
...MOHON DUKUNGANNYA🙏🙏🙏...
...❤️Selamat Membaca semoga suka❤️...
''Ck''.Mama kenapa lama sekali''?.kesal Fero sambil berdecak.
''Maafkan Mama sayang.oh iya Fero udah sarapan''?.Anin bertanya sambil berdiri didepan putranya.
''Sudah tadi pagi, sama Paman yang suka caper''.Anin menahan tawanya saat mendengar gelar yang putranya berikan untuk Papanya sendiri.
"Siang".sapaan ceria yang Rey lontarkan sangat berbeda seratus lima pulih drajat saat laki-laki itu bersama dengan dirinya.
"Paman kapan Fero bisa pulang"?.disini sama sekali tidak asik"?.
"Sekarang''. ayo siap-siap Papa sudah mengurus semuanya".Rey tersenyum cerah bagai mana tidak''!! dirinya baru saja menemui dokter yang iya minta kemaren untuk melakukan tes DNA pada Fero dan hasilnya Fero adalah putranya' darah dagingnya''.
Tidak ada yang lebih membahagiakan dari pada ini,bahkan sedari tadi laki-laki itu selalu tersenyum seperti orang gila.
Oh pantas saja sedari tadi dirinya kehilagan Rey.ternyata laki menyebalkan itu pergi mengurus administrasi rumah sakit.sekalian mengurus kepulangan putranya.itu pikir Anin.sambil menatap Heran Rey yang terus tersenyum. padahal sedari tadi laki-laki itu cuek-cuek bebek. lalu kenapa sekarang do'i tersenyum seperti orang gila yang sering iya lihat mangkal dilampu merah.apa laki-laki ini kesambet''?.
"Paman kenapa ketawa terus"?.hati-hati Paman nanti kau malah dikira gila".celetuk Fero sambil menatap heran laki-laki dewasa yang kini malah membalas pertanyaannya dengan senyuman.
"Ayo ganti pakaianmu bukan kah kau ingin pulang"?.tanya Rey sambil mengemasi barang-barang mereka yang ada didalam ruagan tepatnya barang-barang miliknya, seperti pakaian ganti dan juga laptop yang sempat iya bawa tadi malam dari Apartemen miliknya.
''Serius udah boleh pulang Paman''?.Fero bertanya dengan wajah berbinar senang.
''Serius sebentar lagi perawat akan datang untuk membuka infusmu''.
''Yes''.. akhirnya aku bisa bebas dari tempat yang membosankan ini''.gumamnya dengan wajah berbinar senang, membuat Rey dan Anin juga ikut senang.
Setelah membereskan semunya akhirnya mereka melangkah keluar dari rumah sakit.
Didalam mobil Rey selalu tersenyum membuat Anin mau-pun Fero heran.
''Om kenapa dari tadi senyum terus''?.biasanya nangis terus''.celetuk Fero sambil menatap Rey heran.
''Papa lagi seneng sayang''.jawabnya sambil menoleh sebentar dan kembali pokus menyetir mobil.
Disepanjang perjalanan pulang tak ada lagi yang bersuara setelah pertanyaan singkat Fero.
''Kau mau kemana Rey''.panik Anin karna Rey ikut turun dan membawa barang-barang putranya.
Rey tak bergeming.
''Biar aku saja yang bawa Rey''.Anin mencoba untuk meraih tas kecil yang Rey tenteng.entah dari mana Tas itu''?.. perasaan kemaren dirinya tidak membawa apa pun untuk Fero.
Memang''. karna Rey meminta karyawannya untuk mengantarkan keperluan Putranya dan juga dirinya kerumah sakit.
''Rey hey''.panik.
''Haduh gimana nie ''?..kalau Ayah tau dia pasti gamuk''.gumam Anin sambil berpikir keras alasan apa yang akan iya katakan pada sang ayah nanti.
''Rey,astaga dia sudah sampai''..Anin berlari capet saat melihat Rey sudah berdiri didepan pintu rumahnya.
''Assalamualaikum''.salam laki-laki itu sudah terdengar.bahkan sangat tepat dan fasih mengucapkannya.
