Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par 106 capter 10


__ADS_3

''Emile''.aku menutup mulutku yang terbuka lebar saat kulihat sahabatku sejak kecil berdiri didepan diri ini, dengan wajah tersenyum manis.hidungnya yang mancung dengan kulitnya yang sao matang menambah kesan tampan dan **** pada diri laki-laki ini.


Kukucek mata ini untuk memastikan apa yang kulihat benar atau tidak''?.


Namun berkali-kali kulakukan hal yang sama bahkan aku sampai mencubit lenganku sendiri.


''Aw''.jeritku lirih saat kurasakan sakit ditangan ini karna cubitanku sendiri.


''Hey"?. apa yang kau lakukan''?.aku langsung mendongak melihat laki-laki yang lebih muda sembilan bulan dariku itu. kini sedang menatapku dengan wajah heranan.


''He..he"..ini ngak mimpikan''?.tanya ku lirih sambil menatap dirinya dengan lekat.


Tingginya yang melebihi diriku membuatku harus mendongak untuk menjangkau wajahnya.


''Ngak''.jawabnya sambil menarik diriku kedalam dekapannya.Sudah hal biasa kami lakukan jika aku dan dirinya bertemu.Emil adalah putra dari Pamanku Arkhan dan Ounty Wiwit.


Hanya dirinya lah yang selama ini selalu mengerti diri ini.mengerti semua keluh kesahku.


Dirinya juga yang selama ini selalu menjadi penghibur disaat aku sedang sedih.


''Oh"...Emile Adam, aku merindukanmu''.aku berbiacara sambil mengeratkan pelukanku pada tubuhnya berotot.


Wajar diumur kami yang masih muda, anak dari keturunan Adam selalu diminta untuk kuat dan pandai ilmu bela diri.kami selalu dipaksa untuk menjadi tangguh.itu lah sebabnya tubuh Emile sangat bagus dan berotot.


''Sejak kapan kau datang''?.tanyaku sambil menoleh kekiri dan kekanan.


''Aku baru saja sampai. kau cari apa''?.


''Paman sama Ounty mana''?.tanyaku karna diriku benar-benar sudah sangat merindukan Paman Jutekku itu.tapi meskipun begitu Pamanku orangnya sangat baik dan perhatian.


Namun berbeda dengan ounty Wiwit,beliau wanita yang sangat somplak sama seperti Papaku dan Om Ben.


"Mereka tidak ikut".


"Yah"?.desahku kecewa.


"Kau akan membiarkan ku disini saja"?.


''He..he..maaf"?.


"Ya sudah ayo masuk''.kau banyak hutang cerita padaku''.aku langsung menarik lengannya untuk masuk kedalam kamarku.hal biasa yang kami lakukan sejak diriku kecil.hanya dirinya yang selalu mengerti aku sementara Kak Alvin''.hufh laki-laki itu hanya suka menjahiliku.


''Apa kau masih tetap diminta Papa untuk berpenampilan seperti ini''?.


''Iya apa lagi''.


''Kasian sekali dirimu''.keluhnya sambil menatapku iba.


''Ah". sudah lah jangan dipikirkan''.


''Sekarang kau kasi tau aku kau mau apa kesini''?.


''Apa kau tidak menyukaiku datang''?.


''Bukan-bukan begitu maksudku''.


''Terus''?.


''Apa kau akan lama disini''?.maksudku"!!.aku ingin kau menemaniku disini.kau tau ''?.setiap hari aku selalu dibuly dirumah ini''.


''Iya aku akan lama disini,kau tau"?. aku melakukan ini semua demimu''.


''Benarkah''?.Emile hanya menganguk sambil menatapku dengan senyum manis khas miliknya.


''Wah ". lalu kuliahmu bagai mana''?.

__ADS_1


''Aku kuliah disini, apa kau senang''?.


''Hah''?.aku menjerit membuatnya tersentak dan menutup mulutku dengan telapak tangannya.


''Suut''.kau ini brisik. kupingku sakit''.


''He..he..maaf "?. aku mau kau menjawab pertanyaanku tadi''.


''Iya aku kuliah disini''.itu pun setelah memohon merlimpuh,merangkak dan meraung.diriku baru dikasi ijin''.


Aku langsung terketawa terbahak-bahak melihat exresinya yang terlihat kesal dan juga sedih.


''Makasih sayangku''.aku mengucapkan terimakasih dengan tulus sambil mendekap tubuh tegapnya yang kini duduk bersila dihadapanku.


Kurasakan jemarinya yang lembut mengusap kepala ini dengan sayang.


''Tok...tok..tok''.


''Siapa''?.tanyaku saat kudengar suara pintu kamar yang diketuk.


''Bibik Non''.


''Oh''.ada apa Bik''?.


''Ditunggu diruang makan Non''.


''Oh iya Bik, bentar''.


''Ayo makan dulu nanti ngobrol lagi''.pintaku yang lamgsung dingguki Emile.


******


''Idih si perangko udah nempel aja''.aku langsung mendelik kesal saat kudengar suara yang paling menyebalkan yang selalu menganguku.


