Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 92


__ADS_3

Disepanjang perjalanan pulang. Alisa masih saja meringis karena bokongnya yang sakit karena ulah calon suaminya itu yang tiba-tiba menghempaskan tubuhnya ke sofa. Rasanya seperti patah tulang saja.


"Enak? besok-besok gigimu yang aku rontokkan, kalau masih bicara sembarang. Kalau perlu, mulutmu itu yang aku jahit biar sekalian tidak bicara lagi!"


Alisa diam tidak menggubris ocehan pria yang sudah menghempaskan tubuhnya hingga bokongnya sakit, sungguh dia benar-benar kesal dibuat olehnya.


"Antar aku ke kost-an saja, besok pagi-pagi harus kekantor''


"Tidak! tidak perlu ke kantor, aku akan mengantarmu pulang kerumah papa Herman"


"Tapi Rere dan Dina ada disana"


"Biarkan saja mereka berdua, kau tidak perlu ke kost-an itu dan tidak perlu ke kantor. Titik!" Ucap Danu tak ingin dibantah.


"Apa kau lupa dengan perjanjian kita? kalau aku tetap akan bekerja walaupun kita sudah menikah" Ucap Alisa mengingatkan.


"Tidak, aku tidak lupa."


"Kalau begitu, kenapa melarang ku kekantor?"


"Aku tidak melarangmu, apa kau bisa duduk seharian di kantor dengan bokong mu yang sakit itu? Pokoknya jangan membantah! mulai dari sekarang kau harus belajar untuk mendengarkan kata-kata ku karena aku calon suamimu, apa kau mau jadi istri durhaka nanti jika terus membantahku? Oh tidak, aku tidak akan membiarkan itu, aku tidak akan bodoh dengan terus menurutimu. Iya, aku harus menjadi orang pintar, masa iya seorang Danu Sanjaya bisa dikalahkan oleh wanita. Hah, yang benar saja? itu tidak akan terjadi, tidak!"


Alisa hanya melongo mendengar setiap kata-kata yang diucapkan oleh calon suaminya itu, entah apa yang terjadi dengan pria itu tiba-tiba bicara sebanyak itu dengan lancar tanpa terjeda seolah takut akan ada yang menyela ucapannya.


Disepanjang perjalanan. Danu terus saja berceloteh hingga mobil yang dikendarainya sudah terparkir didepan rumah calon mertuanya, rumah yang dulu menjadi saksi pernikahan hampanya.


"Sudah sampai, sana turun. Ingat langsung masuk jangan keluyuran!'' Ucap Danu memperingati.


"Bagaimana aku bisa keluyuran kalau bokong ku sakit seperti ini, ini semua gara-gara kamu"


"Itu juga gara-gara kamu, karena bicara sembarangan" Ucap Danu tak mau kalah.


.


.


.


"Heh Alisa, kenapa jalan mu seperti itu? Tanya pak Herman yang melihat putrinya berjalan tertatih-tatih kala melewatinya yang masih duduk diruang tamu.

__ADS_1


"Sakit pa"


"Sakit?" pak Herman menjadi curiga melihat cara berjalan putri nya seperti...."kemana tadi Danu membawa mu?" tanyanya kemudian.


"Kerumah yang baru dia beli pa, rumah yang katanya untuk kami tempati nanti setelah menikah" jawab Alisa yang masih saja meringis menahan sakit, dan itu semakin membuat pak Herman curiga.


"Kalian kesana berdua saja? tanya pak Herman lagi untuk mengumpulkan bukti kecurigaannya.


"Aduh papa, kan kita memang berdua perginya tadi"


"Apa? eh em... apa Danu disana berbuat sesuatu padamu?" tanya pak Herman hati-hati.


"Iya pa, dia itu kasar sekali sampai aku kesakitan begini" dan jawaban Alisa itu membuat pak Herman terperangah kaget, kecurigaannya semakin kuat.


"Apa?!! ya ampun, ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus menemui Adi sekarang untuk menyelesaikan ini" Pak Herman dengan terburu-buru pergi untuk menemui sahabatnya itu.


☘☘☘☘


"Apa...?" pak Adi pun sama terkejutnya mendengarkan penjelasan calon besannya itu.


"Ya ampun Man, baru beberapa jam yang lalu kita membicarakan itu. Tapi sekarang kekhawatiran ku itu malah terjadi" Pak Adi tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh putranya.


