
Akhirnya siang itu Fero memutuskan untuk mengantar Ustaz yang baru saja iya kenal itu untuk pulang kerumahnya,laki-laki tampan itu banyak sekali bercerita tentang segala hal termasuk caranya bertoubat dan banyak lagi yang lainnya.
Entah kenapa setelah bercerita panjang lebar dengan Ustaz bernama Muhammad Ahmed hati pemuda itu merasa sedikit tenang.
Bahkan sejak hari ini laki-laki itu bejanji tak akan meningalkan sholatnya lagi dan akan kembali bekerja diperusahaan sang Papa sesuai jabatan yang akan ditempatkan Rey pada dirinya yaitu sebagai CEO diperusahaan Papanya itu.
Disepanjang perjalanan pulang menuju rumah Fero mengingat-ingat apa yang selalu Pak Ustaz katakan,bahwa tak ada anak yang haram melainkan kedua orang tuanya lah yang berdosa,entah kenapa mendengar kata itu hati pemuda tampan itu menjadi sedikit lega namun balik lagi dirinya kasian dengan kedua orang tuanya dan juga menyesali perbuatannya tempo hari.
Namun saat Ustaz mengatakan dirinya bisa bertaubat karna Allah menyukai tobatnya orang yang pendosa,dari situ seorang Fero merasa yakin dan akan berusaha menjadi lebih baik lagi itu janjinya.
''Assalamualaikum Ma''.salam yang diucapkan lagi-laki itu membuat Rey dan Anin yang sejak tadi duduk didepan Tv menoleh.
''Sayang kamu dari mana''?.sudah makan belum''?.saat melihat putranya Anin segera melangkah mendekati putra bunsunya itu.
''Belum Ma,Mama masak apa Fero lapar''.laki-laki itu menjawab sambil menciumi tangan sang Mama dengan takzin.
Entah kenapa melihat putranya seperti ini membuat mata seorang Anin memanas.
''Mama masak banyak hari ini,ada cumi saos padang,ikan bakar,daging rendang,ayam bakar dan juga ada lalapan timun''.
''Wah banyak banget Ma,ada acara apa sebenarnya''?.tanya laki-laki itu yang mengikuti langkah sang Mama menuju dapur.
''Ada apa sayang''?.tanya Rey yang masih asik dengan tontonannya.
''Ngak ada Rey''.
''Pa''.sapa Fero sambil menyalami jemari sang Papa dan mengecup pungung tangannya lembut.
Melihat perubahan sikap Fero Anin dan Rey hanya saling tatap kemudian keduanya mengangkat pundangnya pertanda bingung.
''Maafkan Fero kalau selama ini Fero banyak salah Pa''?.Ma''?.laki-laki itu berbicara sambil menoleh pada Papa dan Mamanya satu persatu.
Anin yang mendengar penuturan putranya langsung meneteskan air matanya yang sejak tadi sudah bersusah payah iya tahan.
''Kamu ngak punya salah Nak,Maafkan Mama dan Papa''.Anin berbicara sambil menarik putranya kedalam depakan.
Entah kenapa semenjak kejadian naas saat dirinya selingkuh dengan Rey dan akhirnya hamil benih dari laki-laki Non muslim itu,sejak saat itu wanita cantik ini sudah merasa bersalah.ditambah lagi saat mengetahui jika selama ini putranya selalu mendapatkan perlakuan buruk disekolah apa lagi dimasyarakat.disaat itu lah hati seorang ibu dihancurkan hingga tak berbentuk. ditambah lagi saat melihat Fero kecewa dan terpuruk.ya Allah rasanya ingin sekali dirinya berakhir dimuka bumi ini sekarang juga, detik itu juga. agar semuanya tak lagi membuatnya tersiksa dan sesak.
__ADS_1
''Kok nangis sih Ma Fero ngak apa-apa Kok''.Oh ya Pa besok Fero mau kerja lagi''.laki-laki itu berbicara sambil melepaskan pelukan dari sang Mama.
''Benarkah''?.tanya Rey dengan wajah semangat.
''Benar dong Pa,masak Fero bohong sih''.
''Mana tau masuk kantor hanya untuk menjadi Office Boy lagi''.ucapan Rey membuat Fero tertawa lepas dan mengaruk kepalanya yang tak gatal.
Hinga suasana yang tadinya haru kini berubah menjadi penuh tawa.
