Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 50


__ADS_3

Satu bulan sudah semenjak kepulangan Alisa dari rumah sakit, sudah satu bulan pula Danu dan Alisa tinggal dirumah orang tua nya.


Hari-hari yang dijalani Danu dan Alisa selama satu bulan tinggal dirumah orang tua nya sama seperti saat mereka baru menikah dulu, tinggal dalam satu kamar tapi tidur terpisah dan memulai drama nya memainkan peran nya saat diluar kamar.


Jika itu pria lain, mungkin sudah meninggalkan Alisa dan mencari wanita lain yang bisa memenuhi semua kebutuhan dan keinginannya yang tidak pernah dia dapatkan dari sosok seperti Alisa. tapi tidak dengan Danu, Dia rela diperlakukan seperti itu. apa pun yang dia dapatkan, entah itu penolakan, cemoohan dan lain sebagainya. dia sama sekali tidak perduli, dia rela tetap bertahan dengan keadaannya. bertahan hidup dengan wanita yang sama sekali tidak menginginkannya.


Biarlah, bagi nya pernikahan itu hanya sekali seumur hidup. jika memang dia bukan jodoh nya, tuhan akan menunjukkan jalan nya. yakin, pasti akan ada hikmah dibalik kesabaran nya.


Dan selama satu bulan itu, Danu senantiasa selalu menemani istrinya dalam masa pengobatan kakinya. Danu tidak pernah sekalipun berlalu dari sisi Istrinya, jika Istrinya itu tidak sedang tertidur. sedikit pun Danu tidak pernah mengeluh, selama Istrinya belum terlelap dia akan selalu menemani istrinya walaupun keberadaannya tidak dibutuhkan.


Orang tua Alisa pun sangat senang melihat kegigihan menantunya dalam merawat serta menyemangati putri mereka, dan mereka yakin Alisa pasti sangat bahagia memiliki suami seperti Danu. keyakinan mereka semakin kuat tatkala saat dihadapan mereka Alisa selalu bersikap manis pada suaminya, tutur katanya lembut. namun sayangnya yang mereka lihat hanyalah cover luar nya saja, tidak dibagian dalam nya.


"Sa" ucap Danu saat berada didalam mobil nya, setelah habis menemani istrinya mengontrol keadaan kaki nya.


Namun seperti biasa, Alisa selalu mengacuhkan panggilan suaminya.


"Sa" ucap nya lagi, "Kau ingin jalan-jalan tidak?"


Masih tidak ada jawaban, Alisa sibuk dengan ponselnya. sama sekali tidak memperdulikan pria disampingnya yang sedang bertanya pada nya.


"Sa, kita pergi ke taman bermain ya, kau mau kan?"


Alisa mendengus mendengar suaminya ingin mengajak nya ke taman bermain.


"Jangan bercanda" akhirnya Alisa menjawab tapi dia masih sibuk dengan ponselnya.


"Aku tidak bercanda, Aku serius ingin mengajak mu ke taman bermain. memang nya ada yang salah ya, kalau kita kesana?" tanya Danu, heran.


"Coba lihat kaki ku, apa dia bisa kau ajak berjalan di taman bermain!" Alisa menunjuk kaki nya sendiri.


"Kan kita membawa kursi roda".


"Sudah lah, Kau hanya akan membuat ku malu nanti".


"Malu?, malu kenapa?"


"Orang-orang pasti akan menertawakan Aku yang duduk di kursi roda, sekarang lebih baik kau jalankan saja mobilnya. Aku mau pulang, dan Aku tidak ingin pergi kemanapun!".


"Kenap harus malu, diluar sana masih banyak orang yang lebih dari ini. tapi mereka tidak malu, lagian kan ada Aku. Aku tidak akan membiarkan orang-orang menghina mu".


"Percuma bicara dengan mu, kau tidak akan mengerti. pokoknya sekarang Aku mau pulang, Kalau Kau ingin pergi ke taman bermain silahkan!. Aku akan pulang sendiri naik taksi."

__ADS_1


"Ok ok, maaf, kita pulang sekarang"


Dan seperti biasa, lagi-lagi Danu mengalah. berdebat dengan Istrinya hanya akan membuat dirinya semakin dibenci oleh Istrinya, jadi lebih baik dia mengalah bukan!, jika Istrinya semakin membenci nya. usaha nya akan lebih panjang untuk meluluhkan hati Istrinya. hufss, terkadang hati nya merasa lelah tapi dia sendiri yang menyemangati nya.


