Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
Par190 capter 94


__ADS_3

Fero terus mengerutu sepanjang jalan menuju kamar miliknya,bagai mana tidak spanjang jalan menuju kamarnya Aulia tak henti-hentinya meledek dirinya membuat laki-laki itu outo kecoplosan dan mengatakan jika dirinya sama sekali belum bisa berduaan dengan istrinya, jangankan mendapatkan haknya berdekatan saja hanya sebentar.


''Ah aku bisa gila''.keluhnya sambil berbaring diatas ranjang hotel.


Sudah hampir satu jam dirinya bebaring, namun matanya sama sekapi tidak bisa terlelap barang sedetik-pun.hingga akhirnya ketukan dipuntu kembuat laki-laki tampan itu dengan malas bangkit berdiri dan melangkah menuju pintu.


''Krek''.


''Ayo siap-siap sebentar lagi kita brangkat''?.belum sempat laki-laki itu kenyapa Sang Mama,wanita paruh baya itu sudah nyrocos duluan.


''Mau kemana lagi Ma''.lirihnya malas.


''Sudah siap-siap aja,jangan banyak nanyak''.Anin meletakkan setelan baju melayu berwarna Wardah ketangan putranya yang disambut laki-laki itu dengan wajah binggung''Buruan mandi dan pakai ini,cepat Mama sama yang lainnya sudah siap''.


''Iya Ma''.dengan malas dan binggung Fero tetap melangkah memuju kamar mandi setelah meletakkan pakaian miliknya diatas tempat tidur.


Selang beberapa saat laki-laki itu sudah keluar dengan setelan melayu yang tadi diberikan Anin.


''Wah tampannya anak Papa''.Rey nyeletuk saat melihat putranya itu baru saja keluar kamar.


''Itu anak siapa dulu''?.Anin balas nyeletuk sambil merangkul lengan sang putra.


''Adik siapa dulu''.Aulia malah ikut merangkul lengan adiknya yang sebelah kiri.


''Lah kita tinggal Pa''?.celetuk Egi yang disambut gelak tawa dari keluarganya.


''Ya sudah kita jalan berdua saja siapa tau nanti dapat gandengan''.Ucap Rey sambil melangkah duluan mendahului Anin,Aulia dan juga Fero.


"Eh enak aja,awas aja kalau brani".Anin dan Aulia malah menjarit membuat Fero spontan menutup kedua kupingnya yang berdenging.


"Jangan menjerit dong"!. malu tau ngak diliatin orang,lagian Fero digandeng kayak gini udah kayak gigolo yang digandeng Tante-tante aja".


"Enak aja ya kalau ngomong".bibir wanita paruh baya itu berucap tapi tangannya sudah nagkring dipundak Fero membuat laki-laki itu meringis.


"Sakut Ma"?.


"Makanya kalau ngomong itu dipikir dulu janga asal".kesalnya sambil menatap putranya tajam.

__ADS_1


"Iya Ma maaf".


Setelah sampai diparkiran hotel semua keluarga masuk didalam mobil yang berbeda.


Jika Fero satu mobil dengan sang Papa dan Mamanya sementara Aulia satu mobil dengan suaminya.


''Kita sebenarnya mau kemana sih Ma''?.tanya laki-laki itu lagi yang benar-benar binggung kemana keluarganya akan membawa dirinya.


''Mau keacara pernikahan kamu lah,mau kemana lagi''.balas Anin sambil merapikan pakaian putranya bahkan wanita paruh baya itu memberikan polesan bedak tipis dan juga sedikit lipstik agar putranya lebih terlihat tampan,meskipun Fero memang sudah tampan.


''Kan sudah selesia Ma''.berbicara dengan tarikan nafas keras''Ini kenapa dikasi bedak sama Lipstik gini sih Ma''?.kan Fero cowok''.jemarinya berusaha memghapus Lipstik dan juga bedak namun dengan cepat Anin menepis tangannya.


''Jangam dihapus,ini biar lebih kelihatan segar aja''.Anin terus saja mendandani putranya hingga dirinya tersenyum senang melihat hasil make upnya sendiri.


''Aduh Pa''?.ini Mama kayaknya puber Pa''.tolongin Fero Pa''?.Rey bukannya membantu putranya laki itu malah menanggapi ocehan putranya dengan kekehan.


Hampir satu jam mereka diperjalanan hinga tepat pukul tujuh malah Rey dan keluarganya sampai didepan rumah mewah keluarga Fildan.


