
''Oh astaga apa yang kau lakukan Fero''?.Rey melangkah mendekati putranya dengan wajah yang sulit diartikan.
Melihat Papanya mendekat dengan sigap laki-laki tampan itu meminta Ayli tetap bersembunyi dipunggung tegapnya.
''Tetaplah disini jangan kemana-mana''?.pintanya yang dinguki wanita yang kini semakin ketakutan itu.
''Papa mau apa kesini''?.bertanya dengan mata tajam menatap sang Papa.
''Papa diundang Om Fildan kesini''.
''Untuk''?.laki-laki itu bertanya dengan mata menyipit heran.
''Acara pertunangan putrinya''.
''Dengam siapa Pa''?.bentaknya karna sudah mulai terpancing emosi,jika biasanya dirinya akan pasrah dengan sebuah penolakan tapi tidak untuk kali ini,dirinya sudah berjanji akan memperjuangkan Ayli apa pun yang terjadi.
''Dengan anak rekan bisnisnya,sekarang giliran Papa yang bertanya padamu''!.kenapa kamu mau membawa calon istri orang pergi''?
Rey bertanya sambil menatap putranya tajam.
''Dia calon istri Fero Pa''!.ngak ada yang bisa memiliki Ayli selain Fero ''.tegasnya dengan penuh emosi.
''Termasuk Papanya sendiri''?.Fildan yang sejak tadi diam kembali bersuara dan melangkah mendekati putrinya yang kini semakin erat memeluk Fero.
''Iya termasuk Papanya sendiri''.tegas laki-laki tampan itu tampa mau branjak dari tempatnya,jamarinya dengan kuat mengengam jemari wanita yang kini sedang memeluknya dari belakang.
''Lebih baik masuk dulu tak enak dilihat orang begini''.Fildan akhirnya menurunkan nada suarnya saat melihat ketengangan diwajah semua orang termasuk dirinya,jika dibiarkan semua ini akan semakin ricuh dan membuat semua tetangga tergangu apa lagi ditengah malam seperti ini.
''Ayo masuk dulu Nak''?.pinta Ayra menarik putrinya untuk masuk kedalam rumah.
Malam yang dingin namun suasa dikeluarga itu masih memanas.
Ayli menunduk takut dan melangkah mengikuti Mamanya diikuti Fero yang masih enggan melepaskan jemarinya.
__ADS_1
''Sekarang jelaskan apa yang ingin kalian lakukan ditengah malam buta seperti ini''?.dan kau Fero''!.berani sekali kau mau membawa putriku kabur,punya nyawa berapa dirimu''?.Fildan menunjuk wajah laki-laki didepannya dengan tampang kesal.
''Sudah lah Fildan kau bahkan sudah memukul putraku tadi''.Rey yang sejak tadi hanya diam saja akhirnya bersuara.
''Ah pitramu membuat darah tingiku kumat''.melihat obrolan ringan kedua laki-laki paruh baya didepannya membuat Fero mau pun Ayli menatap keduanya dengan tatapan heran.
Bukankah mereka berdua seharusnya bertengkar''?.
Lalu sekarang''?.
''Ayo Fero kembali kehotel''.Rey yang sudah sangat lelah akhirnya tak ingin bercerita panjang lebar lagi karna kedua keluarga itu sudah berunding sejak lama tentang pernikahan keduanya,namun memang dasar Fildan laki-laki yang suka bertingkah aneh, Fildan meminta izin untuk mengetes seberapa besar cinta Fero pada putrinya.
Tidak ada yang salah sebenarnya,mengingat betapa ketatnya Fildan menjaga putrinya selama ini,jadi otomatis laki-laki itu tak akan sembarangan memilih suami untuk putrinya.
Rey yang tau putranya begitu mencintai anak dari rekan bisnisnya itu hanya mampu menyetujui apa pun keinginan Fildan asalkan putranya mendapatkan restu untuk menikahi wanita yang dicintainya,tak.salah menurut Rey Fero begitu tergila-gila dengan seorang Ayli karna dilijat dari segi apa pun wanita yang satu ini sama sekali tidak ada cela,cantik baik dan juga pintar.
''Ada apa sebenarnya ini Pa''?.laki-laki itu bertanya dengan tatapan mata bertanya-tanya, namun sampai bibirnya lelah bertnya tak ada satu pun orang yang disana mau menajawab semua pertanyaan dirinya, alhasil laki-laki itu hanya bisa pasrah dan melangkah dengan gontai mengikuti sang Papa,karna Anin Mamanya memaksa laki-laki itu untuk pulang kehotel.