"Terus sekarang bagaimana Di? tanya pak Herman meminta penjelasan.


Pak Adi benar-benar tidak menyangka bahwa putranya berbuat hal seperti itu, kekhawatirannya yang baru beberapa jam itu sekarang sudah terjadi. Apalagi yang bisa dilakukan selain menikahkan Danu dan Alisa secepatnya.


.


.


.


"Apa pa? menikah malam ini? Alhamdulillah, terima kasih pa. Papa sudah mengabulkan keinginanku, sekali lagi terima kasih pa" Danu begitu bahagia karena malam ini dia akan menikah dengan wanita yang sudah sejak lama dia cintai.


Danu tidak tau kenapa dia dinikahkan mendadak malam ini, tapi apapun itu Danu sangat bersyukur karena tidak perlu menunggu tiga bulan untuk menikahi mantan istrinya itu.


"Tidak sia-sia aku membawa Alisa kerumah itu, ternyata dengan begitu malam ini akhirnya kita akan menikah juga.


"Dasar anak kurang ajar! bisa-bisanya kamu begitu bahagia atas apa yang sudah kamu lakukan''

__ADS_1


"Tentu aku bahagia pa, ternyata mudah sekali membuat wanita keras kepala itu luluh kepada ku. Hanya dengan sekali membawanya ke rumah itu dan malam ini kami akan menikah, wah Danu hebat sekali! kenapa tidak dari dulu saja kau memikirkan itu"


'Alisa, ternyata kau menyukai rumah itu sehingga kau meminta dinikahi malam ini juga. Pasti kau tidak sabar untuk tinggal dirumah itu.,' itulah yang ada dipikiran Danu sekarang.


Lain lagi yang dipikirkan oleh pak Adi, dia benar-benar tidak habis pikir putranya itu terlihat bahagia atas apa yang sudah dilakukannya dengan mantan istrinya itu. Hanya karena tidak sabar untuk menikahinya kembali, putranya itu sampai berbuat sesuatu yang terlarang.


.


.


.


Kalau Danu begitu bahagia akan menikah malam ini, tapi tidak dengan Alisa. Dia sangat terkejut dengan keputusan papa nya itu yang tiba-tiba.


Bagaimana tidak terkejut? bukankah sudah diputuskan bahwa pernikahannya tiga bulan lagi, dan apa sekarang? tiba-tiba papa nya mengatakan akan menikahkannya malam ini juga.


"Gak bisa gitu dong pa, kan sudah diputuskan pernikahannya tiga bulan lagi. Terus sekarang kenapa jadi mendadak begini sih?" Alisa yang tidak tau penyebabnya tentu saja dia protes.


"Pokoknya nya malam ini kalian akan menikah, titik! ini salah kalian juga kenapa berbuat begitu"


"Apa sih maksud papa? berbuat apa?" Alisa kebingungan dengan ucapan papa nya.


"Ah sudahlah, dipaksa bicara pun kau juga tidak akan mengaku dengan apa yang sudah diperbuat oleh Danu padamu dirumah itu"


Sejenak Alisa berpikir dengan apa maksud dari ucapan papa nya itu.


Berbuat begitu?


Diperbuat oleh Danu?


Dirumah itu?


"Ah masa hanya karena dia mendorongku ke sofa sampai bokong ku sakit kita harus dinikahkan malam ini? tidak masuk akal" itulah yang dipikirkan Alisa sekarang.


"Bagaimana? sudah tau apa penyebabnya kalian akan menikah malam ini?"


"Iya pa, tapi kurasa kalau hanya seperti itu tidak perlu dipertanggungjawabkan sampa harus menikah juga kan? itu cuma hal biasa pa''


"Apa, hal biasa katamu? ya ampun Alisa, kalau kalian sudah menikah dan itu terjadi ya tidak masalah. Dan yang jadi masalah itu, karena Danu melakukannya sebelum kalian menikah jadi dia harus mempertanggungjawabkan nya malam ini juga!"

__ADS_1


"Ya ampun pa, aku gak masalah kok. Aku yakin dia tidak sengaja melakukannya, aku gak apa-apa pa."


"Sudah Alisa cukup! papa tidak akan mendengarkan mu kali, malam ini juga kalian harus menikah dan Danu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Lagian apa bedanya sekarang dan tiga bulan lagi, toh Danu juga sudah melakukannya"


__ADS_2