Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 51


__ADS_3

Selama diperjalanan pulang, Alisa maupun Danu sama-sama tidak ada yang bersuara.


Hingga saat mobil mereka melewati cafe yang dulu sering didatangi oleh Alisa dan Andra, Alisa terus menatap cafe itu sampai mobil yang di naikinya menjauh.


Danu yang memperhatikan Istrinya terus menatap cafe yang baru saja mereka lewati dan beranggapan kalau Istrinya itu sedang lapar dan ingin makan di cafe itu.


Lalu Danu memutar balik mobil nya menuju cafe itu.


"Eh kenapa putar balik?'' tanya Alisa saat mobil yang dinaiki nya berputar Balik arah.


Danu diam saja tak menjawab pertanyaan Istrinya, dia terus fokus dengan kemudi nya.


Alisa celingukan saat mobil yang di naikinya sudah berhenti di depan cafe itu.


"Loh, kenapa kesini?" tanya Alisa bingung.


"Tadi aku lihat kau terus saja memperhatikan cafe ini saat kita melewati nya tadi, jadi aku pikir kau sedang lapar dan ingin makan disini. ya jadi kita kesini". jawab Danu sambil melepas seatbelt nya.


Alisa mendengus, "Sok tau!" ucapnya ketus.


"Oh jadi kau tidak lapar?" tanya Danu.


"Iya, dan sekarang ayo cepat pulang!" jawab Alisa.


"Ok kalau kau tidak lapar, tapi aku sedang lapar sekarang. karena rumah masih lumayan jauh dan berhubung kita sudah disini, lebih baik kita makan dulu ya" ucap Danu.


"Tapi aku tidak ingin makan!"


"Kalau kau tidak ingin makan, ya temani aku saja ya. aku benar-benar sudah sangat lapar!, sebentar saja ya". Danu memohon.


"Kau makan saja sana, aku tunggu di mobil saja!"


"Gak bisa dong Sa, aku gak akan bisa makan dengan tenang didalam sementara meninggalkanmu di mobil sendirian".


"Aku gak akan kenapa-kenapa disini, sudah sana cepat masuk. nanti kau sakit perut lagi karena kelaparan"


"Kau mengkhawatirkan aku Sa"


"Jangan kepedean ya, kau mau makan apa tidak sih, kalau tidak ayo sekarang kita pulang!"


"Aku mau makan Sa"


"Ya sudah cepetan sana!"

__ADS_1


"Tapi kau ikut masuk ya Sa"


"Gak ya enggak, aku mau di mobil aja!"


Danu mencari cara agar Alisa mau ikut dengannya masuk ke dalam cafe, mungkin dengan cara menakut-nakuti nya mungkin.


"Tapi Sa, gimana nanti kalau ada preman yang datang mengganggu mu"


"Hah, mana mungkin ada preman disini"


"Siapa tau aja kan Sa, tiba-tiba ada preman yang datang. terus liat ada wanita cantik di dalam mobil ini, terus preman itu nekat pecahin kaca mobil ini, terus preman itu gangguin kamu gimana Sa".


Alisa bergidik ngeri mendengar kalimat-kalimat yang di ucapkan suaminya.


"Uhhhh, ya uda ayo cepetan masuk"


"Yes" Danu tersenyum puas berhasil menakut-nakuti istrinya.


Danu segera turun dari mobil, menuju bagasi mobil nya dan mengeluarkan kursi roda Istrinya dari dalam bagasi.


Lalu Danu membuka pintu mobil untuk menurunkan Istrinya dari mobil kemudian mengangkat nya dan mendudukkan nya di kursi roda nya.


Dengan langkah riang sambil bersenandung Danu memasuki cafe sambil mendorong kursi roda yang membawa istrinya ikut serta, Danu merasa senang sekarang Istrinya sudah mau bicara padanya. ya walaupun kata-kata nya sedikit kasar, itu tidak masalah bagi Danu. yang terpenting dia bisa selalu bersama istrinya, itu sudah lebih dari cukup baginya.