__ADS_1
''Walaikumsalam''.terlambat''. kini Ayah sudah membuka pintu rumahnya lebar-lebar.
''Maaf''. mau cari siapa ya''?.
''Mau cari Bapak''.jawaban Rey membuat tubuh Anin semakin bergetar takut.
Namun tidak dengan Rey,laki-laki itu berdiri dengan santai didepan Kori.bagaikan sampai dosa.
''Mau cari saya''?.terlihat Kori mengerutkan alisnya heran. pasalnya beliau benar-benar tidak mengenal laki-laki bertato didepannya ini.
''Kakek kenapa kau mengacuhkanku''?.ucap Fero karna sedari tadi sang Kakek hanya sibuk dengan laki-laki yang mengaku Papanya itu.
Bocah itu merengut kesal. padahal dirinya sengaja untuk tidak bersuara berharap sang Kakek menyadari keberadaannya''.namun hasilnya nihil.kekeknya malah sibuk dengan laki-laki disebelahnya.
"Ya Allah''. maaf kan Kakek sayang".Kori langsung meraih Fero kedalam dekapannya.semalaman laki-laki paruh baya itu tidak tidur sama sekali, kerna memikirkan keadaan cucunya.
''Apa jagoan Kakek sudah sembuh''?.Kori membingkai wajah cucunya dengan wajah kawatir setelah pelukan mereka terlepas.
''Fero baik Kek,sudah kuat untuk melawan Kakek''.jawab Fero sambil menarik tagan Kekeknya untuk masuk.
''Ayo Nak masuk''.
''Iya Pak terima kasih''.Rey tersenyum senang ternyata putranya disini sangat disayangi meskipun ayah dari putranya tidak jelas. tapi iya masih bersukur karna ayah dari Anin menyayangi putranya.
''Anin kenapa berdiri saja''?.. buatkan minum nak''. kan ada tamu''?..
''Iya Yah''.Anin yang tadinya hanya berdiri mematung didepan pintu mulai melangkah masuk.
''Oh iya tadi kamu bilamg ada perlu sama saya,memangnya ada perlu apa''?.
''Begini Pak, saya datang kesini untuk melamar putri Bapak''.Rey berbicara dengan wajah yakin. tampa basa-basi.
Namun tidak dengan Anin wanita itu menatap Rey tak percaya bahkan mulutnya sampai mengaga lebar.
Kori menelisik laki-laki yang ada didepannya, wajah laki-laki didepannya sudah jelas bukan dari suku melayu tapi laki-laki ini seperti bule.
Namun saat melihat tato yang hampir seluruh lengan Rey membuat Kori bergidik ngeri.sebenarnya laki-laki seperti apa yang datang melamar putrinya ini''?.
''Bapak tidak perlu takut padaku aku bukan orang yang menakutkan''.sepertinya laki-laki ini paham jika laki-laki paruh baya didepannya merasa ngari melihat menampakan tato yang sampai kejari-jari tagannya.
''Mohon maaf''. tapi putri saya seorang janda dan ini adalah putranya dan masih ada lagi, apa kau mau menerima mereka''?tanya Kori dengan wajah serius.sepertinya laki-laki ini masih takut-takut untuk menerima pinagan laki-laki seram didepannya.
Jelas Kori masih terouma atas kegagalan pernikahan putrinya. ditambah lagi putrinya pernah hamil diluar nikah.beliau takut laki-laki ini akan menyesal menikahi putrinya.iya jelas tak ingin pernikahan putrinya hanya bertahan sebentar hanya karna masa lalu.
Namun tampa diduga justru kini Rey melangkah mendekati Kori dan merlimpuh dibawah kaki laki-laki paruh baya itu.
''Kau kenapa Nak''?.Kori jelas terkejut dengan aksi mendadak yang Rey lakukan.
''Maafkan atas kesalahan yang pernah saya lakukan Pak''?.Rey menceritakan semunya tampa ada yang ditutup-tutupi bahkan kini laki-laki itu mulai terisak dengan cerita pilu dan liku-liku perjuanggannya untuk sampai ketitik ini.