Fero yang tak ingin menjadi anak durhaka akhirnya hanya menurut saja tampa pertanya lagi meskipun hatinya masih diliputi ribuan pertanyaan.
Lelah berpikir akhirnya Fero terlelap karna kelelahan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Fero bangun''?.Fero yang masih mengantuk terlihat engan membuka matanya,laki-laki itu menguap berkali-kali kemudian kembali terlelap.
''Fer buruan bangun,kamu ngak mau kerumah Om Fildan''?.mendengar nama Fildan disebut membuat pemuda itu spontan terlonjak dan lansgung berdiri.kemudian melangkah menuju kamar mandi dengan langkah terburu-buru.
''Dasar''.gumam Anin kemudian kembali keluar dari kamar putranya setelah meletakkan setelan melayu diatas ranjang putranya itu.
''Sayang nanti pakai baju yang sudah Mama siapkan diatas tempat tidur kamu ya''?.Anin yang awalnya berniat untuk keluar kamar akhirnya kembali berbalik.
''Iya Ma''.Fero menjawab sambil tetap menguyur tubuhnya dengan air.
__ADS_1
Selang beberapa saat laki-laki tampan itu sudah kembali keluar dari kamar mandi,matanya menyipit sempurna saat melihat stelan yang disiapkan sang Mama.
''Kenapa Mama menyiapkan pakaian ini''?.gumamnya lirih.namun tak hayal dirinya langsung mengenakan pakaian yang sudah ada didepan matanya.
Setelah merasa rapi dan wangi Fero melangkah menuruni tangga,dengan ribuan pertanyaan dibenaknya,kemana keluarganya akan membawa dirinya''?.sungguh untuk saat ini yang ada didalam benak Fero hanya ingin memiliki Ayli dan membawa wanita itu menikah dengan dirinya,namun sekarang''?.dirinya entah dijebak oleh keluarganya atau bagai mana''?.dirinya sendiri tidak tau.
''Wah''???.. Adek Kakak tampan sekali''.Aulia menatap Adiknya dari atas hingga kebawa. hari ini adiknya itu terlihat sangat tampan. Fero mengenakan setelan melayu berwarna putih lengkap dengan songket berwarna senada tak lupa laki-laki tampan itu kenggunakan peci berwarna hitam.itu semua menambah kesan dewasa dan tampan untuk seorang Alfero.
''Kita sebenarnya mau kemana sih Kak''?.Fero menatap semua keluarganya satu persatu dengan wajah yang semakin binggung ditambah lagi kini keluarganya membawa banyak barang,entah itu untuk apa''?.dirinya tidak tau''!.yang jelas dirinya berharap bahwa semua ini bukan untuk dirinya karna Fero hanya ingin menikah dengan Ayli bukan dengan yang lain.
''Kakak juga ngak tau,ya sudah ayo,ntar telat lagi''.Aulia mengandeng Adik bungsunya itu membawanya menuju mobil yang sudah disiapkan.
Sementara Egi kini membantu mertuanya untuk membawa barang seserahan menuju mobil khusus.semua keluarga terlihat bergitu sibuk dan sangat antusiasi namun tidak dengan Fero''!.laki-laki itu masih kebingungan dan berpikir yang tidak-tidak.
Aneh''?.itu yang Fero rasakan kenapa Kakaknya tidak tau kemana tujuan mereka sekarang,atau jangan-jangan''?.
''Ma Fero mau ketoilet dulu''.
''Kamu jangan sampai kabur Fer''.Mama mohon kamu jangan sampai mempermalukan Mama''!.jika itu sampai terjadi kamu akan menyesal nanti''!.Anin berbicara dengan mata yang menatap putranya penuh dengan ancaman membuat seorang Fero bergidik ngeri dan langsung melangkah menuju mobil tampa berucap sepatah katapun.
Bahkan keinginannya untuk meminta izin kekamar mandi sudah tidak diingatnya lagi,laki-laki itu benar-benar takut jika sang Mama sudah mengancam.
Sepanjang perjalanan laki-laki itu hanya diam saja,pikirannya menerawang jauh entah kemana''?.dirinya benar-benar takut jika nanti keluarganya akan melakukan sesuatu yang membuatnya berpisah dengan Ayli untuk selama-lamanya.
''Ma kita nggapin kemesjit''?.
💥💥💥💥
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Maaf udah beberapa hari ngak updet itu semua karna jaringan internet disini ngak ada benar-benar hilang total.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.