Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 54


__ADS_3

Saat ini Danu sudah tiba di bandara internasional Kuala lumpur, dengan langkah gontai dia melangkah keluar dari bandara untuk mencari kendaraan yang akan membawanya ke tempat dimana papa nya sekarang berada.


Di sela-sela langkahnya Danu terus melantunkan doa terbaik dalam hatinya untuk wanita luar biasa yang sudah membawanya ke dunia ini tetapi wanita terbaik itu lebih dulu berpulang tanpa pamit kepadanya, semoga tidak terlambat sampai ke pemakaman mama nya. yah, pak Adi memutuskan untuk memakamkan Istrinya di negeri Jiran ini. karena akan memakan banyak waktu jika harus membawanya pulang


Seandainya sebulan yang lalu dia ikut bersama orang tuanya, mungkin Danu masih bisa menyaksikan detik-detik terakhir mama nya menghembuskan nafas terakhirnya. namun dia tidak pergi karena ada satu wanita yang harus dia jaga, Danu sama sekali tidak menyesali dia hanya menyayangkan karena tidak bisa melihat mama nya mengembuskan nafas terakhirnya. yah begitulah hidup, ada yang datang dan ada juga yang pergi.


Danu memberikan beberapa lembar uang kepada supir taksi saat taksi yang ditumpangi nya sudah berhenti di area pemakaman, lalu bergegas keluar dari taksi tersebut.


"Maaf tuan, uang nya terlalu banyak" ucap supir taksi saat Danu hendak membuka pintu mobil.


"Tidak apa-apa pak, ambil saja kembaliannya" jawab Danu.


"Terimakasih tuan" ucap supir taksi sembari mengucap syukur dalam hatinya, karena hari ini warga asing itu adalah penumpang pertama nya seharian ini dan juga memberikan ongkos lebih dari tarif nya.


"Sama-sama pak" jawab Danu lalu keluar dari mobil itu.


.........


"Alisa, ada apa nak? dari tadi mama perhatikan kamu melamun terus" tanya mama Alisa pada putrinya yang terus saja menatap kearah jendela kamarnya.


"Gak apa-apa ma, aku hanya kepikiran saja dengan mama mertua ku. beliau sekarang benar-benar sudah tidak ada dan yang sangat disayangkan kita sama sekali tidak bertemu dengan nya" ucap Alisa tanpa mengalihkan pandangannya menatap jendela kamarnya.


"Jodoh, rezeki dan maut kita tidak pernah ada yang tau kapan itu akan menghampiri. kamu juga harus memberi semangat pada suamimu, dia pasti sangat terpukul sekarang" ucap mama Alisa sebelah tangan nya mengusap lembut bahu putrinya.


"Iya ma" Jawab Alisa menggenggam tangan mamanya yang mengusap bahu nya.


Sebenarnya dia juga merasa kehilangan sosok ibu mertua yang menyayangi nya, bahkan sekarang dia merasa bersalah karena selama ini tidak memberikan apa yang diharapkan ibu mertuanya itu dari awal pernikahannya hingga akhir hayatnya sekarang.


Yah, karena keegoisannya lah dia melakukan itu. seandainya dia bisa seperti suaminya mau saling menerima, mungkin saat ini sudah ada malaikat kecil yang hadir dalam pernikahan mereka. malaikat kecil yang selalu di nanti kehadirannya oleh ke empat paruh baya.


.............

__ADS_1


Dengan langkah cepat Danu menghampiri tempat dimana mama nya akan di makamkan, sebelum datang ke pemakaman Danu terlebih dahulu datang kerumah sakit dan pihak rumah sakit memberi tahu kalau mama sudah di bawa ke pemakaman. sedikit saja dia terlambat dia tidak akan melihat lagi raga mama nya. Danu bersimpuh di tanah Dimana dihadapan nya terdapat keranda sang mama. Pak Adi terkejut melihat kedatangan putranya yang tiba-tiba, pasalnya putranya ini tidak memberi tahu kalau akan datang. dan sebelum nya pak Adi juga sudah memberi tahu akan pesan terakhir Istrinya, dan di yakini putranya tidak akan datang.


Pak Adi menepuk pundak putranya yang bersimpuh di hadapan keranda mama nya dengan tersedu-sedu air matanya mengucur deras membasahi pipinya.


"Nak, ikhlaskan kepergian mama mu. mama pasti akan sedih melihat mu seperti ini" ucap pak Adi yang mata nya juga berembun.


