Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 49


__ADS_3

"Sa.." ucap Danu perlahan membuka pintu kamar.


Sementara Alisa langsung menoleh kearah pintu yang perlahan terbuka, dengan cepat pula Dia memutar kursi rodanya mengarah ke jendela karena merasa enggan untuk melihat siapa yang masuk kedalam kamarnya.


"Sa, Kau tidak lelah duduk dikursi roda, mau Aku bantu naik ke ranjang sini" ucap Danu lagi.


"Gak, Kau tolong panggilkan Mama saja"


"Biar Aku saja ya yang membantumu, gak usah panggil Mama."


"Pokoknya cepetan panggil Mama sekarang!" ucap Alisa ketus dengan masih mengarah ke jendela membelakangi suaminya.


"Sa, Apa nanti kata Mama kalau Aku memanggilnya hanya untuk membantumu naik ke ranjang"


"Ihhh" Alisa menggeram, sebenarnya Dia memanggilnya Mamanya karena sedang ingin buang air kecil. "tolong panggilkan Mama sekarang atau Aku nanti bisa pipis disini!" ucapnya lagi, Alisa benar-benar sudah tidak tahan lagi.


Danu tercengang "Oh, Kau ingin buang air kecil. ayo biar aku bantu kekamar mandi."


"Kau ini mengerti tidak sih, Kau panggilkan Mama!".


"Gak usah panggil Mama, biar Aku saja ya. Aku kan suamimu, jadi tidak masalahkan?".


"Kau..."


Danu terkekeh, mengerti apa yang dikhawatirkan oleh Istrinya. "Kau tenang saja, Aku tidak akan melihat apapun. aku akan menutup mataku nanti, Ok. jadi Kau menurut saja, daripada Kau benar-benar pipis disini karena Aku tidak akan memanggil Mama!"


"Kau...., auww, eh lepas" Alisa memekik saat tiba-tiba saja Danu menggendongnya lalu segera masuk kedalam kamar mandi.


"Eh turunkan Aku sekarang, jangan kurang ajar ya!"


"Siapa yang kurang ajar, Aku?, ucap Danu menunjuk wajahnya sendiri, saat sudah mendudukkan Alisa diatas kloset duduk.


"Memangnya siapa lagi yang ada disini selain Kau!"


Lagi-lagi Danu terkekeh, "Yang kurang aja itu Kau, Kau yang dari tadi terus saja menggerutu pada suamimu ini. bukan berterima kasih karena Aku sudah membantumu kekamar mandi, eh kau malah mengataiku kurang ajar, yang benar saja". Danu berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, serta senyuman yang merekah dibibir nya.


"Terserah kau mau bilang apa?, sekarang cepat lah keluar dari sini!".


"Kalau Aku keluar, siapa yang akan membantumu?"


"Aku hanya tidak bisa berjalan, jadi bukan berarti semuanya Aku juga tidak bisa. ih cepetan keluar sana!"


"Aku akan menghadap pintu, Aku janji tidak akan mengintip!"


"Kau... kenapa susah sekali diberitahu. kau mau keluar atau..." Alisa mengarahkan shower kearah Danu, ingin menyemprotkannya jika Danu tak segera keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Ok Ok Aku keluar, Aku akan menunggu didepan pintu. teriak saja kalau sudah selesai ya". Danu pun segera keluar.


"Dasar menyebalkan" gerutu Alisa saat Danu sudah hilang dibalik pintu kamar mandi.


Diluar kamar mandi, Danu bersender pada dinding kamar mandi sambil mensidekapkan kedua tangannya didada. senyumnya masih belum hilang mengingat tingkah Istrinya tadi yang menggerutu padanya.


Tiba-tiba saja senyumannya menghilang saat ingatannya kembali pada saat dimana Dia selalu mendapat penolakan dari Istrinya.


"Eh kok Alisa lama sekali ya, kan cuma buang air kecil saja".


Tok tok tok... "Alisa, Kau sudah selesai belum?, kenapa Lama sekali?". tidak ada jawabannya dari dalam sana, membuat Danu semakin kencang mengetuk pintunya. tapi tidak mungkin kan Alisa tidak mendengarnya".


Lagi. tok tok tok... "Alisa apa masih lama?." teriak Danu lagi.


Sementara didalam kamar mandi, bukannya Alisa tidak mendengar panggilan Suaminya, Dia sengaja tidak menjawab. karena sekarang Dia sedang berusaha untuk berdiri sendiri, Dia tidak ingin terus-terusan dibantu oleh suaminya. Dia risih diperlakukan seperti itu.


