Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 69


__ADS_3

''Kau mau membawaku kemana gila''?.


Lagi dan lagi Rey menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman, yang menbuat Anin outo semakin kesal.


''Kau''.tudingnya '' Andai aku bisa,kau sudah kutendang dari tadi''.geram Anin dengan gigi yang bergemeletuk kuat menahan kesal.


''Ha..ha..ha''..bukannya marah Rey malah tertawa lepas,membuat seorang Anin bertambah emosi.


Ingin sekali Anin mengatakan bahwa dirinya sekarang sedang mencari putra mereka, namun kembali lagi Anin tidak mau Rey tau jika mereka mempunyai putra.sungguh iya masih belum terlalu mempercayai Rey karna laki-laki ini sama sekali tidak bisa dipegang ucapannya.


''Dasar gila''.umpat Anin sambil menyilangkan tagannya didada dan menatap kesamping.


''Ayo turun''.


''Hah''.jelas Anin kaget karna tanpa sadar mereka sudah berada didepan rumah sakit. entah mau apa laki-laki yang kini sedang membuka pintu mobil itu membawanya kerumah sakit''?.apa kah laki-laki ini sakit''?.atau mungkin ada keluarganya yang sakit''?.tapi mana mungkin laki-laki ini kan tidak punya keluarga, kecuali Elo sahabatnya.mungkin kah Elo yang sakit''?.tapi jika Elo yang skait ngapain cobak Al membawanya dirinya kesini''?.


''Ck''.sudah selesai melamunnya''!! ayo turun''.lirih Rey sambil tetap berdiri didepan pintu mobil yang terbuka.


''Iya ''.akhirnya kata itu yang Anin ucapkan.


Setelah Anin keluar mereka langsung melangkah memasuki rumah sakit.


Manik mata Anin tertuju pada bubur yang kini sedang ditenteng Rey.entah untuk siapa bubur itu''?.. yang jelas sudah bisa dipastikan bahwa disini pasti ada orang yang sakit,tapi siapa''?.


''Buruan jalannya sayang, kenapa kau sekarang suka sekali melamun''?.


''Iya bawal''.Anin langsung mempercepat langkahnya.


Sebenarnya iya ingin sekali kabur.namun lagi-lagi jemarinya digengam Rey dengan kuat. membuat wanita itu hanya bisa pasrah akan apa yang mau dilakukan Rey.namun setelah ini dirinya akan meminta Rey untuk melepaskannya karna iya harus mencari putranya.


''Sayang Papa datang''.


Mata Anin yang tadinya menunduk kini perlahan iya mengangkat wajahnya.


''Deg''.


"Fero"gumam Anin dengan sangat pelan. bahkan tagannya kini sudah berkeringat dingin.wajah seorang Anin pun sudah mulai memucat.


"Mama".Fero lansgung menatap Mamanya dengan rasa bersalah yang tinggi.


Iya yakin Mamanya sudah kerepotan mencari dirinya yang pergi tanpa kabar.


"Sayang".Zoya langsung menghempaskan tagan Rey dan berlari menghampiri putranya.


"Maaf kan Fero Ma".Fero langsung mengulurkan kedua tagannya untuk menyambut pelukan sang Mama.


"Maafkan Mama sayang Maafkan Mama".Anin memeluk erat putranya itu dengan linagan air mata.


Wajah sembab sang putra mampu membuktikan bahwa putranya benar-benar terluka dengan apa yang iya alami sekarang.semua kesalahan yang mereka lakukan dimasa lalu kini Fero lah yang menerima kepahitannya.


Sementara Rey kini laki-laki itu diam terpaku namun air matanya sudah menetes tanpa permisi, dadanya terasa sesak bahkan tagannya terkepal kuat menahan sesak dan sakit dihatinya.bahkan tubuh laki-laki tegap penuh tato itu pun bergetar karna menangis.


"Paman kenapa kau suka sekali menangis"?.setelah pelukan mereka terlepas Fero langsung menatap kearah laki-laki yang iya panggi dengan sebutan Paman itu.


Namun sebutan itu mampu membuat hati seorang Papa tercabik-cabik.


"Eh maaf kan Papa Fero benarkah namamu Fero"?.yah sedari tadi karna diliputi kegalauan Rey sampai lupa bertanya siapa nama putranya.


"Iya Paman nama ku Alfaro".

__ADS_1


"Waaah nama yang bagus,kenapa nama kita hampir sama ya"?.


Rey melangkah mendekati ranjang Fero sambil melirik Anin sekilas dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Mana bubur Fero Paman"?.


"Ini sayang,sini Papa suapi".


"Ck''. Fero sudah besar Paman, kenapa Paman memperlakukan Fero seperti Bayi"?.


