Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 96


__ADS_3

Danu pun telah selesai menyuapi Istrinya nasi goreng, dan sesekali menyuapi dirinya juga.


"Aku bawa piring nya ke dapur dulu ya" ucap Danu lalu beranjak dari duduknya.


Alisa mengangguk sembari mengeratkan selimutnya.


"Sa, kamu beneran kedinginan?" tanya Danu mengurungkan langkahnya.


"Iya" Jawab Alisa singkat dan tersenyum.


"Aku bawa piring nya dulu sekalian aku buatin teh hangat ya"


Alisa mengangguk.


.


.


.


Di dapur.


Setelah meletakkan piring bekas nasi gorengnya di wastafel, Danu pun membuatkan teh hangat untuk Istrinya.


Sementara di kamar, Alisa terus mengertakan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya dan tersenyum-senyum membayangkan isi paper bag yang diberikan oleh suaminya tiga hari lalu dan baru sempat dia buka.


Lima menit kemudian...


Danu kembali ke kamarnya dengan membawa secangkir teh hangat untuk Istrinya. Saat Danu masuk ke kamar, dia keheranan tidak melihat istrinya di atas ranjangnya dan hanya selimut yang digunakan oleh Istrinya untuk menutupi tubuhnya yang kedinginan, teronggok di atas ranjangnya.


"Alisa... kamu dimana?"Danu berjalan masuk ke kamar sembari memanggil-manggil Istrinya, namun tidak ada jawaban.


Danu pun menuju kamar mandi, barangkali Istrinya itu ada dalam sana pikirnya.


"Alisa.... kamu didalam ya? ini teh hangat nya, aku tunggu disini ya" ucapnya berdiri di depan kamar mandi dengan memegang secangkir teh hangat yang dia buat untuk Istrinya.


JLEB...


Dua tangan lentik melingkar sempurna di pinggangnya dari belakang.


"Alisa... ya ampun kamu bikin aku kaget saja, kamu dari mana sih? aku pikir kamu di WC" ucap Danu memegang tangannya Istrinya yang melingkar di pinggangnya dengan sebelah tangannya, dan sebelah tangannya lagi masih memegang secangkir teh hangat.


"Ayo letakkan dulu teh nya dimeja" Alisa pun menuntun suaminya menuju meja samping ranjangnya untuk meletakkan teh hangatnya, dengan masih memeluk suamimu dari belakang.


Setelah meletakkan teh hangatnya Danu hendak melepaskan tangan Istrinya yang memeluknya dari belakang namun dengan cepat Alisa menahannya dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Kamu kenapa sih Sa?" Danu keheranan karena Istrinya itu semakin mengeratkan pelukannya saat dia hendak melepas tangan Istrinya.


"Aku mau peluk aja, kan aku lagi kedinginan" ucap Alisa tersenyum malu-malu dibelakang suaminya.


"Ya udah kamu lepas dulu, biar aku yang peluk kamu"


"Aku lepas tapi kamu pejamkan matamu ya" Pinta Alisa.


"Untuk apa?" Tanya Danu kebingungan dengan permintaan Istrinya itu.


"Pokoknya pejamkan saja mata kamu" ucap Alisa lagi.

__ADS_1


"Iya deh, nih aku udah penjamin mata aku"


Alisa pun melepaskan pelukannya dari tubuh suaminya. "Sekarang balik badan, tapi jangan buka mata nya dulu"


"Iya" Danu pun membalikkan badannya dengan memejamkan matanya.


"Aku hitung sampai tiga baru kamu buka mata"


Satu.... dua.... tiga....


Danu pun membuka matanya, dan yang dia lihat pertama kali...


Didepannya sekarang, Istrinya berdiri tersenyum lebar dengan mengenakan lingerie yang dia tau itu adalah pemberiannya tiga hari lalu.


"Alisa.... kamu?" Danu tercengang, matanya membulat sempurna melihat penampilan Istrinya sekarang.


Dengan cepat Danu menutup pintu kamarnya yang tidak dia tutup tadi saat masuk membawa teh hangat.


Alisa tersenyum melihat tingkah suaminya. "Kenapa gitu banget mau tutup pintunya?"


"Takut ada yang lihat kamu, lihat baju yang kau pakai itu transparan"


Alisa terkekeh..."Kamu lupa ya, kalau dirumah ini hanya ada kita berdua?" Ucap Alisa lalu melangkah memeluk suaminya.


Deg..deg...deg..


"Ya ampun.. kenapa detak jantung mu begitu cepat, kamu sakit?" Alisa mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.


