Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 81


__ADS_3

...MOHON DUKUNGANNYA🙏🙏🙏...


...❤️Selamat Membaca Semoga Suka❤️...


''Buk..buk...buk''.belum sempat Rey bersuara tiga pukulan mendarat diwajahnya.


''Bajingan''.umpat bocah Abg yang kini sedang menatapnya dengan penuh amarah dan kekecewaan.


''Ken''.lirih Rey saat sudah mengenali siapa yang kini sedang bertamu diApartemennya dan memberikan hadiah pukulan padanya.


''Kenapa kau kembali hah''?...Ken bertanya den nada berapi-api.


''Ken dengarkan Om''.


''Apa yang perlu kudengar dari laki-laki bejinggan sepertimu hah''?.Ken menatap Rey kesal sambil terus melangkah memasuki Apartemen Rey dengan tatapan penuh emosi.


''Buk''.Ken terus memukuli Rey dengan membabi buta namun laki-laki itu sama sekali tidak membalasnya iya hanya diam saja membiarkan apa yang ingin Ken lakukan padanya.


''Kau berjanji padaku untuk membahagiakan Mamaku, lalu apa yang kau berikan padanya bajingan''?.


''Hey apa yang kau lakukan padanya''.?.Elo memasuki Apartemen dengan tergopoh-gopoh saat mendengarkan suara keributan dari luar.


''Jagan El''!!!...saat Elo ingin membalas pukulan Ken' dengan cepat Rey menagkap tagan laki-laki dewasa itu.Rey tentu tak ingin Ken terluka, karna iya sangat menyayangi bocah itu sama seperti Fero.


''Apa maksudmu Rey''??..dia memukulmu kenapa kau melarangku untuk membalasnya''??..kesal Elo sambil menghempaskan tagan Rey yang memegangi tagannya.


''Dia putra Anin El. itu artinya dia putraku juga,apa kau mau memukul putraku''??..jika kau berani melakukan itu semua, sudah bisa kupastikan kau akan habis ditaganku malam ini juga''.


''Maksudnya''???...tanya Elo sambil menatap wajah Rey heran.do'i merasa tak yakin ternyata wanita secantik dan semuda Anin sudah memiliki putra sebesar ini''?...


''Biarkan aku menyelesaikan masalah ini dengan putraku El''.pinta Rey dengan wajah memohon.


''Ya baiklah,terserah kau saja''.akhirnya Elo memilih duduk disofa.iya sama sekali tidak ingin beranjak dari sana iya takut jika pergi sahabatnya akan babak belur lagi dihajar bocah kecil ini.


''Ayo duduk dulu Ken''.Rey membawa pemuda yang masih diliputi emosi itu untuk duduk.


''Minumlah dulu''.Rey menyerahkan gelas yang berisi air putih yang baru saja iya ambil dan menyerahkannya pada Ken.


''Om tau Om salah tapi Om punya alasan untuk itu semua Ken,maafkan Om jika itu membuatmu dan keluargamu terluka''?.


''Apa dengan kata maaf Om bisa memperbaiki semunya''?..Mama dihina, adikku dikucilkan dan aku dijuluki anak penzina, apa itu bisa berubah hanya dengan kata maaf''?..Ken berbicara dengan nada berapi-api bahkan mata bocah kecil itu sudah mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Rey tersentak mendengar penjelasan Ken. ternyata sebesar itu luka yang sudah Rey toreskan untuk mereka''!!!..orang-orang yang seharusnya mendapatkan perlindungan darinya justru dirinya lah yang menghancurkan mereka.


''Ken benci Papa Om,Ken benci Papa''.kata yang diucapkan Ken membuat Rey menarik bocah lima belas tahun itu kedalam dekapannya.


''Ini semua bermulai dari Papa,Ken benci Papa Om''.kini tubuh Ken sudah mulai bergetar dan terisak. bocah lima belas tahun itu kini sudah menangis tersedu-sedu.


''Maafkan Om ken''?..Om berjanji akan memperbaiki semunya sayang''.lirih Rey berbicara sambil menagkup wajah putra wanita yang iya cintai itu.


Entah kenapa iya merasa iba melihat wajah Ken yang menyimpan banyak beban. sungguh malang nasip mereka yang dibesarkan dari ayah yang tidak bermoral seperti Brian.ditambah lagi sekarang dirinya juga ikut menorehkan luka pada mereka.sehinga dengan semua kejadian ini membuat mental anak-anak rusak.


''Kau kesini dengan siapa''?.


''Sendiri''.


''Apa Mamamu tau''?..


Ken mengeleng kemudian kembali berbicara.


