
''Sayang itu kenapa tangan kamu jadi merah''?.
Anin menatap putranya tajam,bagai mana tidak''?.sedari tadi putranya itu begitu cerewet.Fero memang tak pernah berubah jika sudah ingin tau pasti dirinya bertanya terus dan terus.
''Fero kan cuman nanyak Ma''?.lirihnya sambil melangkah mendekati Mamanya itu.
''Aduh mending Mama kasi tau mertua kamu aja deh,Mama capek menjawab pertanyaan kamu melulu''?.
''No...no..Ma No''?.Ayli yang melihat suaminya hanya terkekeh pelan.
''Kok ketawa sih''?.ketusnya menatap istrinya itu kesal.
''Inget Fer ngak boleh nanyak''?.Ayli menunjukkan gaya mentelnya membuat sang suami berdecak kesal.sementara Anin yang melihat anak dan menantunya itu hanya terkekeh.
''Mama keluar dulu,sayang tolong bantu Mama buat ngurus suami kamu ini,Mama pusing''.
''Iya Tante Aman''.Ayli mengangakat kedua jempolnya,wanita itu masih terus terkekeh, membuat Fero semakin kesal.
''Jangan pangil Tante,pangil Mama saja''.
''Ok Mama''.Anin menatap menantunya sambil tersenyum lembut.
''Ini yang anak kandung siapa sih sebenarnya''?.celetuk Fero membuat kedua wanita itu saling tatap.
''Ai''.diiringi tawa lepas.
''Oh udah brani sekarang ya''?.Fero melangkah mendekati sang istri dan mengelitik perut wanita cantik itu.
Sementara Anin yang masih berdiri disana hanya mengelengkan kepalanya,kemudian melangkah keluar kamar.
''Ampun Fer''?.mohon Ayli masih disertai tawa yang cekikikan.
''Janji dulu''!.
''Janji apa''?.
''Janji mau ngikutin semua yang aku mau''?.
''Apa dulu Fer''?.Fero yang melihat istrinya itu masih berusaha menahan geli,semakin bersemangat mengelitik tubuh istrinya itu, hingga membuat sesuatu dibawah sana ikut menegang.
''Ampun Fer''.mohonnya dengan mata yang berair karna terlalu lama ketawa.
''Mau ngak''?.
''Mau Fer mau''?.
''Nah gitu donk''.Fero langsung melepaskan tangannya dari tubuh sang istri kemudian mendekap tubuh ramping itu.
Hingga Ayli bisa merasakan sesuatu yang menusuk tepat diperutnya.
"What ini apa"?.batinya mulai ketakutan.
"Fer lepas Fer".
__ADS_1
"Panggil Mas sayang".
"Mas"?.dengan mata yang melotot.
"Iya Mas,bukankah sekarang aku ini suamimu"?.berbicara sambil mengecup kening sang istri."Pangil Mas".
"Iya".wanita cantik itu menjawab dengan nada gugup,bagai mana tidak kini laki-laki yang bergelar suaminya itu sedang menatap dirinya begitu lekat dan dalam.bahkan benda tumpul yang ada dibawah saya semakin mengeras.
"Pangil aku Mas sayang".dengan suara berat matanya menatap sang istri sayu.
"Mas".
Fero dengan cepat mengecup bibir tipis sang istri dan ********** pelan.ini adalah ciuman kedua bagi mereka berdua,setelah beberapa waktu lalu saat Fero mengerjai Ayli pada saat wanita itu pertama kali masuk kekampus yang sama dengan dirinya.
Fero memang mempunyai banyak mantan kekasih tapi tak ada satu wanita pun yang pernah dirinya sentuh.kini laki-laki itu hanya mengandalkan instingnya saja,nafsu yang sudah memuncak mambuat dirinya mampu membawa sang istri ikut terhanyut dan membalas ciuman yang dirinya berikan, meskipun laki-laki itu masih kaku tapi paling tidak keduanya saat ini sama-sama kaku.
Jemari tangannya meraba-raba tubuh sang istri hingga sampai keleher jenjang sang istri, mengingat hijap wanita itu kenakan sudah dibuka.
''Mas kok tangan kamu kasar sih''?.spontan mendengar pertanyaan sang istri membuat Fero menoleh pada jemarinya sendiri.
"What mati gue".batinya mengumpat dengan hati yang resah,bagai mana tidak''?. bisa-bisanya dirinya lupa mencuci tangan hingga kini baju melayu yang dikenakan sang istri banyak yang terkena Noda benda yang menurutnya sangat menjinkkan itu.
"Mas"?.kok diam"?.Ayli yang belum juga mendapatkan jawaban spontan menarik lengan suaminya dan'?.
"Huuuaaaa"??.bajuku kotor Mas".kesalnya dengan suara yang meninggi.
"Maaf sayang"?.lirihnya disertai cengiran.
"ngak usah dicuci sayang,nanti Mas beli yang baru".jawabnya santai.
