
''Nak Alin kenapa masih berdiri disitu''?.
''Ee-eh iya Tante''.Alin menjawab gelagapan kemudian mengalihkan tatapan matanya dari Fero dan melangkah mendekati Ayra dan juga Anin.
''Ayo silahkan Nak Alin,dandanin putra Tante''.Anin yang memang tidak mengenal siapa Alin merasa aneh dengan tingkah wanita itu yang sejak tadi hanya diam dengan kepala menunduk.
''Saya Tante''?.tunjuknya pada diri sendiri.
''Iya kamu.kan kamu yang biasanya menghias pengantin peria''.ucapan Ayra seketika kembuat Fero menoleh tatapan matanya tajam menatap Alin.
Hatinya bertanya-tanya apa pekerjaan wanita itu sekarang''?.apa mungkin Alin membuka usaha menghias penggantin''?.entahlah dirinya sama sekali tak ingin ambil pusing dengan wanita itu.
''Ma bisa minta yang lain saja buat dandanin Fero''?.seketika semua yang ada disana menoleh saat laki-laki itu buka suara.
''Lho memangnya ada apa''?.Alin kan memang sudah biasa melakukan ini semua,dia kan pemiliknya''.seketika Fero mendesah keras saat mendengarkan penuturan sang Mama.matanya menatap sang istri yang kini juga sedang menatap dirinya.
Satu kedipan mata diarahkan pada sang istri membuat wanita itu menunduk dan memalingkan wajahnya yang sudah merona merah.
''Suaminya tampan banget ya say''?.laki-laki setengah wanita yang mendandani Ayli berujar membuat wanita itu kembali menoleh sekilas.
Bibir tipisnya melengkung membentuk senyuman,tak bisa dipungkiri apa yang dikatakan laki-laki setengah peria dibelakangnya ini memang bener.suaminya memang sangat tampan.
Pukul delapan malam akhirnya kedua pengantin itu melangkah menuruni tangga hingga banyak pasang Mata yang menyaksikan mereka dengan tatapan takjup.
Apalagi teman satu kampus Ayli dan juga Fero yang selama ini mengetahui jika Ayli adalah gadis huruk rupa dan juga culun,meraka benar-benar takjup melihat siapa Ayli yang sebenarnya.
Wanita itu benar-benar cantik.hingga banyak pasang mata laki-laki yang menatapnya tak berkedip,apalagi Mario,laki-laki yang selama ini begitu memuja Ayli,namun kini harapannya pupus sudah saat dirinya mengetahui wanita yang iya cintai sejak kecil itu kini sudah menikah.
__ADS_1
''Kau kenapa menatapnya begitu''?. Aiza yang sejak tadi berdiri tepat disamping Mario seketika bersuara.
''Eh tidak ada'.jawabnya gelagapan.
''Aku tau kau selama ini menyukai Kak Ai''.celetuk Aiza membuat Mario seketika menoleh.
''Itu bukan urusanmu''.ketusnya kemudian melangkah pergi.
Acara tari Inai kini sudah dimulai,Fero dan juga Rey yang baru pertama kali melihat semuanya hanya menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.
''Sayang itu yang dipiring apa sih''?.laki-laki itu bertanya dengan wajah bergidik geli.
''Itu inai''?.
Ah"??.lagi-lagi kata mengelikan itu yang keluar dari mulut semua orang.dirinya bahkan tidak mengenal sama sekali apa itu Inai.
"Aa-aku tidak tau".jawab wanita itu tergagap dan binggung harus menjawab apa"?.
Lelah bertanya namun tak juga mendapatkan jawaban akhirnya Fero memilih diam,sampai akhirnya sesuatu yang menurutnya mengelikan itu dibawa mendekat didepan dirinya,bahkan laki-laki itu diminta untuk meluruskan kakinya mambuat pertanyaan yang sejak tadi dirinya simpan akhirnya kembali terlontar.
"Ini mau diapain Ma"?.berbicara dengan tubuh yang bergidik geli.saat melihat sang Mama sudah mengambil beberapa bagian dari benda lembek dan menggelikan itu.
"Udah nurut aja kenapa sih"!. ntar mertua kamu marah lho".
Fero akhirnya diam dan pasrah membiarkan apa yang ingin orang lain lakukan,termasuk sang Mama.
Setelah kedua tangannya diberikan kotoran yang menurut Fero menjijikkan itu,kedua pasangan suami istri itu diminta berbaring pada ruang tamu yang sengaja sudah disiapkan kasur lantai dan juga bantal.
__ADS_1
"Kenapa disini sih Ma"?.keluhnya frustasi karna sudah hampir satu jam dirinya tidak bisa bergerak leluasa.membuat seluruh tubuhnya merasa pegal dan keram.
"Ya memang begitu,masak iya kamu tidur dikamar pengantin dengan menganakan inai begini"?.Anin menunjuk tangan dan kaki putranya yang kembuat laki-laki itu kembali bersuara.
"Ya tinggal buka aja sih Ma".
"Hai bro wah hebat lu udah kayak raja aja dilayani"!.entah dari mana datangnya Edo dan Andri"?.yang tiba-tiba saja muncul membuat laki-laki itu berdecak.
"Dari mana aja sih kalian dari tadi engak kelihatan".ketusnya dengan tatapan tajam.
"Biasa bro cari angin".jawab Edo santuy.
"Elah lu tega amat sama gue".keluh laki-laki itu lagi sambil menguap.
"Sabar kali Bro".Edo mendekati sahabatnya kemudian berbisik."Susah dikit ngak apa-apa sih bro yang penting dapat yang Ori".
"Sialan lu".kesal Fero yang dibalas Edo dengan kekehan.
"Ya udah gue kesana dulu".
💥💥💥💥💥
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1