Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 16


__ADS_3

''Apa Om bisa membantuku''?..Ken berbicara sambil mendogak menatap wajah tampan Al.


''Om menyukai Mama kan''?..


''Apakah boleh''?


''Tergantung kalau Om bisa membuat Mama terseyum dan bahagia akan Ken pikirkan nanti''.


''Hem baik lah Om janji akan membuat Mama mu terseyum''.


"Dan mendesah".tentunya Al hanya berbicara dalam hati.


"Om bicara apa tadi"?..tanya Ken sambil menatap wajah Al penuh curiga.


"Tidak ada Om hanya berbicara baiklah''.bohongnya.


''Cih Om jagan coba-coba membodohiku''.Ken berbicara degan nada kesal sambil mendelik.


''Ya baiklah Om salah''.jawab Al lesu,anak ini memang sagat luar biasa,sama sekali tidak bisa dikibuli bahkan iya tau isi hati seseorang.


''Ayo Om kita temui Mama,Ken gak mau nanti malah Papa yang menemui Mama duluan''.Ken berbicara sambil menarik tagan Al menuju dimana Anin dan Adiknya bermain.


Tak jauh dari sana,sagat jelas mereka lihat bahwa Anin sekarang sedang berbicara degan seseorang.


"Brian ya".laki-laki itu kini sedang berusaha mendekati Anin,pada saat setelah dirinya megantarkan wanita yang tadi bersamanya pulang.


"Mama".tiba-tiba saja Ken datang hinga Brian menghentikan tagannya yang akan mengapai tagan Anin.


"Sayang sini sama Papa".Brian berbicara sambil igin meraih Ken degan tagannya.


Ken tak bergeming bahkan bocah kecil itu kini bergelayut manja dilegan Al.


''Sayang ayo sama Papa''.lagi-lagi Brian mencoba untuk mengendong anaknya tapi sekarang tagannya mengarah pada sikecil Aulia.


Aulia hanya menatap tagan Brian yang terjulur padanya kemudian metanya beralih menatap Anin.


''Ma..Audia penen pudang''.lirihnya degan bahasa cendel khasnya.


''Iya sayang ayo kita pulang''.Anin menjawab sambil menuntun anaknya untuk pukang.


''Hey kau,kenapa kau selalu megikuti anak dan istri orang''?..serkas Brian sudah terpancing emosi,karna anak-anaknya sama sekali tidak mau iya sentuh,bahkan kedua anaknya malah dekat degan laki-laki asing.


Al berbalik menatap Brian degan wajah tenang, tapi terkesan meyeramkan sorot mata yang tajam,tubuh yang ber-otat dan terdapat tato disepanjang legan laki-laki tersebut.


''Kenapa''?Al bertanya degan nada santai tampa beban.


''Apa setatus mu sehinga kau berani-beraninya menjauhkan anak dan istriku deganku ha...''?...


''Bisa kah kita bicara jauh dari sini,bahkan kau bicara kasar didepan anak-anak mu sendiri''.


''Alah gue gak perdulu biar lu malu sekalian''.


''Anin bisakah bawa anak-anak menjauh''.


''Ayo sayang kita makan disana''.Anin berbicara sambil menunjuk lestoran cepat saji yang agak jauh dari perdebatan Brian dan Al.


Al hanya terkekeh geli menanggapi ucapan Brian kemudian berkata.


''Kau bilang mereka semua anak dan istrimu lalu siapa wanita yang bersama mu tadi''?..kau bahkan tidak pernah mau menemui mereka,apa lagi memenuhi kebutuhan mereka''.


''Lalu apa perduli mu''?..

__ADS_1


''Ya jelas aku perduli karna sebentar lagi posisi mu akan ada pada ku''.


''Mimpi kamu"!!..aku gak akan pernah melepaskan Anin untuk laki-laki lain termasuk kamu".Brian berbicara sambil menunjuk dada Al hingga laki-laki itu terhuyung.


Al terkekeh kemudian berkata


"Coba saja kalau kau bisa".berbicara sambil melangkah pergi menyusul Anin yang sedang megajak anak-anaknya makan dilestoran cepat saji.


"****".umpat Brian kesal sambil melangkah pergi.


"Apa kalian sudah selesai makan"?...


"Al apa lu gak igin makan dulu"?..tanya Anin sambil menatap Al yang hanya berdiri saja menatap dirinya yang menyuapi Aulia.


"Tidak usah gue masih kenyang''.


''Om ayo lah jagan baperan gitu".


Ah.. lagi-lagi Ken nyeletuk asal membuat Al akhirnya ikut duduk.