"Nah itu ada yang kosong" ucap Danu lalu melangkah lagi sambil mendorong kursi roda Istrinya menuju meja yang tidak berpenghuni, tak jauh dari meja itu nampak sepasang wanita dan pria sedang bercanda dan sesekali sambil cekikikan. entah keseruan apa yang mereka bicarakan?.


Setelah mencapai meja yang di tuju, Danu mengangkat Istrinya dari kursi roda nya lalu mendudukkannya di bangku yang sama dengan nya. setelah itu Danu memanggil pelayan untuk memesan makanan.


" silahkan, ini menu nya mau pesan apa?" tanya pelayanan setelah menyodorkan buku menu.


"Saya pesan spaghetti saja dan minum nya jus jeruk''


"Baik, dan Mba nya gak pesan?" tanya pelayan beralih menanyai Alisa.


"Saya cappucino aja"


"Gak pesan makan Sa" tanya Danu.


"Enggak, kan aku uda bilang tadi kalau aku gak lapar" jawab Alisa ketus.


"Ya udah Mba pesan yang itu aja" ucap Danu pada pelayan.


"Baik, mohon di tunggu ya pesanan nya" ucap pelayan.

__ADS_1


"Awww sakit Din" Danu meringis sambil mengusap lengannya yang dicubit oleh Dinda.


"Abis nya kamu ngeselin sih" ucap Dinda lalu memanyunkan bibirnya, kesal karena Andra terus menanyai tentang masa lalu nya.


Alisa mengangkat pandangan nya mencari sumber suara yang sudah tak asing lagi di telinga nya, ternyata suara itu berasal dari meja yang dengan sepasang wanita dan pria duduk membelakangi meja mereka. jadi Alisa tidak bisa melihat siapa pemilik suara itu, Alisa jadi penasaran. masa iya, ada dua orang berbeda dengan suara yang sama!"


"Eh ngeselin kenapa sih, aku kan cuma nanya kok marah sih?"


"Ya kamu masa nanyain nya masa lalu orang, emang nya gak ada pertanyaan yang lain apa?"


"Ya tadi kan aku uda cerita, ya gantian dong giliran kamu lagi yang ceritanya!"


"Emang aku tadi nanya apa?, enggak kan! Kamu sendiri yang cerita aku mah cuma jadi pendengar yang bijak aja".


Tak lama kemudian pelayan yang membawa pesanan Alisa dan Danu datang, lalu meletakkan pesanannya di meja. "Silahkan dinikmati hidangannya Mas dan Mba nya" ucap pelayan.


"Terimakasih Mba" ucap Danu pada pelayan.


"Sama-sama" jawab pelayan lalu undur diri.


"Sa, aku suapin ya aaa...?" ucap Danu menyodorkan sesendok spaghetti tepat di depan mulut Alisa.


"Ya ampun, kamu dengar gak sih? aku bilang aku gak mau makan!"


"Ini enak loh Sa" ucap Danu menyuapi sendiri mulutnya.


Alisa tak menjawab, Dia meraih gelasnya yang berisi cappucino lalu meminumnya.


"Ya udah jangan manyun ah, jelek tau" ucap Andra mengolok Dinda.


"Tu kan, sekarang malah ngatain aku lagi!" Dinda kembali menyerang Andra dengan cubitan, kali ini bukan hanya di lengan tapi juga di paha dan di pinggang Andra.


"Aw aw aw sakit Din, iya iya ampun!" Andra langsung berdiri dari duduknya karena mendapat serangan tiba-tiba dari Dinda.


Lagi-lagi Alisa mendengar suara itu, suara yang sudah tak asing lagi ditelinga nya. Alisa menoleh kearah meja dimana asal suara itu berada, dan mendapati Andra berdiri meringis mengelus bagian tubuh nya yang di cubit oleh Dinda.


"Andra...." batin Alisa. "kau cepat habiskan makanan mu, aku mau pulang!" ucap Alisa pada Danu.


"Iya, ini tinggal sedikit kok" jawab Danu dengan mulut yang penuh.


"Kenapa harus bertemu dengan nya lagi disini" batin Alisa.


"Alisa...

__ADS_1


__ADS_2