"Ak-u aku... aku tadi hanya kaget saja" ucap Danu gugup.


"Takut ada yang melihat kamu, makanya aku cepat-cepat tutup pintunya."


'Ya ampun Danu... kenapa kamu jadi gugup begini sih' batinnya.


Alisa terkekeh lagi mendengar ucapan bodoh suaminya itu" Maaf ya aku baru paper bag nya, dan ternyata isi nya lingerie dan aku baru memakainya sekarang. Maaf" ucap Alisa lalu memeluk suaminya lagi, kali ini bukan dari belakang lagi.


Dan Danu semakin gugup, saat dua benda yang terasa kenyal menempel di dada bidangnya.


"Alisa... apa artinya ini?"


"Maaf juga aku tidak bilang kalau sebenarnya aku sudah selesai PMS empat hari lalu."


"Kamu jahat sekali, menyiksa suamimu ini" Danu gemas mengacak-acak rambut Istrinya yang memeluknya.


"Maaf, aku lagi gak enak badan soalnya beberapa juga kepada aku sedikit sakit"


"Ya udah, sekarang kamu istirahat dulu biar enakan" Danu membawa istrinya menuju ranjangnya.


"Kamu gak mau coba?" ucap Alisa, kini sekarang dia sudah duduk berhadapan di tepi ranjang bersama suaminya.


"Coba apa?"


Alisa melihat lingerie yang di pakai nya. "Sayang loh lingerie nya kalau cuma aku pake tidur doang"


"Maksud kamu?"


"Kamu beneran bodoh atau gimana sih! Terus kamu belikan aku lingerie ini untuk apa? masa iya cuma aku pakai tidur" ucap Alisa ketus, dia kesal dengan suaminya seperti orang bodoh.

__ADS_1


Danu terkekeh. "Iya aku tau, apa artinya sekarang kamu sudah siap?" Tanyanya, matanya memicing.


Alisa tersenyum lalu mengangguk.


"Beneran nih? aku gak maksa loh, kalau kamu belum siap ya gak apa-apa kan kamu lagi gak enak badan juga"


"Gak apa-apa kok, aku udah mendingan sekarang kan kamu udah pijitin kepala aku tadi"


"Beneran udah siap ya?"


"Iya" Alisa meraih tangan suaminya. "Maaf..."


"Maaf untuk apa? nah kan, kalau masih masih gak enak badan mendingan kamu istirahat aja. Aku gak apa-apa kok"


"Bukan itu, aku minta maaf karena dulu.....


"Sttttt." Danu meletakkan jari telunjuknya di bibir Istrinya. "Udah, gak usah ngomong yang dulu lagi. Aku udah ikhlas kok, tapi kalau untuk sekarang jangan harap kamu bisa menghindar lagi. Sekarang aku membebaskan kamu, karena kamu lagi sakit. Tapi lihat saja nanti kalau kamu sudah sehat, aku gak akan memberi ampun lagi" ucap Danu terkekeh dan Alisa pun ikut terkekeh.


Kedua sama-sama tidak menyangka kalau akan sampai pada titik ini.


"Sekarang juga gak apa-apa kok, aku beneran udah enakan kok badan aku. Aku gak mau menumpuk dosa aku lagi, karena tidak memberikan hak mu lagi" ucap Alisa dengan wajah yang menghiba.


Danu tersenyum. "Tau juga kamu kalau itu dosa"


"Iya aku benar-benar minta maaf, seharusnya aku dulu tidak begitu egois, seharusnya dulu aku tetap memberikan hak mu walaupun aku tidak mencintaimu karena kamu adalah suami ku.


"Aku juga dulu pasrah, aku juga tidak mau memaksakannya karena aku pikir hanya wanita penghibur yang melakukannya tanpa cinta. Aku sabar menunggu sampai kamu sendiri yang akan datang padaku, tapi kenyataannya malah lain, kita malah berpisah"


"Aku minta maaf"


"Jadi, apa sekarang kamu sudah mencintai ku?"


"Mungkin dari dulu aku sudah mencintaimu, hanya saja aku yang begitu egois dan tidak menyadari perasaan ku sendiri, aku benar-benar merasa kehilangan waktu itu"


.


.


.


Dan kini, lingerie yang baru beberapa menit yang lalu dikenakan Alisa sudah teronggok di atas lantai.


.


.


.


.


.


.


Halooo baru up hari ini. kemaren gak up karena sedikit urusan. tinggal beberapa BAB lagi bakalan tamat.


like komen nya don't forget 🙏🙏🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2