*****


''Dada Om''.pamit Anak-anak setelah Al megantarkan mereka kerumah,setelah selesai makan dan membeli beberapa mainan.


''Makasih ya''?.Anin berbicara setelah mereka tinggal berdua,karna anak-anak sudah berlari masuk kedalam rumah sang Kakek.


''Untuk''.tanya Al sambil menautkan alisnya binggung.


''Untuk semua yang lu lakukan hari ini''.


''No problem gue senang bisa deket sama anak-anak lho Dri.mereka menggemaskan sama seperti Mamanya''.Al sudah mulai melancarkan aksi gombalan garingnya.


''Gue serius''.


''Hem...serah lu''.jawab Anin malas.


''Eh..mana surat-surat lu soalnya gue pegen bantu lu megurus percaraian lu Dri''.


''Lu serius Al''.


''Sejak kapan gue becanda sama lu,buruan sana ambil''.


''Tapi gue belum ada duit Al''.


Mendegar ucapan Anin Al terkekeh kecil kemudian berkata.


''Lho bisa pakai uang gue dulu,kapan-kapan kan bisa dibayar''.


Mendegar itu semua Anin meganguk mantap dan berkata


''Ok''.setelah megatakan itu Anin melangkah masuk kedalam rumah.


''Ini''.Anin berbicara sambil memberikan syarat-syarat untuk megurus perceraian dirinya degan Brian.


''Ok lu tunggu beberapa hari semunya akan klir ditagan gue''.


"Iya makasih".


"Sampai kapan lu akan bilang terima kasih"?ucapnya sambil terkekeh menatap Anin lekat.


''Gue pamit''.sambungnya lagi.

__ADS_1


''Iya hati-hati sekali lagi makasih''.Anin berbicara sambil terseyum menatap Al.


Yang dibalas oleh Al degan ciuman jarak jauh,membuat Anin langsung mendelik kesal sambil menggelengkan kepalanya kemudian melangkah pergi memasuki rumah.


''Siapa Nak''.Ayah bertanya sambil menatap Al yang sudah pergi menjauh.


''Teman Anin Yah''.


''Oh..hati-hati kamu belum resmi bercerai tidak enak dilihat orang''.


''Iya Yah Anin tau''.


''Anak-anak mana Yah''?..


''Didalam lagi main sama Bibik''.


Anin meganguk kemudian melangkah menuju rumahnya sendiri,sekarang sudah hampir Ashar iya harus memasak karna sebentar lagi harus berangkat bekerja.


Ditempat lain tepatnya dikediaman Al.


Seorang wanita kini berjalan menghampiri laki-laki itu,bukan rumah mewah yang meyeramkan tempat Al membawa Anin semalam,tapi Apartemen milik Al yang lain karna ruamah pribadinya hanya orang-orang tertentu yang boleh tau.


''Masuklah''.pinta Al saat melihat seorang wanita setelah dirinya membuka pintu Apartemen.


''Puaskan gue''.setelah berbicara itu Al langsung membuka pakaiannya dan membiarkan wanita itu bermain-main degan miliknya dibawah sana,Al selalu memberikan perigatan bahwa iya tidak akan megizinkan wanita lain untuk meyentuh bagian tubuh atasnya,kecuali yah Anin,tapi untuk saat ini iya akan menahan diri terlebih dahulu karna wanita itu lumayan sulit untuk ditaklukan.


''Oh..god baby''.rancau Al ditegah-tegah permainan.


''Kau sagat nakal''.lirihnya sambil menepuk pinggul wanita yang sedang meguasai inti tubuhnya sekarang.


''Aaaahhh...leguhan panjang keluar dari mulut Al setelah mencapai pelepasan.


Al berdiri degan tubuh polosnya kemudian membuang pegaman yang iya pakai kedalam tempat sampah,meraih dompet dan melempar beberpa lembar uang seratus ribu kepada wanita yang baru saja iya nikmati.


Wanita itu hanya terseyum dan berkata.


''Jika butuh lagi kau tinggal menghubungiku''.


''Hem''.jawab Al pendek kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Sementara wanita yang tadi memakai pakaiannya kembali dan melangkah keluar dari apartemen.


"Anin".lirih Al di awah derasnya kucuran air Shower sambil memejamkan mata.


🌹🌹🌹🌹🌹


Lah Babang Al masih rajin jajan diluar gimana tu"?...


Jagan lupa hadiah like vote and komennya donk supaya outhornya semagat updet.


Ok👌👌👌


Yuk mampir di novel baru outhor gak kalah seru.



Makasih


Bay..bay...😍😍😍


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2