Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 109 capter 13


__ADS_3

''Kita mau kemana Fer''?.


''Bangsat lu pade''?.umpatku spontan karna terkejut.


Sedari tadi diriku sama sekali tidak menyadari kehadiran mereka.itu semua karna sedari tadi yang ada diotak ini hanya masalah yang baru saja kuperbuat.


''Alah''?.asik bener sama lamunan lho ''?.katanya ngak suka''. benci''.prettt''. bilang saja kalau lho suka''.kok payah-payah''.


''Suka sama siapa maksud lho''?.kulirik mereka dengan tatapan tajam.


''Sama hantu''.celetuk Egi membuat ketiga cunguk yang ada dibelakang tertawa lepas.


Menyebalkan''.


''Kalian bisa diem ngak''.kalau ngak gue turunin nie''?.


''Ok..ok kita diem''.jawab ketiganya serentak. namun tak hayal juga ketiganya terus mengoceh.


''Ck''.


Kesalku karna ketiganya terus menyindir diri ini tampa henti.


Kesal juga lama-lama.


''Kalian makan pantat ayam''?.kesalku sambil terus melajukan mobil namun sekali-kali diriku juga ikut nimbrung jika ada sesuatu yang menarik hati.


''Kagak''. makan pantat orang''.


''Lho aja kali,kita kagak''.jawab aku,Egi dan Andri serentak saat Edo bersuara.


''Gue masih pejaka ya''?.


''Idih''?.yang tadi malam apa-an''?.


''Itu mah latihan''.biar nanti pas udah nikah gampang tinggal praktek''.kami bertiga langsung tergelak mendengar bualan Edo.


Karna diantara kami berempat, Edo lah yang selalu tidur dengan berbagai jenis wanita,laki-laki yang satu ini tidak pernah memilih.siapa pun diembat.yang penting wanita,tidak perlu cantik,yang penting seperti yang Egi bilang asal ada lubang embat saja lah. pantang dibiarkan ngangur tu jony, meskipun cuman satu hari.


Edo memang merantau dikota ini,kebetulan nasip baik bertemu ketiga sahabatnya hinga dirinya bisa nyaman berada ditempat asing ini.


Hampir tiga jam kami diperjalanan,hingga akhirnya kami sampai didepan rumah yang terlihat mewah namun terkesan menyeramkan.


Bagai mana tidak''?. dari tembok sambai trali besi semuanya berwarna hitam.


*****


''Tuan Fero''?.saat diri ini mendekati pagar.seorang laki-laki yang mungkin seumuran Papa, keluar rumah sambil membukakan pagar


''Panggil Fero Saja Om''.


''Tapi Tuan''?.


''Fero Om''.


''Baik lah Nak Fero''.dirinya menjawab dengan nada sungkan.


''Ternyata Papa meminta seseorang untuk menjaga rumah ini''.batinku sambil melangkah masuk menuju pintu utama.


Faro tidak tau saja jika yang diminta Papanya untuk menjaga rumah kesayangannya adalah anak buah kepercayaan Rey dulu.


''Fer ini rumah siapa''?.kutatap ketiga sahabatku yang kini menatap sekeliling rumah dengan wajah ngeri.


''Krek''.


Pertanyaan mereka sama sekali tidak kuindahkan.aku langsung membuka pintu utama lebar-lebar.

__ADS_1


''Harimau Fer kabur''.


Jiah''???.. ketiganya kini malah berdiri dibelakang diri ini saat melihat sebuah patung harimau, yang seperti masih hidup.


''Fer lho mau kemana Fer''?.tak kuindahkan pangilan mereka diriku tetap melangkah memasuki rumah ini.


''Ini rumah siapa Fer''?.kenapa seram sekali''?.ketiganya semakin ketakutan saat kini diriku berdiri dirungan tengah. tepatnya didepan patung harimau tadi.


Bahkan kini ketiganya masih mengopek dibelakng ini,membuat diriku sesekali mengibaskan tangan mereka agar menjauh.


''Lho pada kenapa sih''?.


''Takut Fer''.


''Laki bukan''?.


''Laki''.jawab ketiganya serentak.


Aku menarik sudut bibirku membentuk senyuman,lucu juga jika ketiganya kukerjai''.batinku sambil mencari ide.


''Om kandang macan dibelakang tolong dibuka ya''?.


''Hah''?.laki-laki yang kini berdiri tak jauh dari mereka langsung melongok saat mendengar permintaanku.


Namum saat diri ini memberikan kode dengan kedipan mata,laki-laki seumuran Papaku itu langsung paham.


''Iya Nak Fero, sebentar say bukan''.


''Jangan''. tolong Om''?.pinta ketiganya serentak.