"Awww"


Alisa memekik pelan sambil mengelus kedua lututnya, Dia terjatuh saat berusaha untuk berdiri. Dia sengaja tidak berteriak, Dia ingin berusaha sendiri tanpa bantuan suaminya.


Diluar pintu kamar mandi, Danu mulai gelisah. sudah hampir 30 menit Istrinya itu berada didalam kamar mandi, tidak mungkin kan hanya buang air kecil sampai selama itu. Danu mulai merasa ada yang tak beres, apalagi Alisa tidak menjawab panggilannya.


"Alisa kenapa lama sekali, Aku masuk ya?"


"Ah aku masuk sajalah dari pada gelisah disini".


Saat Danu sudah masuk kedalam kamar mandi, matanya langsung tertuju pada Istrinya yang sudah terduduk dilantai. dengan langkah cepat Dia menghampiri Istrinya, lalu mengangkat tubuh istrinya segera keluar dari kamar mandi.


Danu meletakkan tubuh istrinya diatas ranjang dengan sangat hati-hati, seperti sedang menaruh benda berbahan kaca yang mudah pecah jika tidak hati-hati meletakkannya.


"Ke..." Ucapan Danu terhenti saat ponselnya berdering.


📲


"Iya halo Rere, ada apa menelpon?".


Alisa mengerutkan keningnya mendengar nama temannya disebut, ada apa Rere menelpon suaminya.


📲


"gak apa-apa Mas, cuma mau tanya keadaan Alisa saja''


📲


"Oh Alisa, Alhamdulillah Dia sudah baikan.dan juga sudah pulang dari rumah sakit, dan sekarang Aku dan Alisa berada dirumah Papa dan Mamanya Alisa".

__ADS_1


Danu melangkah menjauh dari sisi ranjang menuju balkon kamarnya saat masih melanjutkan obrolannya dengan Rere, tindakannya itu membuat Alisa heran. ingin sekali Dia menguping apa yang dibicarakan suaminya dengan temannya itu, namun apa daya, berdiri saja Dia tak mampu.


📲


"Oh, Aku kira Mas dan Alisa pulang kerumah kalian sendiri".


"Alisa yang meminta pulang kesini, mungkin Dia butuh banyak dukungan karena keadaannya sekarang. kalau disini kan ada Papa dan Mamanya, jadi Alisa tidak akan kesepian".


📲


"Oh begitu, ya sudah ya Mas. Aku cuma mau nanya itu aja, soalnya tadi Aku menelpon Alisa tapi ponselnya tidak aktif".


📲


"Mungkin baterainya habis"


📲


"Ya udah Mas, salam untuk Alisa ya, nanti kapan-kapan Aku dan Dina pasti akan menjenguk Alisa kesitu".


📲


"Iya terima kasih karena sudah perduli pada Alisa"


📲


"Sama-sama Mas, assalamualaikum"


📲


"Waalaikumsalam".


Setelah sambungan teleponnya dengan Rere terputus, Danu kembali menghampiri Istrinya. sudut bibirnya terangkat melihat istrinya yang sudah bersender dikepala ranjang, yang sebelumnya Dia membaringkannya. Dia heran melihat istrinya seperti menatapnya curiga. Alisa menatap suaminya bergantian menatap ponsel yang masih ditangan suaminya. Danu yang sudah tanggap kenapa Istrinya itu seperti sedang terlihat curiga padanya segera memulai pembicaraan.


"Ini tadi Rere yang menelpon" ucap Danu, namun Alisa tak menggubris ucapan suaminya, Dia masih menunggu apa yang akan diucapkan suaminya selanjutnya.


"Rere tadi menanyakan keadaan mu, Dia juga menitip salam untukmu". sambungnya lagi.


"Kenapa tidak langsung menelponku saja, kenapa harus menelponmu?


"Rere tadi sudah menelponmu, tapi katanya ponselmu tidak aktif jadi Dia menelponku"


Alisa pun meraih ponselnya yang berada diatas meja disamping ranjangnya, dahinya mengerut mendapati ponselnya benar-benar mati. jadi kecurigaannya tidak berdasar, tapi untuk apa juga Dia curiga pada suami yang tidak pernah dianggapnya.


Danu terkekeh, "Kalau cemburu bilang saja" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2