''Oh ya Ma,Mama tau alamat rumahnya Ayli putrinya rekan bisnis Papa itu''?.
''Hem''.ketahuan kan''?.lagi-lagi Rey nyeletuk membuat Fero menarik sudut bibirnya membentuk senyum cangung.
''Mama sih ngak tau ya,coba tanya Papa''.
''Tau ngak Pa''?.
''Untuk saat ini Papa ngak tau,tapi nanti Papa minta asisten Papa untuk mencari tau alamatnya''.
''Memangnya untuk apa sih''?.tanya Anin sambil menatap putranya heran.
Apa benar dirinya merindukan Ayli''?.entah lah''. dirinya juga binggung harus mengertikan rasa yang iya punya saat ini.
Yang jelas dirinya ingin bertemu Ayli karna ingin meminta maaf dengan benar dengan wanita yang pernah iya sakiti itu.
''Oh ya ampun Iya''.iya putra Mama sudah gede sekarang''.balas wanita paruh baya itu sambil mengusap kepala putranya lembut.
''Ayo Ma makan, Fero lapar''.Fero mencoba menghindari ledekan sang Papa.
''Oh iya Mama sapai lupa ayo''.
''Sayang aku ikut''.Rey langsung bangkit berdiri dan melangkah menyusul istri dan putranya yang kini melangkah menuju ruang makan.
''Mau makan pakai apa sayang''?.tanya Anin sambil mengambilkan nasi untuk putra bunsunya itu.
''Ayam bakar sama daging rendang Ma''.Anin dengan cekatan mengambil nasi beserta lauk pauk untuk putranya,setelahnya wanita itu langsun meletakkan kembali piring didepan putranya.
__ADS_1
''Sayang punyaku Mana''?.
''Lho''?.
''Udah sayang buruan jangan banyak nanyak''.
''Oh Ok''.Anin menjawab disertai kekehan khas miliknya.setelahnya langsung melangkah mengambil piring makan diatas rak dan kembali pada putra dan suaminya yang masih setia duduk sambil mengobrol ringan.
''Wah Asik nie kayaknya''?.tiba-tiba saja Aulia yang sejak tadi mengurung diri dikamar muncul sambil menoleh pada Adik dan Ayah tirinya.
''Eh Sayang ayo sini''.mau makan lagi''?.tanya Anin karna tadi putrinya itu sudah sempat makan dengan porsi yang lumayan banyak.
''Boleh deh Ma,kayaknya enak makan sama-sama kayak gini''.wanita muda itu langsung duduk tepat disamping Adik laki-lakinya yang kini sibuk dengan makanannya sendiri.
''Ini piringnya''.Aulia meraih piringnya dan mengambil nasi yang lumayan banyak beserta lauk pauknya, membuat Fero yang tadinya pokus pada piringnya sendiri seketika monoleh.
''Ya allah Kak''?.seirus makan sebanyak itu''?.mata laki-laki itu melotot tak percaya dengan apa yang iya lihat.Aulia mengambil semua jenis lauk pauk dan memasukkannya kedalam satu piring hingga piring miliknya membumbung tinggi.
''Seriuslah memangnya kenapa''?.Kakak lapar Dek''.jawabnya santai.sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
''Astaufurullah''.pelan-pelan Kak nanti keselek''. Fero berbicara sambil menatap sang Kakak heran sekaligus takjup.laki-laki muda itu tak habis pikir tubuh Aulia yang kecil bisa menampung makanan sebanyak itu''?.dirinya yang laki-laki saja benar-benar tak sangup harus memakan makanan sebanyak itu.
''Brisik Dek Kakak lapar''.pintanya lagi karna sang Adik begitu cerewet hingga membuat kepalanya pusing.
''Hem''. makan kayak kuli''.lagi-lagi laki-laki itu nyeletuk sambil menatap sang Kakak heran.
''Diam kenapa sih Dek,bawal banget kayak emak-emak penagih hutang''.
Anin dan Rey yang melihat perdebatan putra dan putrinya hanya saling tatap kemudian tersenyum,meskipun mereka lain ayah tapi setidaknya anak-anak mereka saling menyayangi itu sudah membuat Anin atau pun Rey merasa bahagia.
''Assalamualaikum''?.
💥💥💥💥
Mohon dikungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏
__ADS_1
Tbc.