Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 71


__ADS_3

Mohon dukungannya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


โค๏ธSelamat membacaโค๏ธ


''Sudah lah jika kau tak mau menceritakan yang sebenarnya biar nanti aku sendiri yang mencari tau''.akhirnya dengan terpaksa Rey mengatakan itu semua, karna do'i tau percuma saja jika memaksa Anin untuk jujur.karna wanita yang ada didepannya ini ternyata sangat keras kepala.


''Kemana lagi Rey''?tanya Anin karna lagi -lagi Rey menarik tagannya seperti kereta gandeng.


''Mau makan apa kau tak lapar''?.


''Tapi aku belum mandi Rey tubuhku lengket''.


Yah kelemahan Anin hanya pada mandi wanita ini akan sangat tersiksa jika dirinya tidak mandi,mengingat sekarang sudah malam.bahkan dirinya belum mandi setelah bertemu Rey tadi siang dikamarnya.


''Oh iya u


aku lupa''?.Rey langsung menepuk keningnya.''Ayo''. kemudian kembali berbalik lagi-lagi sambil menarik Anin.


''Ck'' kau mau membawaku kemana Rey''?.kesal Anin sambil berdecak.


''Mandi sayang mandi mau kemana lagi''?.celetuk Rey hinga dirinya mendapat pelototan mata dari Anin


''Kau sudah bosan hidup Rey''?.


Astaga pertanyaan mu salah tempat Anin,kau tak akan bisa melakukan apa-pun pada mantan Bos mafia yang satu ini.


''Jika mati ditaganmu aku rela sayang,ayo mandi''.Rey malah semakin menggoda Anin membuat wajah wanita itu semakin memerah karna kesal.


''Iya aku pergi kau mandilah sendiri''.akhirnya iya menyerah saat melihat wajah Anin yang sudah memerah menahan amarah dan siap menelannya hidup-hidup.


"Kalau aku mandi pakaian ku ngak ada Rey''!!


''Ayo sini ikut denganku''.mandi yang seharusnya hanya butuh waktu beberapa menit menjadi sangat lama karna banyaknya drama.


"Ck".mau kemana lagi sih manusia satu ini membawaku"?.dumel Anin namun tak hayal,kakinya ikut melangkah mengikuti Rey.


"Ini".Rey langsung membuka sebuah lemari besar yang ada dikamarnya.


Membuat mata seorang Anin melotot sempurna saat melihat banyaknya pakaian bermerek yang berjejer tapi disana,namun ini bukan pakaian seleranya.semua pakaian yang ada dilemari semuanya dress selutut.Anin sama sekali tidak menyukai pakaian seperti ini,seorang gadis yang tomboy akan kesulitan jika diminta mengenakan pakaian seperti ini.


"Apa tak ada yang lain Rey"?.. kaos oblong misalnya"?.


Pertanyaan Anin membuat Rey terkekeh geli,kemudian bersuara.


"Kamu sudah punya tiga anak sayang,bahkan mau otw empat, masak masih pakai kaos oblong"?. harusnya pakai gamis".Rey berbicara sambil menoel dagu runcing Anin membuat wanita itu menatapnya kesal.


"Ck".iya aku tau aku tua ngak usah dijelaskan kali".


Astaga Rey sampai mengaruk kepalanya yang tak gatal.bukan itu maksud dirinya, tapi iya sangat ingin melihat calon istrinya menjadi wanita sesungguhnya bukan wanita setengah laki-laki begini"?.


"Hey mau kemana"?panik Rey karna Anin ingin melangkah pergi dengan wajah kesalnya.


"Siapa juga yang ingin menikah denganmu".kesalnya seperti tau isi hati Rey.


"Tapi aku ingin menikah denganmu sayang".

__ADS_1


"Aku ini tua kenapa kau mau".dengan suara yang sudah mulai naik delapan oktaf.


"Astaga dimana dia menuntut ilmu cenayang"?.batin Rey sambil mengaruk kepalanya heran melihat Anin yang tau isi hatinya.


"Sayang, ku mohon maafkan laki-laki bermulut cabe level sepuluh ini".Rey kini malah berlimpuh dikaki Anin sambil memasang wajah memelas.berharap wanita yang ada didepannya mau memaafkan dirinya.


"Aku mau kerumah sakit Rey"!!..


"No sayang, ayo mandi dulu.terserah jika kau nanti mau pakai baju apa "?.biar aku minta pegawai mall untuk mengantarkannya kesini".


"Mall"?.tanya Anin dengan kening yang mengernyit.ternyata laki-laki didepannya ini sangat banyak menyimpan rahasia darinya.


"Iya Mall,jagan menyalahkan aku karna tak memberitahu mu,tapi salahkan dirimu sendiri yang tidak pernah bertanya padaku seberapa banyak kekayaanku".bangganya mulai jumawa.


"Ck". sombong".decak Anin sambil menyilangkan kedua tagannya didada.


"Bukan sombong sayang, aku hanya berusaha jujur bukankah kau memngiginkan itu"?.


"Ck". berisik aku mau mandi".


****


"Ya"..begitu, jadi lah kucing yang manis".gumamnya pelan setelah Anin masuk kedalam kamar mandi.