Kori yang mendengar itu semua diam mematung. namun wajahnya jelas menunjukkan kemarahan.
Wajah laki-laki itu mengeras dengan tagan yang terkepal kuat.
''Maafkan saya Pak''?.lirih Rey terisak.
__ADS_1
''Apa kau pikir dengan kata Maaf kau bisa mengembalikan nama baik kami''?.hati''. jika sudah diliputi amarah. membuat seseorang lupa, jika itu semua tidak murni kesalahan Rey.
Namun saat ini hati laki-laki paruh baya itu dipenuhi kekecewaan, hinga akhirnya iya melayangkan tinjunya tepat diwajah Rey dengan penuh emosi.
''Ayah''.Anin yang sedari tadi bersembunyi langsung menjerit histris dan berlari mendekati mereka.
''Fero masuk Nak''.ditengah ketakutan Anin masih sempat untuk meminta putranya pergi, karna pembicaraan yang dibahas mereka adalah pembicaraan yang tidak pantas didengar anak-anak seperti Fero.
bocah itu hanya menurut dengan pikiran yang ikut berkelana jauh, mungkin kah jika laki-laki yang mengaku Papanya itu adalah benar Papa kandungnya''?.
Entahlah
Karna penasaran akhirnya Fero memutuskan untuk menguping.
''Pergilah Dri'biar ini menjadi urusanku''.pinta Rey saat melihat Anin melangkah mendekat.do'i takut wanitanya itu juga akan terkena imbas dari emosi laki-laki paruh baya didepannya.
Rey pikir biarlah dirinya yang menaggung ini semua.karna dirinya laki-laki sudah sepantasnya iya berjuang untuk mendapatkan cintanya.
''Tidak''.aku akan tetap disini''.kekeh Anin menolak. dirinya takut jika Ayahnya berbuat nekat. meski bagai mana pun iya tak mau Rey terluka.karna jauh dilubuk hatinya yang paling dalam cintanya masih tersimpan rapat untuk laki-laki ini.
''Buk..buk..buk''.meskipun sudah tidak muda lagi,tapi tenaga seorang kori tidak bisa diremehkan. beliau sangat kuat dan pukulannya mampu membuat tubuh seorang Rey sedikit terhuyung.
''Ayah sudah Yah''.pinta Anin yang sudah menangis sesegukan.
''Plak''.benar dugaan Rey.sekarang Anin juga terkena imbasnya,satu tamparan keras mendarat diwajah wanita itu hinga membuat sudut bibir Anin mengeluarkan darah segar.
''Dri''?..panik Rey sambil melangkah mendekat
''Jagan pernah mendekati putriku ,kau sudah menghancurkan kepercayaan ku pada putriku sendiri''.ucap Kori dengan nada berapi-api.
''Dan kau Anin,apa kau sudah gila''?..sehingga kau mau menjalin hubungan dengan non muslim''?.
''Saya sudah masuk islam Pak''.celetuk Rey membela diri.
Kori tidak perduli laki-laki paruh baya itu langsung terduduk disofa ruang tamu dengan linangan air mata.
Dirinya tidak menyangka bahwa ayah dari cucunya Fero adalah seorang Mafia.bahkan laki-laki itu sebelumnya adalah non muslim.bagai mana bisa putrinya memiliki hubungan dengan laki-laki yang tidak seaqidah.sampai menghasilkan anak''?.
Berkali-kali laki-laki paruh baya itu mengusap wajahnya kasar. terlihat sangat frustasi.
''Ku mohon Pak izinkan aku untuk bertanggung jawab''.sambung Rey lagi dengan penuh harap.
''Pergilah dulu nanti akan kupikirkan''.pintanya mengusir dengan cara halus. dirinya benar-benar belum bisa berpikir dengan benar sekarang.karna hatinya saat ini banar-benar kalut.
🌹🌹🌹🌹
Wah...wah...akan kah pinagan Rey diterima atau bahkan sebaliknya''!!..yuk simak par selanjutnya.
jagan lupa dukungannya like vote hadiah and komen.
Makasih
Yuk mampir juga disini👇👇👇
__ADS_1
Tbc.