Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par153 capter 57


__ADS_3

''Ma,Pa''.Fero brangkat dulu ya''?.Fero langsung mencium punggung tangan kedua orang tuanya,diikuti Edo dan Andri dari belakang.


''Iya sayang hati-hati jangan ngebut''.


''Iya Ma''.


''Bik Atun tas Fero mana''?.


''Ini den''.bik Atun dengan cekatan membawakan tas untuk tuannya itu.


''Makasih Bik''.berbicara sambil meraih tas yang disodorkan Bik Atun.


''Ayo buruan''.akhirnya ketiga laki-laki itu melangkah pergi memasuki mobil,beberapa saat kemudian mobil sport yang mereka kendarai Fero meleset pergi menuju kota K.


Edo melirik kearah Fero yang sejak tadi terus tersenyum seperti seseorang yang sedang jatuh cinta.


''Lu kenapa kayaknya gue perhatiin dari tadi lu senyam-senyum mulu''?.akhirnya Edo bertanya karna rasa penasarannya yang besar.


''Apa-an sih lu''?. bawal banget''.Fero menjawab tampa menoleh kearah Edo.laki-laki itu masih tetap pokus mengemudi dan melewatinya banyaknya mobil yang berlalu lalang,mengingat sekarang waktunya brangkat bekerja.


''Fer gue juga ikut penasaran memangnya Fildan itu siapa sih''?.sampai mampu membuat lu oleng begini''?.kali ini bukan Edo yang bertanya melainkan Andri.


''Hem''.Om Fildan itu bokapnya Ayli''.balas laki-laki itu masih terus tersenyum.


''Oh pantasan dari Fero yang waras kini menjadi gila''.celetuk Edo membuat Andri terkekeh pelan.


''Gue pikir tadi Lu benaran Oleng,ternyata Oleng karna cinta''.


''Siapa bilang''?.ketus Fero merasa tak percaya jika yang sekarang iya rasakan adalah cinta.


''Elah Fer ngaku aja apa susahnya sih''.tapi kalau lho ngak mau buat gue boleh deh''.ucapan Edo mampu membuat Fero menatap sahabatnya itu kesal.


''Kenapa lu ngeliatin gue begitu''?.bukannya lu ngak suka ya sama dia''?.jadi apa masalahnya kalau gue yang pdkt sama Ayli''?.secara dia kan cantik''.


''Lho bisa diem ngak sih''?.kesal Fero karna laki-laki itu terus saja mengoceh.


''Nah-kan kalau cinta lu bilang aja apa susahnya sih''?.


Fero terdiam mendengarkan apa yang Edo katakan,apa benar dirinya mencintai Ayli''?.tapi mungkin juga,buktinya entah kenapa dirinya benar-benar ingin melamar Ayli setelah dirinya sukses nanti.


''Kok diam''?.tanya Edo lagi dengan wajah jahilnya.


''Diem kenapa sih Do''!.lu mau kita mati kerabrak truk''?.kesal Fero karna sahabatnya itu sangat brisik.


''Elah''.baik Mak''.jawab Edo dan Andri serentak disertai cekikikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


''Fer berhenti makan dulu,gue lapar banget''.celetuk Edo setelah lelah mengoda sahabatnya itu,mengingat sekarang sudah hampir zuhur,perutnya pun sudah mulai perih minta diisi.

__ADS_1


''Sudah pukul berapa''?.tanya Fero tampa menoleh sedikitpun pada Edo.


''Hampir pukul dua belas''.Andri menjawab sambil melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


Akhirnya Fero menghentikan mobil sport miliknya disebuah rumah makan sederhana yang ada dipingir jalan.


''Wah rumah makan padang''.jerit Edo dan Andri secara bersamaan membuat Fero yang masih ada dimobil mengelengkan kepalanya melihat tingkah konyol kedua sahabatnya itu.


''Ayo buruan apa kalian mau disitu saja''?.pangil Fero yang sudah melangkah menuju rumah makan.


''Eh iya''.akhirnya kedua laki-laki konyol itu melangkah mengikuti Fero.


''Duduk disana saja Fer disini penuh''.Andri menunjuk kursi yang masih kosong yang ada disudut rumah makan.


Tampa menjawab Fero dan Edo langsung melangkah ketempat yang ditunjuk Andri.


''Mau pesan apa Mas''?.baru saja ketiganya mendaratkan pantatnya dikursi seorang pelayan rumah makan datang.


Ketiga pemuda itu meraih buku menu yang disodorkan.


''Lho pada pesan apa''.tanya Fero sambil melirik kedua sahabatnya.


