
Sesungguhnya begitu beruntung Alisa, Dicintai oleh pria yang dijodohkan dengannya. Pria yang berbaik hati mencintai meski tau apa yang akan didapatkannya. penolakan, Danu sama sekali tidak keberatan. Bahkan Dia rela menutupi semua cela Istrinya. Baginya, pernikahan itu hal yang sakral, hanya sekali seumur hidup. Selagi masih bisa, Dia akan terus berusaha. meski memperjuangkan hati yang sekeras batu pun akan dilakukannya.
Lantas Bagaimana jika hati itu tetap beku?, Tentu Dia tidak akan menyerah, pasti ada banyak cara untuk meluluhkannya. Kekuatan cinta, itulah yang menjadi pedomannya saat ini.
"Permisi Pak, ini saya bawakan makanan untuk pasien" ucap Perawat.
"Oh iya, Terima kasih"
"Mau Saya bantu menyuapi Istri bapak?" tanya Perawat.
"Terimakasih Suster, Biar saya saja Sus yang menyuapi Istri saya". jawab Danu, lalu mengambil makan dari perawatan.
"Baik pak Setelah selesai makan, obatnya jangan lupa diminum", ucap Suster memperingati.
"Iya Sus".
Setelah membawakan makanan, suster keluar dari ruang perawatan Alisa. dengan membiarkan pintu yang sedikit terbuka, karena saat hendak menutup pintu ponselnya berdering.
"Sa, makan ya, biar saya suapin". Dan dijawab Alisa dengan sedikit menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Danu sangat telaten mengurus Istrinya, menyuapi Istrinya menjadi kesenangan tersendiri untuknya.
Bertepatan dengan kedatangan Rere dan Dina yang hendak masuk karena pintu sedikit terbuka, Tapi mereka urungkan masuk setelah melihat Danu hendak menyuapi Alisa.
"Re, nanti aja kita masuknya, biarin mereka berdua dulu" ucap Dina.
"Ya Uda Din, sekarang kita ke kantin aja dulu"
"Ayo Re"
Setelah setengah dari porsi makanannya berpindah kedalam perutnya, Alisa menggelengkan kepalanya, tanda bahwa Dia sudah tidak ingin makanan lagi.
"Sudah kenyang ya", Tanya Danu, Alisa mengangguk.
"Nah sekarang kamu istirahat ya, biar cepat sembuh." Danu membenarkan posisi tidur Istrinya, serta menyelimutinya.
"Semoga setelah ini, Alisa bisa membuka hati untuk Suaminya ya Re" Ucap Dina saat keduanya sudah berada di kantin rumah sakit.
"Iya Din, kasihan Gue sama Mas Danu, Sabar banget ngadapin Alisa" ucap Rere tatapannya menyendu.
__ADS_1
"Dan Gue yakin, si Andra itu gak bakalan bisa seperti M a s Da nu" Dina menggerakkan jari telunjuknya seperti pemimpin lagu upacara yang hampir mengenai kepala Rere.
"Eh sialan Lo Din, hampir aja kena kepala Gue" Rere merengut.
"Sorry Re, Gue hanya terlalu bersemangat" Dina nyengir kuda.
"Eh Din, tapi kok Lo bisa seyakin itu" Rere mulai serius.
"Ya iyalah Re, coba Lo pikir, dulu waktu Alisa mau dijodohin sama Mas Danu, apa usaha Andra saat Alisa meminta Andra nikahin Alisa untuk menggagalkan perjodohannya. gak ada kan Re, dia malah pergi. dan sekarang saat Dia muncul lagi, eh taunya uda gandeng cewek lain. payah kan Re."
"Iya juga sih, tapi ya udahlah Din semuanya Uda kejadian, kita doakan saja Alisa bisa segera sadar, dan bisa benar-benar membuka hati untuk Mas Danu suaminya"
"Amin Re, Gue juga ngarep nya seperti itu Re".
"Ya udah makan gih, udah mau dingin nih"
........
Saat memastikan Istrinya benar-benar tertidur, Danu duduk di kursi disamping Bed Istrinya. menggenggam sebelah tangan Istrinya mengecupnya menyatukan jari-jari nya dengan jari-jari Istrinya, lalu menjadikannya penyanggah disebelah pipinya.
__ADS_1
"Sa, cepat sembuh ya, Aku rindu dengan celotehan Kamu. asal Kamu tau Sa, kalimat apapun yang kamu lontarkan untuk Aku, Aku gak pernah ambil hati Sa. malah Aku anggap itu sebagai lelucon untuk menghibur Aku, tapi gak lucu ya Sa" Danu berbicara sendiri, sampai akhirnya Dia juga mengantuk perlahan merebahkan kepalanya dipinggiran Bed Istrinya, tertidur dengan masih menggenggam tangan Istrinya.
......