Membuat diri ini menarik sudut bibirku membentuk senyuman.saat melihat mereka seperti ini,hatiku yang tadinya kesal kini rasnya lumayan menbaik.membuatku semkin ingin mengerjai mereka.


''Om masih ada stok orangkan Om''?. untuk makan siosman''?.


''Siapa lagi tu Osman Fer''?.Egi nyeletuk sambil mengaruk-garuk kepalanya seperti monyet lampung.lucu sekali melihatnya.


''Hah''?.kenapa bokap lho harus memelihara macan sih Fer''?.


''Memangnya kenapa''?.tanyaku dengan wajah yang sengaja ku buat bengis.


''Kan serem''.kini Edo yang menjawab.membuatku punya ide untuk mengerjai laki-laki hipersek yang satu ini.


''Oh iya Om,biasanya Osman sangat menyukai burung laki-laki yang suka jajan''.


''Dia Om dia''.kita berdua ngak''.sontak Egi dan Andri menunjuk kearah Edo.


Yang membuat laki-laki itu spontan menutup aset miliknya.


Aku menunduk menahan tawa melihat kebodohan ketiga sahabatku.


''Sudah ayo masuk''.


''Lho mau ngajak kita kemana lagi Fer''?.


''Kekandang macan''.


''Ngak Fer''.plis biarkan kita pergi''.


''Om jangan biarkan mereka bertiga pergi''.


''Siap Nak Fero''.hebat juga ekting orang suruhan Papa,batinku sambil melangkah menuju rungan lain.


Kulangkah kan kaki ini menuju kamar utama.


''Fer''. lho mau kemana Fer''?.tokongin kita Fer''?.meminta dengan wajah memelas.

__ADS_1


''Lah''?. bukannya lho bilang laki-laki sejati''?.kenapa segini aja lho sudah keder''?.ejek ku sambil tergelak.tak tahan juga menahan lucu saat melihat ketiganya ketakutan.


''Sialan lho''?.ketus ketiganya serentak.


''Udah sana''. gue mau istirahat dikamar''.aku melangkah menuju kamar masih dengan tergelak puas.


Kubuka pintu kamar yang pintunya masih tetap hitam.


Papa memang aneh,semua cat rumah berwarna hitam. sudah kayak hantu''.batinku .namun jujur saja diriku juga suka dengan apa yang ada disini.


Aku sampai berandai-andai jika diri ini nanti menikah aku akan menbawa istriku untuk tingal disini,entah kenapa saat diriku membayangkan akan menikah, kenapa justru bayangan sicupu yang muncul.


''Sial''?.kesalku sambil melangkah mendekati tempat tidur king seze dengan bed cever berwarna putih.


Untung putih''.jika tidak apa lah jadinya rumah ini''?.


Hanya butuh waktu beberapa saat diriku langsung terlelap.


''Hiyak''?.


''Allah huakbar''?.aku langsung terjingkrak kaget l.saat kudengarkan suara berisik yang berasal dari ruang tengah.


Dengan cepat diri ini berlari bahkan aku sampai tunggang langgang karna kesadaran ku yang belum sepenuhnya pulih.


''Bruk''.


''Sial''.sakit sekali''.desisku karna tampa sengaja diri ini kesandung kaki meja yang ada diruang tengah.


''Setan lho pada''?.


''Apa-apa-an ini''?.


''Hah''...hufh capek''.jawab ketiganya serentak. dengan nafas yang ngos-ngosan. membuatku menatap ketiganya geram.


''Apa kalian sudah bosan hidup''?.serkasku yang membuat ketiganya mengeleng cepat.


Bagai mana diriku tidak emosi,kini Edo,Egi bahkan Andri yang biasanya diam, malah ikut-ikutan gila. katiganya bermain dengan samurai Papa yang sangat tajam.bahkan Papa bilang samurai miliknya bisa digunakan untuk memotong rambut.


Ya ampun''.aku tak habis pikir ''. kenapa mereka bisa bermain dengan maut''?.


Bagai mana jika salah satu dari meraka ada yang terluka''?.


''Om''.


''Iya Nak Fero''.


''Tolong simpan semua ini, ditempat biasanya Papa menyimpan senjata''.


''Baik Nak''.


Aku hanya menganguk sambil meminta ketiga laki-laki yang sudah bosan hidup itu untuk menyerahkan senjata, Papa pada Om yang entah siapa namanya aku bahkan lupa untuk bertanya.


''Fer ini sebenarnya rumah siapa''?.


''Kepo''.


''Serius Fer''.kenapa seram sekali''.


''Lebih seram kalau yang dibelakang kalian menerkam''.


''Kia''.


🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2