Fero yang sejak tadi kesal dengan sang Mama hanya diam saja didalam mobil,tampa mau branjak sedikitpun hingga akhirnya Anin yang awal sudah mulai melangkah kembali berbalik,saat melihat putranya tidak juga keluar dari mobil.


''Ya Allah Fero,kok ngak keluar''?.kesalnya dengan tatapan tajam mengarah pada sang putra."buruan itu acaranya bentar lagi mulai''.Anin dengan cepat membuka pintu mobil dan menarik putranya untuk keluar.


Langkahnya terhenti saat manik matanya melihat banyaknya orang dan juga suara musik melayu yang begitu syahdu untuk didengar.


''Ma ini acara apa sih''?.ucapnya yang masih belum melanglah memasuki rumah.laki-laki itu masih terpaku ditempatnya berhenti tadi.


''Acara pernikahan kamu Fero,kan Mama tadi sudah bilang,kamu sih ngak mau denger,ya sudah ayo masuk''.


''Bentar Ma,maksudnya acara apa sih Ma''?.bukannya Fero sama Ayli udah sah jadi suami istri Ya''?.tanya laki-laki itu lagi sambil menarik tangan sang Mama yang awalnya berniat masuk kedalam rumah,mengingat sebentar lagi acara boinai akan dimulai.


''Acara boinai''.spontan Anin menjawab namun jawaban yang keluar dari bibir sang Mama bukannya membuat Fero puas justru membuat laki-laki itu semakin binggung


''Boinai''?.lirihnya dengan kening yang bertaut binggung.


''Iya boinai''.


''Acara apa itu Ma''?.laki-laki itu jelas tidak mengerti mengingat ini kali pertaman dirinya mendengar kata yang sangat aneh menurutnya.

__ADS_1


''Itu acara suku melayu Fero,ya sudah ayo masuk,nanya mulu kapan masuknya''.Anin menarik lengan putranya dengan kesal.


Diikuti Rey dari belakang,sementara Aulia sudah masuk duluan mengingat kandungannya yang kini sudah besar.


"Oh ya ampun ayo masuk,kirain tadi kena macet".Ayra yang melihat besan dan juga menantunya itu datang dengan cepat melangkah mendekati dan menuntun mereka masuk.


"Ayo kita duduk disana"!.Fildan yang melihat besannya masuk kedalam rumah langsung berdiri dari duduknya dan membawa besannya itu bergabung dengan keluarga yang lain.


Sementara Fero,Ayra dan Anin kini menaiki tangga dan menuju kamar pengantin.


"Ayo kamu kesana dulu biar didandani sama MUAnya".


Fero hanya menurut saja kakinya melangkah mendekati kursi yang ada tepat disebelah sang istri.


Matanya sejak tadi terus menatap pada sang istri yang malam ini terlihat benar-benar cantik,dengan pakaian melayu berwarna maron.warna yang sangat mencolok dengan kulitnya yang putih bersih.


"Bruk".


"Aduh".desisnya saat merasakan sakit dikakinya akibat kepentok kaki meja.


"Astaga putraku sampai kepentok kaki meja akibat terhipnotis dengan kecantikan istrinya".Ayra dan Anin terkikik melihat wajah Fero yang sudah memerah akibat malu dan juga sakit dikakinya.


"Malam semuanya"?.Fero dan juga yang lainnya seketika menoleh saat mereka mendengarkan sapa-an dari seseorang.


"Alin"?.desis Fero yang terkejut melihat mantan kekasihnya itu ada disini,didalam kamar pengantinnya.


"Mau apa dia kesini".batin Fero dengan tatapan tajam mengarah pada Alin.


"Malam Nak Alin,ayo sini masuk pengantin laki-lakinya sudah datang".jawab Ayra yang sama sekali tidak ditanggapi Alin,karna sejak tadi wanita itu hanya terpaku saat melihat siapa pengantin Peria yang akan menikahi wanita yang sejak tadi dirinya puji-puji cantik.


Padahal Alin sudah pernah bertemu dengan Ayli namun karna pada saat itu Ayli masih mengenakan pakaian culun,jadi wajar jika sekarang wanita itu tidak mengenali siapa wanita yang dinikahi laki-laki yang masih memenuhi hatinya itu.


"Nak Alin kenapa masih berdiri disitu"?.


💥💥💥💥💥


Mohon like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.


__ADS_2