..............................


Andra dan Dinda sekarang berada di sebuah cafe, cafe yang sama dengan yang selalu didatangi nya bersama Alisa. mereka duduk berhadapan sambil menikmati makanan nya. cincin pertunangan sudah tersemat indah di jari manis keduanya, tanda mereka sudah terikat pertunangan.


"Din" ucap Andra disela-sela menikmati makanan nya".


"Ya kenapa Ndra"


"Kau masih ingat tidak waktu Aku sedang memilih-milih cincin pertunangan kita ada wanita yang menghampiri ku? tanya Danu dan menyudahi makan nya.


Sejenak Dinda nampak berpikir, mengingat-ingat siapa wanita yang dimaksud tunangannya itu.


"Oh iya Aku ingat sekarang, yang teman kamu itu kan?, siapa ya namanya?, hemmm, Alisa! ya Alisa. kenapa ya dia tidak datang diacara pertunangan kita, padahal kan kita sudah mengundang nya. eh tapi kenapa tiba-tiba kau membicarakan nya?"


"Alisa, dia itu bukan teman ku, tapi mungkin sekarang kita bisa berteman".


"Bukan teman mu, mungkin bisa berteman, Aku tidak mengerti maksud mu Ndra?" ucap Dinda bingung dengan apa yang dikatakan Andra.


"Ada yang ingin Aku katakan pada mu, agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara kita kedepannya".


"Apa Ndra?"


"Sebenarnya Alisa itu adalah mantan ku!"


Dinda hampir tersedak mendengar nya ,"mantan mu?,"


"Maaf, mungkin kau sedikit terkejut mendengarnya"


Walau memang terkejut, tapi Dinda malah tertarik ingin mendengarkan kisah Andra dan Alisa.


"Ya Aku memang terkejut, tapi kau bisa kan menjelaskan keterkejutan ku ini"


"Yakin ingin mendengarnya lagi"


"Yakin lah, nanggung, dari pada Aku penasaran!"


Andra pun melanjutkan ceritanya, dan Dinda pun dengan bodoh nya menyimak dengan seksama cerita Andra.

__ADS_1


"Aku dan Alisa sudah menjalin hubungan selama tiga tahun, dan tiba-tiba saja waktu itu Alisa menangis datang ke apartemen ku. dia bilang dia akan dijodohkan, waktu itu Aku benar-benar syok mendengarnya"


"Lalu" Dinda dengan santai nya menyimak kisah Andra sambil menumpu dagu nya dengan kedua tangannya, seolah yang bercerita didepannya itu adalah seorang teman yang sedang curhat kepada nya dan bukan tunangannya.


"Lalu, dia meminta ku menikahi nya"


"Terus kau menikahi nya"


"Ya tidak lah, kalau Aku menikahi nya mana mungkin sekarang Aku menjadi tunangan mu"


Dinda terkekeh, " iya juga ya, terus apa selanjutnya?"


"Saat dia meminta ku menikahi nya, Aku lebih syok"


"kenapa? kan kalian sudah lama pacaran"


"Aku juga gak tau, waktu itu Aku merasa belum siap saja untuk menikah. dengan bodoh nya Aku malah mengikhlaskan dia dengan pria lain dan pergi meninggalkan nya".


"Terus, sekarang kau menyesal begitu?"


"Ya awalnya Aku memang menyesal, tapi ya sudahlah tidak ada gunanya juga semuanya juga sudah terjadi. lagian kan sekarang sudah ada kamu"


"Tapi Aku gak mau ya dijadikan pelarian saja"


"Ya enggak lah, kali ini Aku bener bener serius. Aku tidak ingin menyesal untuk yang kedua kalinya.


"Fiks, Aku terharu mendengar kisah mu, tapi ya sudahlah setiap manusia kan pasti punya masa lalu"


"Begitu juga dengan mu"


"Ya ada sih"


"Cerita dong, Aku kan sudah cerita tentang ku tadi''


"Males ah, kisah ku gak menarik untuk didengarkan"


Danu terkekeh, " terima kasih sudah menerima Aku apa ada nya"


Dinda hanya menjawab nya dengan senyuman lalu menggenggam erat tangannya, "Lupa kan masa lalu, mari kita melangkah bersama menuju masa depan"


Keduanya tersenyum lebar setelah bercerita konyol.

__ADS_1


__ADS_2