''Sirik''?..ketusku sambil membawa Emile duduk disebelahku.


''Terimakasih bu''.jawab Emile sambil meraih ikan bakar yang disodorkan Ibu.


Malam ini akhirnya keluarga besar kami makan dengan lahapnya sambil sesekali kami bercanda ria.


Selesai makan semua keluarga berkumpul diruang kelurga sambil menonton Tv.


Sementara diriku naik keatas untuk mandi. kebetulan aku belum mandi dari tadi siang.selesai mandi diriku langsung berbaring dan terlelap.


******


Pukul 4-30.


Sayup-sayup kudengar suara gedoran dipintu kamar.aku tau itu siapa''.


Om Ben''.Mama bilang sedari kecil itu adalah pekerjaannya membangunkan seisi rumah untuk sholat subuh.


Itu adalah tugas dari Kakek Adam yang meminta dirinya untuk jadi alaram disubuh hari.


''Ayli bangun sholat''.


''Dor...dor...dor''.


''Iya Om''.


Aku menjawab namun tak hayal diriku masih meringkuk didalam selimut.


''Ayli bagun kamu''.


''Haduh''?.

__ADS_1


''Iya Om iya''.akhirnya dengan mata yang masih mengantuk kupaksakan untuk bangun dengan kaki yang kuseret-seret menuju kamar mandi.


''Duk''.


''Aaaww''.


Pekikku lirih saat tampa sengaja diri ini menyandung sesuatu.


Sakit sekali hingga membuatku dengan terpaksa membuka mata.


''Aduh sakit''.keluhku lagi sambil mengusap lututku yang kepentok bathup.


''Ayli''.


''Iya Om,Ai sudah bangun''.


Ternyata Om Ben masih menjerit seperti orang hutan didepan kamarku. dirinya bahkan tidak akan pergi dari depan pintu kamar sebelum penghuni kamar iya pastikan benar-benar bangun.


Bahkan saat aku dapat tamu bulanan saja dirinya masih mengedor pintu kamar dan memintaku untuk bangun subuh. katanya ngak boleh bangun siang-siang nanti rezkinya diembat ayam.entah benar atau tidak "?. yang jelas aku harus mengikuti peraturan yang keluarga besarku buat.


Setiap mau sholat subuh aku sudah terbiasa langsung mandi,itu semua aku lakukan agar diriku bisa langsung bersiap untuk berangkat kuliah nanti.


Selesai dengan aktifitas mandiku aku langsung mengambil Wudhu dan melaksanakan sholat subuh dimesjit. karna kebetulan rumah Om Ben tidak terlalu jauh dari mesjit.


''Ai berangkat kuliah bareng ya''?.saat diriku pulang dari mesjit aku memutuskan untuk naik keatas,namun langkahku terhenti saat Emil memanggil diri ini.


''Pakai motor Ai''?.


''Iya pakai apa lagi''.


Jawabnya sambil menatapku sendu.


Aku tau yang pasti dirinya juga mengalami nasip yang sama seperti diriku.padahal Paman Arkhan sangat kaya sama dengan Mama. tapi mereka semua selalu mengikuti peraturan konyol yang sudah turun temurun ini.


Tapi aku akui semua yang dilakukan keluargaku ada benarnya,Mama selalu bilang semua kemewahan dan rezki yang berlimpah yang kita miliki,suatu saat jika jika allah berkehendak maka semuanya akan habis.


Maka dari itu kita semua harus siap apa saja yang akan terjadi dikemudian hari.termasuk kehancuran dan kekejaman dunia.


Alasan keluargaku melakukan itu semua mereka mau kami anak-anaknya hidup sederhana. agar nanti jika kami jatuh kebawah atau mungkin kami berada dalam kesulitan, kami tidak akan terkejut lagi.karna kami sudah terbiasa.dulu Mama pernah bercerita dirinya pernah berada dalam kesulitan.namun Mama yang sudah dididik sedari kecil dengan kehidupan dunia yang keras, jadi Mama bisa melewati semuanya dengan lapang dada dan hati yang ikhlas.


Aku sangat bahagia hidup dikeluarga ini meskipun terkadang aku selalu jadi bahan buly-an namun aku tau semua keluargaku sangat menyayangiku begitu juga diriku.


Aku sangat menyayangi mereka.


"Ok sip"!!. Ai siap-siap dulu".


Akhirnya aku memutuskan untuk bersiap-siap.


Pukul tujuh pagi setelah selesai sarapan aku dan Emile memutuskan untuk berangkat kuliah.


"Aku saja yang bawa motornya Ai,masak cowok duduk dibelakang"?.apa kata dunia"?.


"Oh iya". Ai lupa".lirihku sambil menyerahkan. motorku pada Emile.


"Emile pulang kuliah cari kerja yuk"?.sekarang ini kami berdua sedang berada diatas motor yang melaju dengan kecepatan sedang.


"Mau kerja apa"?.


"Kerja apa ya"?.


🌹🌹🌹🌹🌹


Mohon like,vote,hadiah and komen makasih


Masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2