Namun Ayli bukannya bahagia,wanita itu malah semakin mengomel."Kalau Papa tau pasti marah sama Ai,Mas sih"??.berbicara dengan mata yang berkaca-kaca.
Membuat laki-laki didepannya garuk-garuk kepala,karna binggung harus bicara apa"?."Nanti Mas bantu nyuci gimana"?.Fero bukanlah laki-laki yang pernah mencuci pakaiannya sendiri,bahkan memengang sabun cuci pun dirinya tidak pernah.tapi demi istri tercinta tai bebek pun dirinya pegang jika Ayli yang meminta.
"Janji"?.bebicara dengan kepala yang mendongak menatap sang suami penuh harap.
"Iya sayang janji,ya sudah Mas cuci tangan dulu".laki-laki itu berbicara sambil mengusap lembut kepala sang istri.nafsu yang awalnya sudah sampai keubun-ubun seketika anjlok gara-gara benda yang menjijikkan.
"Sialan lu".Fero berbicara sendiri sambil menatap jemarinya kesal"Gue cuci lu".laki-laki yang satu ini sudah seperti orang gila berbicara dengan jemarinya sendiri."Hah kenapa bisa merah"?.
"Kamu nanyak"?.
"Ngak akan ada yang mau jawab Fero".berbicara sendiri dan juga dijawab sendiri,hingga laki-laki itu menjadi kesal sendiri.
Hampir setengah jam dirinya berada dikamar mandi,karna dirinya memilih untuk langsung mendi,itu semua karna dirinya kesal karna inai yang sudah mengeras sangat sulit untuk dibersihkan.
"Ck".gara-gara benda sialan ini,malam pertamamu gagal".keluhnya kesal saat melihat sang istri sudah tidur.
Kantuk,lelah dan kesal membuat laki-laki itu akhirnya ikut berbaring disamping sang istri kemudian ikut terlelap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mas...Mas".
__ADS_1
"Eeemm".Fero bergumam saat merasakan seseorang mengoyang pundaknya."Ada apa sayang".lirihnya sambil menguap.
"Bangun sholat subuh".
"Sudah pukul berapa"?.
"Pukul empat".
"Hem".masih bergumam karna mata laki-laki itu kembali terejam.
"Mas bangun,sebelum Om Ben datang Mas mau nanti dipangil sampai seluruh penguni rumah tau kalau Mas belum bangun"?.
"Iya Mas sudah bangun".saat mendengarkan penuturan sang istri sepontan laki-laki itu terduduk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Fer langsung sarapan aja ya''?.soalnya bentar lagi pihak MUA akan datang''.Fero seketika menoleh pada sang Mama,pengantin baru itu memutuskan turun kebawah setelah selesai melaksanakan sholat subuh.
''Cepat banget Ma sarapannya''?.bertanya dengan kening yang berkerut.
''Kan sebentar lagu akan dihias,gimana sih Dek''?.entah dari mana datangnya Aulia yang tiba-tiba saja sudah berdiri didepannya,padahal setau dirinya wanita itu sejak meraka sampai kerumah ini dirinya sama sekali tidak melihat Aulia lagi.
''Oh Ok".hanya itu yang laki-laki itu jawab, pasalnya dirinya malas harus berdebat dengan wanita yang ada didepannya ini.
Sarapan pagi yang begitu ramai namun ada yang unik dengan keluarga ini,meskipun meraka berasal dari keluarga yang kaya raya tapi semua keluarga memilih sarapan bersama dilantai,bahkan semua keluarga terlihat saling menyayangi dan akur.
Entah kenapa melihat itu semua membuat Fero merindukan sang Kakak.Ken sejak dulu selalu membantu dirinya jika ada masalah. jika mungkin kemaren Kakaknya itu melakukan kesalahan pasti Ken punya alasan yang kuat.hingga dirinya mau melakukan hal yang sangat dibenci Papanya itu.
Dan Fero yakin laki-laki peot itu lah biang keroknya.
''Mas kok ngak makan''?.Ayli menatap suaminya heran''Mau Ai ambilkan apa''?.
''Nasi goreng sama terlur aja sayang''?.
''Oh ok''.Ayli dengan cekatan mengambil apa yang diminta oleh suaminya.
Mario yang ada disana ikut memperhatikan apa saja yang dilakukan Fero maupun Ayli.
''Lupakan saja dia''.bisik Emile tepat ditelinga laki-laki itu.
''Iya gue tau''.lirihnya menatap wanita didepannya sendu.
Sarapan pagi yang sangat hangat menurut Fero,karna keluarga istrinya itu terlihat akur dan saling menyayangi.ditambah lagi kekonyolan Papa mertunya,Ben dan juga istri dari Arkhan.membuat suasa semakin seru karna tak henti-hentinya meraka bertiga membuat semua orang tertawa hingga rerpingkal-pingkal.
''Assalamualaiku''?.sapaan dari seseorang membuat Fero yang awalnya ingin naik kelantai atas setelah selesai sarapan seketika menoleh.
💥💥💥💥
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1