Rey hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah Fero yang sangat mirip dengannya. tidak bisa dibantah.


"Fero apa Papa bisa meminjam Mamamu sebentar"?.


Mendengar itu semua Anin mengangkat wajahnya sekilas kemudian kembali menunduk.


"Paman pikir Mama Fero barang atau pingsil yang bisa dipinjam"?..


Astaga Rey sampai menepuk jidatnya sendiri.sungguh Fero bocah yang sangat pintar.


Mungkinkah dirinya akan segera disingkirkan oleh putranya sendiri"?.


Bahkan kini Anin menahan tawanya sambil tetap menunduk.keiginanya untuk bertanya kenapa Fero ada disini iya urungkan, kerna rasa takutnya pada Rey yang akan mengetahui tentang putranya.


"Maksud Papa,Papa ingin mengajak Mamamu untuk makan malam sebentar apa boleh"?.


"Itu kan bagus, ini tidak''. meminjam itu sangat tidak baik Paman".Fero masih terus berceloteh dengan mulutnya yang masih penuh.


"Ya..ya ya Papa tau Papa salah, maafkan Papa''?.


"Ok".


"Mamaku jagan ditarik Paman. dia bukan gerobak"!!.


Astaga rasanya Rey benar-benar kalah saing dengan bocah kembarannya itu, kenakalan dan kepintarannya kini sudah hilang berpindah pada sang putra.


"Baik lah tuan Fero yang terhormat".pasrah. Rey hanya bisa pasrah sambil menarik nafasnya panjang.


"Apa kau sudahpuas mentertawakanku"?.Rey menatap Anin kesal, karna wanita itu terus saja tertawa.saat mereka sudah keluar dari ruagan Fero.


"Ya begitulah".jawab Anin sambil mengangkat bahunya acuh.


''Ayo ikut aku''.lagi-lagi Rey menarik jemari wanita itu.


Jika Fero sampai melihat. sudah bisa dipastikan putranya itu akan perotes.


''Kita mau kemana lagi Rey''?Rey langsung tersenyum saat Anin akhirnya bisa memanggil dirinya dengan nama aslinya bukan nama KW miliknya lagi.


''Kesuatu tempat ''.jawab Rey pendek sambil menutup pintu mobil setelah Anin berhasil masuk.


''Bisa kah kau telfon temanmu untuk menemani Putra kita sebentar''?.


''Deg''.


''Putra dari mana dia tau itu putranya''?batin Anin semakin gugup.


''Kau kenapa'-?. sepertinya kau sedang gugup''?.


''Tidak.aku baik-baik saja,lagi pula dia bukan putramu''.

__ADS_1


Rey tak menjawab iya langsung melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang lumayan sepi. mengingat sekarang masih pukul setengah tujuh.


''Apa kau sudah menghubungi temanmu''?.


''Aku tak membawa ponselku''.


''Kenapa kau tidak katakan sedari tadi''?.


''Ini pakai ponselku''.


''Tapi aku tidak punya nomor temanmu,lebih baik kau hibungi Elo sekarang''.


''Aku harus bilang apa''?.


''Katakan saja jika kau meminta tolong padanya untuk menjemput Kiara ketoko dan membawanya kerumah sakit.aku yakin wanita itu masih ditoko''.


''Hem Ok''..


Akhirnya Anin segera menelfon Elo dan laki-laki itu dengan terpaksa menyetujui permintaan Anin ,karna sungguh Elo benar-benar sangat melas jika berurusan dengan wanita bernama Kiara.


''Sudah''?.Rey bertanya saat melihat Anin meletakkan Smartphone miliknya diatas Dashboard mobil.


''Sudah''.


''Eh.. apa yang kau lakukan''?.Anin langsung panik saat jemarinya digengam Rey dengan lembut.


Membuat desiran aneh menjalar disekujur tubuhnya.


Tidak-tidak Anin tidak mau terjerumus kedalam lubang yang sama untuk yang kedua kalinya.


''Lepas Rey''.


''Jagan banyak bergerak karna bisa berbahaya nanti''.Rey berbicara sambil terus menyetir mobilnya dengan satu tagan.


Anin hanya parah iya menatap keluar jendela dengan wajah kesal.


Namun Rey seolah tak melihat. iya hanya pokus menyetir mobil namun jemarinya tetap menggengam jemari Anin lembut.


''Sudah sampai ayo keluar''?.


''Kau membawaku kemana Rey''?.


''Ck''.


''Hey turunkan aku Rey''. kau gila ya''?.Anin jelas brontak saat tubuhnya langsung diangkat Rey bak sebuah karung beras.


''Kau mau apa Rey''?.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...Mohon dukungannya...


...Like vote hadiah and komen...


...Makasih...


Yuk mampir dikarya outhor yang lainπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2