Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par154 capter 58


__ADS_3

''Do lho sebanarnya bisa kaya''.Andri berbicara dengan sunguh-sungguh membuat Fero yang tadinya sudah ingin berdiri kembali menoleh.


''Gimana caranya''?.tanya Edo bersemangat.


''Bikin acara You tube aja''.


''Maksudnya''?.


''Acara mukbang.lho kan jagonya makan''.celutuk Andri tampa disaring, membuat Fero yang awalnya hanya menyimak langsung tertawa lepas


''Sialan lu''.kesal Edo sambil menimpuk kepala Andri dengan tisu.


Akhirnya setelah melaksanakan sholat dimushola yang ada dirumah makan itu Fero dan kedua sahabat Konyolnya dengan cepat memasuki mobil dan kembali melanjutkan perjalanan.


Kali ini tidak ada lagi perdebatan atau pun perbincangan karna kebetulan Edo dan Andri kedua bocah konyol itu kini terlelap dalam tidurnya.


Hampir pukul tiga sore Fero dan kedua sahabatnya sampai kekota K.


Laki-laki tampan itu terlihat kebingungan mencari dimana alamat rumah Fildan.


''Diman rumahnya''?.gumamnya lagi yang mengedarkan pandangannya kesana kemari.


''Apa gue tanya aja ya''?.Fero bergumam sambil menghentikan mobilnya saat melihat seseorang yang lewat.


''Bu permisi''?.Fero yang sudah keluar dari mobil langsung menyapa wanita paruh baya yang ada didepannya.


''Eh iya ada apa ya''?.sapa wanita seumuran Bik Atun itu sambil menatap Fero dengan senyum khas miliknya.


''Saya mau bertanya Bu,blok satu K dimana ya''?.tanya Fero dengan sopan.


''Oh''.itu didepan sana Mas,memangnya mau nyari rumah siapa''?.


''Rumah Pak Fildan Bu,apa Ibu tau''?.tanya laki-laki tampan itu lagi.


''Oh Den Fildan,ayo ikut Ibu''.


''Lah kok disuruh ngikutin dia sih''?.batin Fero bergumam.


''Maksudnya Bu''?.tanya Fero memastikan.


''Saya bekerja disana''.


''Oh gitu''.Fero menganguk-angukkan kepalanya tanda mengerti kemudian kembali bersuara.


''Ayo ikut dimobil saya bu''.pinta Fero dengan sopan.


''Ngak usah Den,Bibik jalan kaki saja deket kok,ayo ikuti Bibik''.akhirnya wanita paruh baya itu mengubah pangilannya karna merasa laki-laki didepannya ini adalah keluarga dari majikannya sendiri.


''Oh ya sudah kalau begitu''.akhirnya Fero kembali memasuki mobil.


''Ck''.kenapa mereka tidur kayak orang mati''.gumam Fero saat melihat Edo dan Andri masih nyenyak dalam tidurmya.


''Andri,Do bangun''!.akhirnya laki-laki itu dengan terpaksa membangunkan sahabatnya itu mengingat sekarang mereka sudah hampir sampai.


''Ck''.mereka enak-enakan tidur,lah gue mati-matian nyetir''.asem banget''.kesalnya sambil melajukan mobil miliknya mengikuti Wanita paruh baya yang kini juga mulai melangkah sambil membawa keranjang belanjaan miliknya.

__ADS_1


''Hampir sepuluh menit Fero melajukan mobilnya hingga kini mobil sport miliknya sudah berhenti disebuah rumah mewah namun terkesan sedikit jadul itu.


''Do,Dri bangun''?.pinta Fero sambil menepuk-nepuk pipi kedua sahabatnya itu dengan sedikit keras.


''Busset''.geram Fero karna kedua sahabatnya itu belum juga terbangun.


''Edo,Andri bangun''.Fero yang kesal langsung menyiram wajah sahabatnya, membuat kedua laki-laki itu gelagapan dan spontan membuka mata mereka.


''Setan lu Fer,gue kaget tau ngak''?.kesal Edo dan Andri secara bersamaan.


''Lho mau disini terus''?.kesal Fero karna sahabatnya itu bertele-tele.apa lagi diluar mobil ada wanita paruh baya yang berdiri menunggu mereka.


''Buruan''.Sentaknya lagi sambil membuka pintu mobil dan melangkah keluar diikuti Andri dan Edo.


''Ayo Den masuk''.pinta wanita paruh baya itu ramah.


''Iya Bik''.jawab Fero sambil melangkah mengikuti wanita paruh baya didepannya diikuti Andri dan Edo.


''Tunggu sebentar ya Den Bibik pangilkan Tuan dulu''?.


