Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 100 capter 4


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Cerry membuat tawa Aulia pecah memenuhi ruangan.


''Kau tanya apa bocah''?.pacarnya dia''?.


''Iya Kak''?.jawab Cerry dengan wajah polosnya sambil menatap Aulia heran.


"Pacar dia".Aulia sengaja mengantungkan ucapannya sambil menatap Fero sekilas kemudian kembali memalingkan wajahnya saat melihat wajah masam adiknya itu.


"Aku sudah punya pacar Kak".akhirnya Fero menjawab cepat dari pada nanti kakaknya yang menjawab bisa habis dirinya jika wanita itu nanti malah menjawab pertanyaan Cerry dengan jawaban yang membuatnya susah.karna memang pada kenyataannya Aulia sangat suka melihat dirinya sensara.


''Ooooh''.terlihat jelas wajah kecewa gadis remaja itu.


''Lho tenang aja paling besok udah putus''.celetuk Aulia lagi sambil berlari naik keatas.


''Kak''.kesal Fero karna Aulia selalu suka mencari masalah dengannya sedari dulu.


''Fero besok datang kekantor Papa, kamu mulai bekerja dalam bulan ini sayang''.


''Pa''?.berusaha memohon dengan wajah yang dibuat-buat menyedihkan.


Namun bukan Rey namanya jika dirinya tidak tau bagai mana sifat putranya itu.


''Ingat sayang besok''.final tidak bisa dibantah.


setelahnya laki-laki itu melangkah naik keatas.


Akhirnya Fero hanya bisa menatap punggung Papanya lesu.karna biasanya sang Papa tidak pernah memaksanya seperti ini jadi ya doi pun tidak berani membantah.


''Pa sebentar''.Fero mau kekantor tapi setelah satu misi Fero selesai''.plis Pa''?.Fero berbicara sambil mengimbangi langkah sang Papa yang sudah melangkah menuju kamar.


''Misi apa lagi Fero''?.


''Misi kemanusiaan Pa''.jawabnya asal sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Rey yang mendengar penuturan putranya langsung mengernyitkan keningnya binggung.misi kemanusiaan apa yang dimaksud putranya itu''?.


"Jangan membuat masalah yang bisa membuat Papa malu Boy"?.


"No Papa".Papa tenang saja".


"Hem untuk kali ini saja setelahnya ikuti aturan Papa".sudah cukup kamu bersenang-senangnya"?.Rey berbicara sambil menepuk pundak putranya.

__ADS_1


"Ok Pa".jawab pemuda tampan itu lesu.


Mau bagai mana lagi mau menawar lagi dirinya sudah tak mampu, akhirnya hanya bisa pasrah saja lah''.


''Kasian''.???.baru saja Fero akan melangkah kembali naik keatas, ternyata Aulia sudah berdiri disampingnya dengan wajah mengejek.


''Awas kau Kak".sayang sekali belum sempat Fero membalas perbuatan Aulia wanita itu sudah lari dan bersembunyi ditubuh tegap sang Papa.


"Awas kau Kak".


"Pa tolongin ".pintanya dengan nada manja.


"Sudah lah Boy kau ini".


Tu kan aku lagi yang disalahkan padahal sudah jelas wanita yang satu ini selalu mencari masalah padaku.


Akhirnya dengan wajah yang ditekuk Fero melangkah menuju kamarnya sendiri.


*****


Sedangkan ditempat lain.


''Om Mama sama Papa kapan kesini''?.tanya Ayli sambil mendaratkan bokongnya disebelah Ben yang kini sedang menonton tv bersama sang istri.


''Ngak ada sih Om,Ayri cuman bosan aja pakai pakaian kayak gini''.keluhnya sambil meneliti pakaian yang kini sedang iya kenakan.


Celana kedodoran,kaos kedodoran. sungguh aneh tapi nyata. dizaman sekarang ini masih ada wanita moderen yang mengenakan pakaian jadul seperti dirinya.


Ben yang mendengar penuturan keponakannya hanya menanggapinya dengan kekehan kemudian kembali menatap koponakannya itu sambil menahan tawanya.


''Om lihat apa''?.


''Ngak ada''.huffh''?.lagi-lagi laki-laki itu menahan tawanya melihat wajah Ayli yang dipermak sedemikian buruk.