Danu hanya mengangguk, namun tidak menghentikan tangisannya. memang sakit rasanya melihat orang yang Kita cintai pergi meninggalkan kita.


"Papa juga sedih nak kehilangan mama mu, jangan seperti ini nak mama mu tidak akan suka melihat putranya cengeng seperti ini" ucap pak Adi lagi.


Danu meraup wajahnya menghapus air matanya namun masih sesenggukan mungkin karena sudah terlalu lama menangis, dia beralih memeluk erat tubuh kekar papa nya.


"Kamu harus kuat nak, ada amanah mama mu yang harus kau jaga jangan kecewakan mama mu" ucap pak Adi saat putranya sudah mengurai pelukannya.


"Pa, mama pa" ucap Danu sesenggukan.


"Iya nak, kita harus mengikhlaskan mama mu agar mama bisa pergi dengan tenang"


"Maaf tuan, sudah tiba masanya untuk pengebumian" ucap salah satu petugas rumah sakit yang ikut serta.


"Apa saya bisa ikut untuk memakamkan ibu saya?" tanya Danu pada petugas rumah sakit yang akan memakamkan mama nya.


"Sudah tentu boleh tuan, mari segera laksanakan pengebumian ini, tidak baik terus berlengah.'' ucap petugas tersebut lalu mengajak Danu turun ke liang lahat.


Danu menyambut jasad mama nya dengan tangan gemetar, lagi-lagi air matanya berhasil lolos. sungguh dia tidak sanggup melihat mama nya yang sudah terbujur kaku dan terbungkus kain kafan.


Sebelum keluar dari liang lahat, Danu mengusap bagian wajah mama nya dengan lirih mengucapkan sesuatu.


"Ma, maafkan Danu jika suatu hari nanti Danu tidak bisa menjaga amanah mama, tapi akan Danu usahakan sebaik mungkin. dia sangat keras kepala ma"


Danu bersimpuh dihadapan gundukan tanah yang menimbun raga mama nya, tidak ada lagi wanita terhebat yang selalu menasihati nya, yang ada hanya kenangan bersama mama nya yang akan selalu tersimpan rapi didalam ingatannya.

__ADS_1


..........


📲 "Iya halo Sa, kenapa Sa?" tanya Rere di ujung telepon.


📲 "Bisa datang ke rumah mama ku tidak"


📲 "Iya habis dari sini gue sama Dina langsung kesana''


📲 "Emang kalian lagi dim........" Tut Tut. Rere memutus sambungan telepon sebelum Alisa menyelesaikan ucapannya.


"Kebiasaan ni anak awas aja nanti" gerutu Alisa kesal karena Rere memutus sambungan telepon sebelum dia selesai bertanya.


Dengan bantuan tongkat Alisa melangkah menuju kamarnya, saat sampai dikamar Alisa menyapu pandangannya ke sekeliling kamar. biasanya ada pria menyebalkan yang selalu mengikuti kemanapun dia pergi. dan hari ini rasanya berbeda sekali, seperti ada yang hilang. huh, Alisa menepis semua perasaan yang menurut nya aneh itu mungkin tidur bisa menenangkan pikirannya.


Entah sudah berapa lama Alisa terlelap di atas ranjangnya, yah hanya ranjangnya bukan ranjang mereka. Alisa mengerjap saat mendengar suara decakan.


"Oh jadi Lo suruh kita kesini cuma untuk jagain Lo tidur gitu!" Ucap Rere berdecak kesal.


"Eh Re, Din kalian sudah disini" ucap Alisa bangun dari pembaringan nya.


"Iya dan sudah dua jam kita nungguin Lo disini"


"Ya ampun sorry gue ketiduran" ucap Alisa lalu meraih tongkat nya.


""Oh ya Sa, kita turut berdukacita ya atas meninggalnya mama mertua Lo" ucap Dina. mama Alisa memberi tahu mereka saat baru tiba tadi.


"Iya, eh ngomong-ngomong kalian dari mana sih kok rapi begini?" tanya Alisa memperhatikan pakaian kedua temannya.


"Oh ini, kita dari acara pernikahan nya si Andra" jawab Rere.


"Oh" ucap Alisa singkat.

__ADS_1


Akhirnya pria yang pernah mengisi hatinya itu sekarang sudah benar-benar menjadi milik wanita lain.


Kita tidak pernah tau dengan siapa kita berjodoh, manusia hanya bisa berencana namun tetap sang pencipta yang akan menentukan nya. lantas bagaimana dengan Alisa dan Danu, apakah mereka berjodoh? entah lah.


__ADS_2