''Iya Bik''.


''Silahkan duduk Den''.wanita paruh baya itu meminta ketiga remaja itu untuk duduk dikursi yang ada diteras rumah.


"Tuan"?.


"Ada apa Bik"?.tanya Ayra yang kebetulan ada dirungan TV.


"Ada tamu Diluar Non".


"Iya Non,tamu laki-laki masih muda tampan Non".karna penasaran Ayra dengan cepat melangkah menuju pintu.


"Krek".


Pintu terbuka Ayra dengan cepat menoleh kearah dimana kini terdengar obrolan dari ketiga laki-laki lebih tepatnya bukan obrolan melainkan perdebatan.


"Tante"?.Fero yang melihat Ayra yang keluar dari rumah dengan cepat bangkit berdiri dan melangkah mendekati Ayra,dengan sopan laki-laki itu menyalami tangan Ayra dengan takzim diikuti Edo dan Andri.


"Lho bukannya kamu putranya Anin"?.tanya Ayra dengan wajah terkejut.pasalnya dari kota jakarta kekota K itu sangat lah jauh,ada apa dengan ketiga pemuda ini''?.kenapa bisa sampai dikota tempat tinggal mereka''?.


"Iya Tante".jawab Fero sambil tersenyum.


"Ya sudah ayo masuk,pasti kalian capek-kan"?.tanya Ayra sambil membukankan pintu rumahnya dengan lebar agar tamunya bisa masuk dengan leluasa.


"Ternyata Ayli berasal dari keluarga kaya raya"?.tapi kenapa wanita itu berpenampilan seolah-olah dirinya berasal dari wanita kalangan bawah''?. itu pikir Edo begitu juga dengan Andri.


"Ayo duduk".pinta Ayra yang dituruti Fero,Andri dan juga Edo.


"Sebentar ya Tante buatkan minuman"?.


"Iya Tante".jawab pemuda itu serentak.


''Diluar rumah ini kayak ruman jadul,tapi didalam rumah ini kayak istana''.celetuk Edo dengan kepala menoleh kekiri dan kekanan sambil berdecak kagum.


''Diam Do, jangan malu-maluin''.bisik Andri disertai geraman kesal.

__ADS_1


''Iya bawel lu,kayak Mak gue''.balas Edo sambil melengos.


''Ini Den minumnya''.


''Iya Bik''.jawab Edo sambil meraih Jus yang disodorkan wanita paruh baya itu.


Andri melongos menatap kearah Edo dan melirik sahabatnya itu dengan ekor matanya dengan kesal.


''Gue haus Dri''.gumamnya karna tau jika sekarang Andri sahabatnya kesal karna ulahnya.


''Ini cemilannya silahkan dunikmati,Tante pangil Om dulu ya''?.Ayra yang baru kembali dari dapur sambil membawakan tiga piring cemilan dengan jenis kue yang berbeda-beda.


''Eh''. iya Tante''.jawab Fero disertai senyum khas miliknya.


Setelah meletakkan piring cemilan diatas meja Ayra dengan cepat melangkah menaiki tangga.


''Aa''?.pangil wanita itu saat sudah masuk kedalam kamar.


''Iya sayang,ada apa''?.tanya Fildan sambil menoleh pada sang istri.


''Ada putranya Rey dibawah''.


''Putra Rey''?.tanya Fildan dengan kening yang berkerut.


''Iya Aa,ayo turun''.pinta wanita itu lagi hingga membuat Fildan dengan malas bangkit berdiri dan melangkah keluar kamar.


''Siang Om''?.sapa Fero saat melihat Fildan dan Ayra yang sedang melangkah mendekati mereka.


''Sore''.ralat Fildan karna memang sekarang sudah sore.


''Oh''. iya Om maaf''?.balas Fero sambil mengaruk kepalanya karna kikuk.


Bagai mana bisa dirinya sekikuk ini hinga tubuhnya pun ikut bergetar.


''Ada perlu apa''?.tanya Fildan tampa senyum membuat Andri dan Edo sedikit ngeri.


''Anu Om, Fero diminta Papa untuk mengantarkan undangan ini''.Fero dengan cepat meraih undangan yang sejak tadi iya simpan disaku jaket miliknya.


''Ini undangan apa''?.tanya laki-laki itu lagi sambil meraih undangan yang ada diatas meja.


''Undangan pernikahan Kakak saya Om''.jelas pemuda itu lagi masih dengan nada gugup, bahkan keringat kini sudah membasahi dahinya.


''Kenapa tidak asisten Papamu saja yang kesini''?.


💥💥💥💥


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Yuk mampir dinovel baru outhor kak.👇👇👇



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2