Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 36


__ADS_3

"Eh Re, cepat juga Lo sampainya"


"Alisa masih ada kan?", tanya Rere dengan kepala celingukan mencari.


"Ada di ruang tamu Re" jawab Dina sambil melangkah menuju ruang tamu dimana Alisa berada.


"Eh Re, Lo kesini juga" ucap Alisa membetulkan posisi duduknya, setelah melihat Rere berjalan menuju kearahnya.


"Iya Sa, Lo mau numpang molor juga disini, setelah kemaren dirumah gue", ujar Rere yang sudah duduk disamping Alisa menepuk pelan sebelah paha Alisa.


"Ya enggak lah, masak pagi-pagi gini molor" ucap Alisa memanyunkan bibirnya.


"Oh, kirain kapok kerumah gue, jadi Lo pindah mangkal kesini"


"Eh, ngomong-ngomong kita jalan yuk" ucap Alisa, refleks Rere dan Dina menatap kearahnya.


"Jalan-jalan?" Rere menyipitkan sebelah matanya.


"Iya, eh kok gitu sih ngeliatin nya"


"Kemana?" tanya Dina menimpali.

__ADS_1


...***...


"Ini Pak, berkas-berkas yang bapak minta", ucap Merisa meletakkan berkas-berkas yang dibawanya ke meja bos nya.


"Terimakasih" hanya itu yang diucapkan Danu tanpa melihat Merisa yang berdiri di hadapannya, pasalnya Danu tengah sibuk dengan benda lipat nya itu.


"Baik Pak, kalau tidak ada lagi, saya permisi dulu" ucap Merisa memundurkan langkahnya.


"Hem"


"Oh ya Merisa saya lupa memberi tahu mu", ucap Danu yang sudah mengangkat pandangan nya pada Merisa yang hendak melangkah keluar.


"Iya Pak, ada apa?", kemudian Merisa membalikkan badannya dan kembali melangkah ke arah bos nya itu.


"Baik Pak, saya akan mengurus semuanya disini, jadi bapak tidak usah khawatir." Ucap Merisa tersenyum manis, dan dibalas dengan senyuman juga oleh Danu, membuat Merisa salah tingkah.


"Sekali lagi terimakasih, kamu memang bisa diandalkan" ucap Danu dengan masih tersenyum.


"Ya ampun, manis sekali senyumnya" Batin Merisa, Namun perasaannya mulai tak karuan.


"Merisa, kamu kenapa?". Danu mengerutkan keningnya melihat asistennya itu tengah melamun.

__ADS_1


Merisa sedikit terkejut karena Danu melambai lambaikan tangan didepan wajahnya, " Eh iya Pak maaf, saya permisi dulu", lalu Merisa segera keluar dari ruangan bos nya itu.


Merisa memegangi dadanya yang berdegup kencang, saat sudah berada di ruangannya sendiri, "Ya tuhan, apa ini, tidak seharusnya aku seperti ini. Aku hanya sekedar mengagumi Pak Danu tidak lebih", ucap Merisa menormalkan nafasnya.


☘☘☘


Disebuah pusat perbelanjaan elite, disini sekarang ketiga wanita yang sudah berteman sejak lama itu berada.


Alisa yang tengah sibuk memilih-milih pakaian, tak sengaja melihat sosok yang sangat dikenalnya, lalu Alisa mengentikan aktivitasnya, dan segera menyusul sosok yang dilihatnya, untuk memastikan siapa yang dilihatnya.


Rere dan Dina yang melihat Alisa berlari kecil, juga segera menyusul Alisa.


Sosok lelaki yang dilihat Alisa itu tengah memilih-milih cincin, lalu menoleh ke asal suara yang meneriaki namanya.


"Andra". teriak Alisa masih sedikit berlari


Andra membelalakkan matanya, melihat siapa yang meneriaki namanya, " Alisa".


Alisa mengatur nafasnya yang tersengal-sengal saat sudah berdiri dihadapan Andra.


"Andra, kau kemana saja selama ini, kenapa tidak pernah mengabariku, Aku juga tidak bisa menghubungi mu, apa Kau mengganti nomor ponsel mu, kenapa?"

__ADS_1


"Ak. aku.., i iya maaf Alisa" ucap Andra terbata-bata.


__ADS_2