"Tu kan Om sendiri selalu ketawa setiap melihat wajah Ai".kesalnya sambil menekuk wajahnya kesal.


"Om ngak tau sayang,tanya sama Papa,Om ngak berani memberikan izin padamu,kau tau sendirikan jika yang mulya Fildan marah dan mengamuk"?.


Terlihat Ayli menganguk lirih.dirinya faham betul bagai mana sipat sang Papa yang sangat kuat pendiriannya.jika dirinya sudah mengatakan A makan harus tetap A tapi jika dirinya mendapatkan hasil B makan siap-siap saja terkena amuman singga bejantan.


"Kalian lagi apa"?.terlihat Alvin yang baru saja keluar dari kamar ikut bergabung duduk disebelah Leo putra satu-satunya Ben.

__ADS_1


''Ngak ada lagi ngedengerin curhatan hati seorang upik abu yang teraniaya''.celetuk Leo sambil tetap pokus menatap layar tv yang ada didepannya.


Leo Adam umur 16 tahun tinggi 169 kulit putih hidung mancung laki-laki ini sangat mirip dengan seorang Ben diwaktu remaja. Leo seorang remaja somplak mengikuti sang Ayah.sungguh laki-laki yang satu ini mewarisi semua sifat Ben yang suka jahil dan suka nyeletuk.namun doi sangat sayang dan perduli pada keluarganya.


''Hua..aaaa Ibu''.Ayli malah menagis bahkan bukan menagis lebai lebih tepatnya wanita itu kini maraung.membuat semua yang ada disana tertawa lepas kecuali Siti yang kini mencoba membujuk keponakan manjanya itu.


"Sudah sayang ''?.ayo masuk kamar cuci kaki trus bobok".


"Iya''. ayo sayang cuci kaki,cuci tangan trus munum cucu dan bobok".lagi dan lagi Leo nyeletuk .namun kali ini dirinya dibantu juga oleh Alvin membuat tangisan Ayli semakin menjadi-jadi.


"Sudah-sudah lanjutkan lagi".astaga Siti langsung menatap suaminya dengan tatapan tajam.laki-laki yang satu ini bukannya menasehati anak-anak malah meminta meraka untuk terus memjahili Ayli.membuat gadis yang sudah berumur 23 tahun itu semakin berteriak kesal.


"Ayo Kak masuk disini sangat brisik,nyai wewek lagi beraksi".ya ampun malah Leo semakin memanas-manasi Ayli membuat wanita itu semakin kesal sampai dirinya melepar bantal kepada kedua laki-laki beda usia itu.


Namun bukannya berhenti keduanya malah semakin gencar mengolok-olok Ayli.


Ayli memang terkesan cengeng dan manja ditengah-tengah keluarganya kecuali dengan sang papa.


Tapi jangan salah''?. semua keluarga Adam sudah dibekali fisik dan otak yang cerdas serta mandiri.


Seluruh keturunan Adam selalu dididik untuk hidup sederhana,begitulah didikan dari almarhum tuan Adam.ya Adam sudah menunggal sejak Ayli berumur sepuluh tahun.tepatnya setelah Ben menikah dan mempunyai seorang putra.


Namun meskipun beliau sudah tiada sukurnya semua ajaran dan patuah beliau sampai sekarang tetap dijalankan hingga detik ini.sungguh beruntung bagi orang tua yang mendapatkan anak-anak yang mau patuh pada perintahnya.


''Sudah-sudah sana masuk besok kuliah''.Siti mencoba menghentikan kekacauan yang ada.


''Ayo sayang kekamar sama Ibu''.dari pada menunggu ketiga laki-laki somplak itu masuk lebih baik dirinya lah yang mengalah.


''Yah ngak seru siunyuk kabur''.lagi-lagi Leo nyeletuk membuat Alvin dan Ben hanya menatap kepergian Ayri dengan senyum jahil.


''Besok minggu kan Vin''?.tanya Ben setelah kekacauan yang mereka buat selesai.karna kebetulan orang yang bisa dijahili juga sudah pergi kekamar .sekarang saatnya serius.


''Iya Om''.


''Gimana kalau kita jalan-jalan''?.


''Kemana Om''?.


🌹🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Makasih.


Tbc.


__ADS_2