''Gue ayam rendang,dendeng sapi,sambal cabe ijo,rendang nagka dan juga rendang sapi,beserta gulai usus sapi''.Edo memesan makanan seperti seorang kuli membuat Fero melototkan matanya.


''Pesan semua menu yang ada Mbak''.akhirnya Fero meminta semua jenis lauk-pauk yang ada dirumah makan itu.


''Nah gitu dong''.kan jarang-jarang kita makan-makanan enak kayak gini''.gumam Edo dengan wajah cerah.


''Elah lu''.sekali-kali ditraktir Fero,iya kan Fer''?.


''Hem''.Fero hanya menjawab dengan gumaman karna sekarang laki-laki itu sedang pokus dengan layar hendphone miliknya.


''Baik Mas silahkan ditunggu''.


Ketiga pemuda itu hanya menganguk sebagai jawaban dari Karyawan rumah makan itu.


''Lah''.kenapa lama sekali makanannya datang''.gumam Edo yang sudah benar-benar kelaparan.


Awalnya dirinya pikir saat pelayan rumah makan itu datang dengan cepat makanannya akan datang dengan cepat.namun lihatlah sekarang''?.sudah hampir setengah jam mereka menunggu namun pesanan mereka belum datang juga.


''Sebentar gue susul dulu''.Edo berbicara sambil bengkit berdiri dan melangkah menuju tempat dimana karyawa rumah makan menyiapkan pesanan.


Sementara Fero dan Andri hanya sibuk sendiri dengan semartphone milik mereka masing-masing.


''Mbak cantik kenapa pesanan saya tidak kunjung datang''?.tanya Edo dengan wajah kesal namun juga diselipkan kata gombalan.


''Eh Mas meja nomor berapa ya''?.


"Nomor berapa''. gue juga binggung ntu meja nomor berapa"?.batin Edo yang binggung sambil menoleh kebelakang.

__ADS_1


"Meja yang ada disana Cantik".akhirnya Edo hanya menunjuk meja yang kini sedang diduduki kedua sahabatnya itu.


"Oh meja Nomor 22, sebentar ya Mas''?.maaf karna banyaknya pelanggan kami jadi kelupaan".


"Kelupaan udelmu''!. lho tau ngak gue dan teman-teman gue udah kelaparan sejak tadi".sentaknya yang akhirnya mulai kesal.bagai mana bisa mereka memberikan alasan yang tidak masuk akal.


"Sekali lagi Maaf Mas".pinta wanita itu penuh dengan rasa bersalah.


"Udah buruan,jangan pakai lama lagi".setelah mengatakan itu semua Edo kembali melangkah mendekati Fero dan Juga Andri lagi.


Sementara karyawan diumpat Edo langsung sigap menyiapkan pesanan ketiga cowok tampan nan menyebalkan itu.


"Gila".Edo berbicara sambil mendaratkan bokongnya dikursi kembali.


"Siapa yang Gila"?.tanya Fero dan Andri secara bersamaan.


"Lho berdua yang gila".celetuk laki-laki Konyol itu sambil melirik pada jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Lama banget pesanannya datang".gumam Fero akhirnya setelah meletakkan semartphone miliknya,kemudian iya simpan disaku jaket.


"Lah baru sadar dia".gumam Edo dengan nada mengejek.


"Sudah hampir Zuhur,bentar lagi Azan".gumam Andri yang juga melihat jam tangan miliknya.


"Ini mas pesanannya dan Maaf ya atas keterlambatan kami".pinta karyawan itu sambil melirik kerah Fero yang hanya diam sambil meraih pesanan mereka.


"Tidak apa-apa".Andri yang menjawab sementara Edo langsung meraih piring dan mengambil nasi hingga piringnya penuh.


''What''?.lho makan apa kesurupan''.tanya Andri sambil melotot menatap piring makan sahabatnya itu.


''Diam Dri,gue lapar''.ngebacot aja lu''.ketusnya masih tetap mengisi piringnya dengan bebagai macam lauk pauk.


Sementara Fero hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah Edo tampa bersuara.


Hampir setengah jam mereka makan hingga makanan yang ada diatas meja ludes tampa sisa,tepatnya Edo yang menghabiskan sebagian makanan yang ada, laki-laki itu makan sudah seperti orang kesurupan.


''Do lu sebenarnya bisa kaya''.celetuk Andri membuat pemuda yang kini sedang mencuci tangannya itu menatap kerah sahabatnya.


''Bagai mana caranya''?.


💥💥💥💥💥


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Yuk mampir dinovel baru outhor.👇👇👇


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2