.
Alias memang sanga lapar, sewaku di kafe dirinya tak jadi makan, dan langsung pulang karena merasa kecewa, yang di cari tak kunjung terlihat.
Setelah selesai membuat nasi goreng, Danu merapikan dapur, dan menyajikan nasi goreng buatan nya ke dalam dua piring, ya itu untuk nya dan juga untuk Alisa.
Ketika hendak keluar dari dapur, Danu di kaget kan oleh Alisa yang sedari tadi sudah berdiri menatap nya.
"Ehhhh sa, kau mengangetkan ku saja, kebetulan kau ada di sini ayo kita makan, aku sudah membuat nasi goreng, kau pasti menyukai nya, kau juga pasti sudah lapar kan"
Danu meletakkan dua piring nasi goreng ke meja makan, lalu menarik kursi mempersilakan istri nya untuk duduk, Alisa pun duduk, kemudian mengambil sendok lalu menarik sepiring nasi goreng ke hadapan nya, menyendok nya lalu memasukkan ke mulutnya.
"Emmmmm, tu kan bener yang ku katakan ini sangat enak" celetuk Alisa sambil terus menyendok nasi goreng tersebut ke dalam mulut nya.
seperti tidak menyadari, ada Danu di hadapan nya.
Danu mengembangkan senyum kecil di kedua sudut bibirnya, memperhatikan istri acuh nya itu makan dengan lahap, ahhh,,, seperti orang yang kelaparan saja, kebahagiaan tersendiri di rasakan nya untuk saat ini, ternyata nasi goreng buatan nya sejenak bisa meluluhkan kebekuan istri nya.
__ADS_1
yah mungkin hanya untuk saat ini saja, entah untuk nanti.
...Ting nung... ting nung... ting nung......
ke dua nya di kaget kan dengan suara bel yang berbunyi, entah siapa gerangan yang datang malam-malam begini.
.
.
.
.
.
.
.
Ayo coba tebak, siapa yang datang????
__ADS_1
dan jagan lupa ya dukungan nya untuk saya yang masih baru dan masih belajar ini,
like,komen,dan vote ya, terima kasih.