
Haru ini akhirnya Anin memutuskan untuk memulai usahanya. yaitu jualan kue onlen.iya berharap ini adalah awal dari keberhasilannya.agar iya bisa membahagiakan orang-orang terkasih Ken,Aulia,Ayah dan juga calon bayinya.
Dari tadi malam iya sudah memesan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuat Brownis.mulai dari mikser,cetaan,open listrik dan juga keperluan untuk membuat kue.
''Permisi paket''.
Anim segera keluar dengan setengah berlari saat mendengar suara pengantar paket memanggil dirinya.
''Dengan Mbak Anin ya''?..
''Iya Mas''.
''Ini pesanannya Mbak,tolong tanda tagani ini ya''?..
Tampa menjawab Anin langsung meraih buku yang disodorkan oleh petugas Jnt.
''Permisi Mbak''?..
''Iya Mas makasih''.
Setelah membawa seluruh barang yang iya pesan Anin kembali melangkah-kan Kakinya memasuki kos-kosan-nya.
"Gue bikin satu dulu untuk difoto".lirih Anin dan mulai menyiapkan semua perlengkapan untuk pembuatan Brownis.mulai dari telur,coklat,susu,Tbn,dan beberapa perlengkapan lainnya.
"Alham dilillah tinggal dioven".Anin berbicara sendiri sambil memasukkan adonan kuenya kedalam open.
Disini dirinya hanya hidup sendiri tidak ada Ken tidak ada Aulia juga tidak ada Ayah.Anin rindu kebersamaan mereka, rindu kasih sayang keluarganya, rindu direcokin kedua buah hatinya.
"Ya Allah kapan semua ini akan berakhir"?..lirihnya sambil duduk didepan open. dengan gawai yang selalu iya otak atik.karna hanya benda persegi empat itu yang kini dengan setia menemaninya.membantunya dan menghiburnya.
"Wah...udah mateng".Anin berbicara sambil meraih sesuatu yang bisa iya gunakan untuk menganjal tagannya agar tidak panas.
"Waw..bagus banget jadinya".Anin langsung semangat saat melihat kue buatannya sangat bagus dan menarik.
__ADS_1
Setelahnya Anin menunggu brownis buatannya dingin. kemudian do'i langsung memberikan toping yang menurutnya enak dan menarik.
"perfeck".lirihnya sambil tersenyum senang saat melihat hasil kue buatan tagannya sendiri.
Setelah selesai Anin langsung meletakkan brownis buatannya ditempat.yang sudah iya hias dengan peralatan seadannya.
''Ckrek...ckrek..ckrek''.
Beberapa Foto sudah Anin ambil.
'' Waah keren. ternyata Anin punya bakat juga ya.... jadi fotoxrafer''.Anin terus saja berbicara sendiri karana memang disini dirinya hanya sendiri.
Tidak ada teman.itu semua karna dirinya memeng tidak pernah keluar dari kamar Kos yang iya tempati.
Ditempat lain
''Sayang kau dari mana saja"?.. sudah sagat lama kau tidak mengunjungiku''.seorang wanita **** kini sedang bergelayut manja dilengan laki-laki yang kini sedang berdiri tepat disebelahnya dengan wajah menggoda khas seorang gigolo.
"Maaf sayang aku sedang ada keperluan keluarga".berbohong padahal dirinya beberapa hari ini sibuk dengan langganan-nya yang lainnya.
''Iya sayang aku serius''.
''Apa kita bisa mulai sekarang sayang''.
''Iya sayang aku sudah sangat merindukan mu,suamiku benar-benar tidak pandai dalam urusan ranjang''.lirihnya berbicara sambil melucuti seluruh pakaiannya kemudian naik diatas paha Brian dengan wajah penuh nafsu.
Yah..Brian laki-laki itu ternyata bekerja sebagai pemuas nafsu tante-tante kesepian.
Sangat miris demi kesenagan dunia laki-laki itu rela menelantarkan istrinya. bahkan anaknya sendiri.dan Brian juga lah yang sudah meminta uang tebusan kepada Al dan ditukar dengan dirinya menanda tagani surat percerainnya dengan Anin.
Dihutan
''Elo apa kau mau menemaniku lagi".saat ini Al dan Elo sedang duduk dibawah pohon besar yang ada disekitaran markas tempat persembunyian mereka
__ADS_1
"Kemana"?..Elo sudah sangat was-was dengan pertanyaan Bosnya itu. dirinya benar-benar kapok saat malam itu mereka menyusuri hutan sampai tegah malam.
Sungguh iya lebih memilih adu jontos atau mungkin membunuh dengan senjata api mereka. dari pada dirinya diminta untuk jalan kaki menyusuri hutan belantara.bahkan malam itu dirinya dan Al sering terjatuh karna kaki mereka tersangkut rerumputan.
"Kesungai' aku ingin memancing ikan.entah kenapa aku sangat mengiginkan ikan bakar".
"Haduh Bos kau ini seperti orang bunting saja".
"Deg".
Celetukan asal yang keluar dari mulut Elo membuat Al membeku.
"Hamil".lirihnya dengan tatapan menerawang jauh mengingat sosok Anin yang sangat iya kawatirkan juga sangat iya rindukan.
"*Kalau Aku hamil gimana"?..
"Hamil ya hamil saja*".
Masih jelas diigatannya saat kata-kata itu diucapkan Anin tepat setelah mereka selesai berhubungan badan.
"Santai aja Bos aku hanya bercanda".Elo berbicara sambil menepuk pelan punggung Al membuat laki-laki itu tersadar dari lamunannya.
"Ayo temani aku kekota".
"Apa kau gila"?...
πΉπΉπΉπΉ
Babang Al haduh outhor jadi baper dengan ketulusan cintamuππππͺπͺπͺsemagat babang.
jagan lupa like vote hadiah and komen. biar outhornya semagat updet makasih.
Bay..bay...ππππ
__ADS_1
Tbc.