"Rey".


"Iya sayang".Rey tau kini wanita itu mengiginkan apa"?..laki-laki itu malah tersenyum lebar dan tersenyum mesum membayangkan keindahan tubuh Anin.


Berkali-kali Rey mengelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran dan gejolak birahi yang langsung memenuhi seluruh pikirannya.


"Rey".lagi-lagi suara Anin terdengar dari kamar mandi.


Perlahan kakinya melangkah menuju lemari,tagannya terulur membuka lemari dan meraih handuk kemudian melangkah kembali menuju kamar mandi.


"Sayang".lirih Rey yang kini sudah berdiri didepan pintu kamar mandi.


Manik matanya menatap inti tubuhnya yang sudah berdiri dengan sempurna sejak tadi.


''Sabar le''.gumamnya sambil menarik nafas sendu.


''Rey''.


''Iya sayang ini''.Rey menjulurkan handuk sementara Anin seperti biasa menjulurkan tagannya.


Wanita itu berharap Rey tak lagi mnegerjainya seperti dulu.


"Rey".panggil Anin lagi setelah iya berhasil meraih handuk yang dijulurkan Rey.


Namum dirinya berpikir sejenak tak mungkin iya akan keluar hanya dengan mengunakan handuk seperti ini,hubungan keduanya sudah tidak seperti dulu lagi,Anin tak boleh lemah iya harus jual mahal supaya tidak kembali merasakan sakit.


"Iya sayang apa lagi"?.Rey semakin perustasi jika Anin memanggilnya terus bisa-bisa dirinya kebablasan dan tidak bisa menahan hasratnya yang sudah mencapai ubun-ubun.


"Pakaianku Rey".


"Kau pilih sendiri saja sayang, jika aku yang memilih aku takut kau tak akan suka".

__ADS_1


"Aku malu keluar Rey, kau pilihkan apa saja pasti kupakai".


"Ok". aku pilihkan".ucap Rey lagi-lagi melangkah dengan gontai menuju lemari.


"Ini".


Rey menjulurkan satu buah dress berwarna moca lengkap dengan pakaian dalamnya.


Anin segera meraihnya.


"What".. ada paakian dalam juga"?.terkejut. jelas dirinya tak menyangka laki-laki seperti Rey mempersiapkan semuanya untuk dirinya masih baru-baru lagi.


"Sadar Anin itu hanya triknya saja untuk membodohimu kembali".gumamnya pelan sambil mengenakan dress yang dipilihkan Rey.


"Waah ternyata gue cantik juga pakai baju kayak gini".celetuk Anin tanpa sadar memuji pakaian yang dipilihkan Rey untuk dirinya.


"Sudah sayang"?.. aku ingin mandi".panggil Rey dari luar.untuk saat ini dirinya ingin bermain dengan sabun dulu.karna bagi seorang laki-laki penjelajah *** seperti Rey akan sangat sulit jika harus menahan hasratnya.


"Iya sebentar".Anin berbicara sambil membukan pintu kamar mandi.


"Glek".


Rey menelan ludahnya kasar saat melihat penampilan wanita didepannya,meskipun tanpa make up namun wajah Alami seorang Anin tak usah diragukan lagi membuat birahinya semakin mengila.


Rey dengan cepat melangkah kekamar mandi dirinya takut akan menerkam Anin saat itu juga.sekarang Rey tidak akan memaksa Anin lagi untuk melakukan hubungan intim Rey akan melakukannya jika Anin yang meminta.


Sementara Anin yang melihat kelakuan Rey hanya mengeleng-gelengkan kepalanya binggung.


Hampir satu jam Rey berada dikamar mandi, membuat Anin bosan hanya menunggu dirinya disana.


Sementara didalam kamar mandi laki-laki itu baru saja mandi setelah tadi beberapa saat bermain dengan tagannya sendiri.


"Rey"!!..Anin mencoba mengetuk pintu kamar mandi berharap penghuni yang ada didalam cepat keluar.


"Iya sayang sebentar ini sudah selesai".


Akhirnya Anin kembali melangkah menuju sofa dan duduk disana.manik matanya memutari ruagan.


Pandagannya tertuju pada lukisan dirinya yang terpampang besar disana,senyum kecil terukir dibibir seksinya, karna ternyata laki-laki ini masih terus mengingat dirinya.


"Kau kenapa tersenyum"?.ternyata Rey sudah keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk saja.


Membuat darah Anin langsung berdesir hebat. melihat tubuh penuh tato dan berotot laki-laki didepannya sekarang.


"Apa kau terpersona dengan ku"?.pertanya Rey membuat Anin tergagap dan memalingkan wajahnya dengan cepat.


"Jika kau memgiginkannya lagi katakan saja aku siap melayanimu sampai kau puas".Rey berbicara sambil terkekeh kecil dan mengenakan pakaiannya tepat didepan Anin.membuat wanita itu lagi-lagi menelan slivanya dan spontan memalingkan wajahnya kearah lain.


"Jika kau mengiginkannya katakan saja".


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...Mohon dukungannya like vote hadiah and komen...


Yuk mampir dinovel outhor yang lain.๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2