Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 32


__ADS_3

Danu menatap Istrinya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya, hampir tak mengenalinya, beberapa bulan bersama, untuk yang pertama kalinya, melihat Istrinya sangat berbeda, tidak seperti biasanya, kebanyakan Istrinya itu hanya mengenakan kaos dan jeans, sementara untuk wajahnya, hanya sedikit polesan bedak, serta pelembab bibir.


Begitulah Alisa, sederhana, "Tak salah Aku mempertahankannya" batinnya, matanya hampir saja tak berkedip.


"Biasa aja kali ngeliatin nya"


Suara ketus Alisa membuyarkan Danu.


"Eh iya, ayo kita berangkat sekarang, Mama sudah menunggu kita" Danu berdiri melangkah keluar dengan diikuti Alisa yang sebelumnya keduanya telah berpamitan pada Rere.


"Eh Mas Danu, tunggu sebentar" Rere memanggil Danu.


Danu yang tinggal beberapa langkah mencapai pintu, kembali berbalik, "Ya ada apa Re?"


"Itu Mas, Aku minta nomor telepon Mas ya"


Danu pun memberikan nomor teleponnya pada Rere, mengerti, itu untuk memudahkan Rere memberikan informasi Padanya.


"Ih apaan sih Rere, buat apa coba, minta nomor telepon segala, dan apa Dia bilang tadi, Mas, iewwww" Alisa mencibir dalam hatinya.


"Terimakasih Mas, hati-hati dijalan ya Mas, Sa". dan di angguki oleh Danu, sementara Alisa langsung keluar, tak memperdulikan kedua manusia yang menyebalkan itu, menurutnya.


Setelah mobil Danu melaju membelah jalan di keramaian malam Ibukota, sesekali Dia melirik Istrinya, yang tengah sibuk dengan ponselnya, ternyata Dia tidak menyadari jika Istrinya itu sangat cantik, bagaimana tidak, Alisa selalu menampilkan Dirinya yang biasa saja.


dan Dia hanya sibuk memperhatikan kebutuhan Istrinya saja, serta usaha untuk meluluhkan hati Wanita yang keras itu.


"Sa"


"Hem" Masih sibuk dengan ponselnya, entah ada apa didalamnya.


"Kamu cantik" Senyum manis tersungging dari wajah tampan itu.


"Gak usah sok memuji, gak mempan"

__ADS_1


"Hei apa maksudmu, Aku hanya mengatakan yang sejujurnya"


"Terserah, diam lah, fokus saja menyetir, Aku tidak ingin mati konyol gara-gara Kau"


"Ok baiklah, tapi Kau memang cantik, Aku tidak bohong"


Alisa membuang muka kearah jalan disampingnya, ingin sekali rasanya Dia melompat saja keluar dari mobil itu.




Alisa memejamkan matanya, tak ingin melihat wajah yang selalu memperlakukannya dengan baik, wajah yang juga membuatnya kesal, entah kenapa?.


Hingga tanpa Dia sadari mobil yang Dia tumpangi itu sudah terparkir didepan rumah Mertuanya.



"Sa, kita sudah sampai, Kau tidur?" ucap Danu menjulurkan kepalanya, melihat ke Istrinya itu benar tertidur, atau pingsan lagi, hah pingsan, itu katanya saja.




"Aww" Alisa meringis sambil mengelus keningnya, "Kamu kenapa sih, selalu saja buat Aku kesal" Namun kekesalannya tak digubris oleh Suaminya yang langsung turun dari mobil, berputar dari depan mobil hingga kesamping Istrinya, lalu membukakannya pintu mobil.



"Ayo turun" Danu mengulurkan tangannya, namun ditepis oleh Alisa.



"Minggir, Aku bisa keluar sendiri"

__ADS_1



"Apa Kau lupa Kita sedang dimana?"



"Aku tau, kenapa memangnya"



"Kurasa Kau lebih mengerti, dan sekarang bukan waktunya untuk berdebat"



Alisa pun mengerti apa yang dimaksud oleh Suaminya itu, lalu menerima uluran tangan itu, menggenggamnya, sedikit menarik untuk membantunya keluar.



Saat sudah berdiri disampingnya Suaminya, Alisa terperangah, ketika Suaminya memintanya untuk menggandeng sebelah tangannya.



"Mari kita mulai lagi, memainkan peran Kita, dan akan Ku pastikan, kali ini Aku akan memainkan peranku dengan sangat baik" Danu tersenyum sinis sambil menatap pintu Rumah yang beberapa saat lagi akan dimasukinya, Rumah Orang Tuanya, "Begitu juga dengan Kau"



Sementara Alisa, dadanya semakin bergemuruh, detak jantungnya seakan berdetak dua kali lebih cepat, sembari mengikuti langkah Suaminya yang menggandeng tangannya begitu erat.



Ting nung ting nung ting nung...


__ADS_1


Ceklek.


__ADS_2