
Anin melangkah-kan kakinya masuk kedalam spermarket pada sore itu,hatinya kini masih dipenuhi tanda tanya,kenapa Brian tidak mau menceraikannya apa maksut laki-laki itu''?..
''Hay....Anin kamu kenapa''?tanya Erna saat melihat Anin berjalan gontai memasuki supermarket.
''Gak ada cuman lagi capek aja''.
''Oh..ya udah deh,kalau gitu gue jalan duluan ya''?..
''Iya Er hati-hati ya''?..
''Sip da Anin''..
''Da..Erna''..Erna pun melangkah menjauh.
"Malam Dek".
Anin menoleh saat mendegar suara yang sagat iya kenal.
"Iya Mas".jawab Anin singkat.
"Kamu pulang jam berapa"?..
"Jam sepuluh kenapa"?..
"Mas jemput ya"?..
"Gak usah Mas Anin bawa motor kok".
"Plis Dek jagan menghindar terus,ada yang perlu Mas bicara kan degan mu".
Anin mendesah belum selsai masalah Brian dan Al sekarang muncul masalah lain lagi.
"Mau ya Dek"?..
"Iya".jawabnya degan nada terpaksa.
"Mas pergi dulu jam 10 Mas kesini lagi".
Haduh Anin cuman takut Al akan mengamuk jika dirinya dekat degan laki-laki lain.
"Dek".
"Haduh apa lagi ini".Anin menggerutu saat melihat Brian berdiri didepan meja kasir.
__ADS_1
"Mau belanja apa Pak ada yang bisa saya bantu".Anin mengalihkan pembicaraan dan pura-pura tidak mengenal Brian.
"Dek".
"Iya Pak terima kasih datang kembali".akhirnya Anin memilih cuek sama Brian dari pada urusannya akan panjang nanti.
"Sayang".nah tu kan manusia ini yang Anin takutkan,laki-laki nekat yang bisa melakukan hal gila yang tidak masuk akal manusia normal.
"Eh..Al".balas Anin santai.
Berbeda degan Brian wajah laki-laki itu kini sudah memerah menahan kesal.iya memalingkan wajahnya ketika Al mengecup bibir istrinya sekilas.
"Al apa yang kau lakukan"?..panik Anin saat Al mengecup Bibirnya,tepat didepan semua karyawan lainnya.untung saja pengunjung disore hari agak sepi,bagai mana jika banyak orang yang melihat ini semua,iya pasti sagat malu,dan pasti akan menimbulkan prasangka buruk,ditambah lagi jika Brian sampai membuka jati dirinya yang masih istri sah laki-laki itu.
''Kenapa bukankah kita sudah melakukan hal yang lebih intim dari ini''?..
Kali ini laki-laki itu bukan lagi berdiri disamping Anin melainkan berdiri tepat dibelakang Anin dan memeluk pinggang wanita itu degan sagat mesra.
''Brak''.
Brian yang geram langsung menggebrak meja,kemudian iya berjalan keluar dari supermarket tempat Anin bekerja.igin rasanya iya memukuli wajah tampan laki-laki yang sedang mendekap istrinya itu.tapi iya sadar iya tidak akan menang jika harus adu jontos degan laki-laki jangkung yang sagat iya benci.
Iya tidak akan melawan laki-laki itu degan otot, tapi iya akan melawan selingkuhan istrinya itu degan cara tidak akan mau menceraikan Anin apa pun alasannya.
"Al apa yang kau lakukan"?.
"Dri gue butuh lho sekarang".
"Tapi gue masih kerja Al".
Al sudah tidak menjawab iya langsung menarik tagan Anin menuju perkiran,kemudian berbicara kepada salah satu karyawan.
''Tolong jaga tempat ini saya sama dia lagi ada perlu''.
''Baik tuan''.balas salah satu orang kepercayaan Al.
Setelah mengatakan itu semua Al degan cepat menarik Anin masuk kedalam mobil miliknya,ya kali ini laki-laki itu keluar rumah degan mengendarai mobil sport kesayagannya.
''Kita mau kemana Al''.tanya Anin saat Al membawanya bukan kearah rumah yang kemaren.
"Kita kehotel gue udah gak tahan''.Al berbicara sambil menarik tagan Anin dan meletakkan keinti tubuhnya.
''Aaw Al apa yang kau lakukan''?..
__ADS_1
''Gue udah gak tahan Dri''.berbicara degan suara berat menahan hasrat.
Saat sudah sampai didalam kamar hotel Al langsung menyerang bibir Anin bahkan tagannya tidak tinggal diam iya benar-benar dikuasai nafsu sekarang.
''Aaaaahhh...Sayang...''.eragan panjang mengakhiri permainan mereka malam itu.mereka melakukannya dari setelah mahrib hingga hampir pukul tujuh malam.sungguh iya benar-benar menggila jika sudah bercinta degan wanita yang sudah tertidur pulas didalam dekapannya sekarang.
''Sayang bagun makan malam dulu,kamu belum makan kan''?...
''Hem...Al''.lirih Anin sambil mengusap matanya untuk mengumpulkan kesadaran.
''Sudah jam berapa''?...bertanya spontan dan langsung terduduk dari berbaringnya sementara tagannya masih tetap memegangi selimut.
"Pukul delapan sayang".
"Sebentar lagu gue harus pulang Al jika tidak Ayah akan curiga".
"Iya sayang tenang saja".Al berbicara sambil menyiapkan makanan yang baru saja diantarkan seorang pelayan hotel.
"Ayo makan".
"Gue makan sendiri saja Al".Anin mencoba untuk megambil piring yang ada ditagan Al namun.
''Biar gue aja Dri''.
''Al gue takut kalau kita melakukan ini terus''.
''Kenapa''?
''Kalau gue hamil gimana Al''?...
πΉπΉπΉ
Sampai disini dulu Ya''?..
Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih
Bay..bay...ππππ
Yuk mampir disiniππππ
Tbc
__ADS_1