''Aku kesini keluar dari jendela''.lirihnya membuat Rey menarik nafasnya panjang.


Sudah bisa dipastikan kini Anin sedang kebingungan mencari putranya.


Entah kenapa semenjak awal bertemu dengan Rey Ken sudah merasa dekat dan suka .namun tak bisa dipunkiri,rasa jecewa dan sakit hatinya jelas membuatnya menaruh dendam pada laki-laki ini.namu saat melihat luka lebam bekas pukulannya dan juga bekas pukulan sang Kakek membuatnya tak tega melihat wajah Rey.


''Om apa wajahmu sakit"?.emosi Abg labil seperti ini wajar, jika kadang naik dan kadang turun.saat tadi Ken kesini igin sekali dirinya menghabisi Rey malam ini juga.namun setelah emosinya mereda iya malah menatap Rey dengan tatapan iba.


"Tak apa.ini hanya seperti digigit semut bagi Om".lirih Rey sambil berusaha tersenyum meskipun agak sedikit ngilu.


Sementata Elo menatap Rey sambil menahan tawanya .melihat laki-laki bucin namun menurutnya terkesan bodoh. hanya karna cinta Rey pada seorang janda membuat dirinya menjadi samsak tinju bagi orang-orang yang ada disekitar Anin.


''Ayo sekarang kita makan diluar. setelahnya kau akan Om antar pulang''.Rey segera meraih kunci mobilnya kemudian melangkah keluar Apartemen diikuti Elo dan Ken dari belakangnya.


Selang beberapa saat mereka kini sudah sampai disebuah rumah makan. kali ini Rey tidak mau makan direstoran.bukannya iya tak mampu untuk membayar, namun Rey tidak mau kejadian seperti kemaren terulang lagi,iya takut ada wanita lain lagi yang menghampirinya seperti kemaren.bisa-bisa restu untuk menikahi Anin dicabut Ken kembali darinya.


Rey tak mau itu terjadi.


Menu nasi padang menjadi santapan mereka malam itu.lamanya tinggal diindonesia membuat Rey terbiasa memakan menu berat, namun bagi Rey sangat nikmat dan mengugah selera.


Selesai makan Rey kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Ken pulang. entah kenapa sedari tadi Elo hanya diam tampa bersuara''!!!..biasanya laki-laki itu terus saja mengoceh tampa henti.


Selang beberapa saat mobil yang mereka kendarai sampai tepat didepan pagar rumah Anin.dari jauh bisa Rey lihat wanita itu beserta Kori kini datang dengan tergopoh-gopoh keluar pagar.

__ADS_1


''Ken''.panggil Anin dengan nada lega saat melihat putranya baik-baik saja.


Detik berikutnya mata Anin menelisik wajah Rey yang semakin babak belur. dirinya yakin bahawa tadi siang wajah Rey tidak separah ini''!!!.. namun sekarang kenapa wajah laki-laki itu semakin bonyok.


''Ken''??...


''Aku hanya memberikan pelajaran sedikit saja padanya''.jawab Ken sebelum Anin menyelesaikan pertanyaannya.


Membuat Anin langsung melotot. begitu juga dengan Kori.laki-laki paruh baya itu langsung mengelngkan kepalanya melihat tingkah Ken.


Cucunya yang satu ini memang sangat pendiam.namun jagan salah' Ken akan mengamuk jika ada yang mengusik keluarganya.


''Terimakasih Om Ken, masuk dulu Om pulanglah''.


Baik Rey,Anin mau pun Elo langsung melongok mendengarkan penuturan bocah lima belas tahun itu.


Bisa-bisanya iya langsung mengusur dirinya setelah apa yang sudah iya lakukan.


''Ya sudah aku pamit''.uca Rey akhirnya sambil berbalik.


''Papa''.langkah Rey terhenti kemudian membalikan tubuhnya saat mendengar suara yang sangat iya rindukan memanggil dirinya .


''Sayang kok keluar Nak''?.tanya Rey sambil berjongkok menatap putranya dan mengusap kepala putranya itu dengan lembut.


Hatinya sungguh terenyuh saat mendengarkan pangilan papa yang putranya sematkan untuk dirinya.


''Fero ikut Papa boleh''?.mata Rey langsung berkaca-kaca dan memeluk putranya erat penuh kasih sayang.


''Mama Fero nginap dirumah Papa malam ini boleh''?.setelah pelukan Papanya terlepas Fero menatap Anin dan bertanya pada Mamanya dengan wajah penuh harap.


🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Mohon kritik dan saran yang mendukung🙏🙏🙏


Yuk mampir juga disini👇👇👇



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2