
Mohon dukungannya ๐๐๐
โค๏ธSelamat membacaโค๏ธ
Hingga hampir pukul enam sore Anin berkeliling mencari putranya,namun hasilnya tetap nihil.
"Kamu dimana sayang "?.lirihnya sambil memarkirkan motor miliknya didepan taman dan melangkah menuju kursi taman, kemudian mendaratkan bokongnya disana.
Berkali-kali iya mengusap air matanya dengan kasar.
"Fero maafkan Mama Nak"!!..lirihnya sambil terisak.
๐น๐น๐น๐น
Sementara dirumah sakit.
"Eeem".gumaman kecil yang keluar dari mulut Fero membuat Rey langsung berdiri dari duduknya dengan wajah antusiasi.
"Sayang".
Mata Fero menyipit pandagannya masih buram. iya bahkan belum bisa melihat dengan jelas siapa yang ada didepannya sekarang"!!..
"Sayang ini Papa Nak".
"Deg".
Papa.mata yang tadinya sayu kini mencoba untuk mengenali apa yang ada didepannya dengan benar. namun butuh beberapa saat hingga akhirnya pandagannya kembali terang.
Matanya langsung melotot saat melihat laki-laki dewasa yang sangat mirip dengannya.
"Anda siapa"?.suara lemah yang bertanya tentang sesuatu yang sangat menyakitkan buat Rey,membuat laki-laki itu langsung terduduk kembali pada kursi yang tadi iya duduki.
Pertanyaan seorang anak laki-laki yang mampu membuat hati dan sekujur tubuhnya menjadi lemah.
Mata Rey langsung memerah, detik berikutnya air mata itu kembali tumpah.malu, iya sungguh memalukan, seorang laki-laki dewasa kini menaggis didepan seorang anak kecil.
"Maaf anda siapa"?.
Diam tak ada jawaban.Binggung' Rey benar-benar binggung dengan jawaban apa yang harus iya berikan"?..sementara dirinya sendiri masih belum pasti jika yang ada didepannya sekarang benar putranya atau tidak"?.
Namun hati kecilnya tetap mengatakan bahwa anak yang ada didepannya sekarang adalah putranya.
"Paman kenapa kau menangis"?.pertanyaan pertama dan panggilan yang menyayat hati mampu membuat bahu Rey bergetar karna menangis.
"Paman kau sakit"?.lagi-lagi Fero bertanya dengan wajah heran. kenapa laki-laki dewasa didepannya ini menaggis.
"Kau jagan menaggis Paman. masa sudah dewasa masih cengeng"!!!..ucapan mengelikan yang keluar dari mulut bocah Sepuluh tahun itu mampu membuat sudut bibir Rey tertarik membentuk senyuman.
"Nah gitu dong Paman. kau jagan menangis lagi,Mama bilang kalau cowok suka menaggis itu namanya banci Paman".
"Benarkah"?.
"Benar Paman".
"Kalau Paman boleh tau siapa nama Mama mu"?.
"Sore Pak,mau ganti infus dulu".seorang perawat melangkah memasuki ruagan perawatan Fero.membuat obrolan mereka terhenti.
"Oh iya silahkan".
Setelahnya Rey melangkah menjauh dan duduk disofa panjang yang ada disana.
"Saya permisi Pak".setelah perawat selesai mengantikan infus, iya pun kembali keluar dari ruagan perawatan Fero.
"Paman Aku sangat lapar,apa kau ada makanan"?.ya benar. pada kenyataannya bocah sepuluh tahun itu memang belum makan seharian.
__ADS_1
''Eh iya bolehkah kau memanggil ku Papa''?.
Pertanyaan laki-laki didepannya membuat Fero tersenyum kecut.
''Terserah Kau saja Paman''.lirihnya sambil menatap lurus penuh luka.
''Ayo sini Papa suapi''.
''Aais...Paman kenapa kau ingin menyuapiku dengan makanan itu"?. aku tidak sakit Paman aku hanya kelelahan, kenapa aku diberikan bubur yang membuatku mual''?.
Oh astaga ternyata seorang bocah fotocopy dirinya ini bukan hanya wajahnya yang mirip tapi kelakuannya juga sangat mirip.Rey hanya menaggapi ucapan bocah didepannya dengan senyuman.
Namun detik berikutnya Rey kembali tersenyum kecut. saat mengingat bahwa bocah didepannya masih memanggil dirinya Paman.namun Rey tak ingin memaksakan keiginannya, iya akan membiarkan apa yang ingin dilakukan putranya itu.selagi iya mau menerima kahadiran Rey.
''Ya sudah Papa akan membelikanmu makanan lain. tapi kau tunggulah disini, Papa akan meminta perawat untuk menjagamu''.
''Baiklah''.
Setelah mengatakan itu semua Rey langsung melangkah keluar ruagan.
''Sus tolong jaga putra saya ,saya ada perlu sebentar''.
''Baik Pak''.
Setelahnya Rey langsung melangkahkan kakinya menuju parkir.
''Diamana aku harus membelikan bubur untuk putraku''.lirihnya setelah beberapa saat berkeliling.
''Oh itu dia".Rey langsung menunjuk pedagang bubur yang hanya ada satu disekitaran taman.
''Mang buburnya masih ada''?.tanya Rey setelah dirinya keluar dari mobil dan melangkah mendekati pedagang bubur.
''Eh iya Den ada''.
''Iya Den siap, silahkan ditunggu''.
''A..siap Mang''.Rey langsung mengacungkan kedua jempolnya kemudian duduk dikursi tunggu.
"Ini Den ".laki-laki paruh baya itu langsung mendekati Rey dan menyodorkan dua kotak bubur ayam.
"Eh iya berapa Mang"?.
"Empat puluh ribu Den".
"Ini Mang".Rey langsung menyerahkan selembar uang ratusan.
"Kembaliannya buat Mamang aja".
"Tapi Den ini kebanyakan"!!!...
"Udah Mang, ambil aja itu rezki".
"Makasih Den,semoga semakin sukses".
"Makasih Mang doakan cepat dapat jodoh juga ya Mang"?.
"Amin ".Setelah mengatakan itu semua Rey langsung melangkah kembali menuju mobil miliknya.
Namun saat dirinya ingin membuka pintu mobil, manik matanya langsung menagkap sesuatu yang sangat iya kenal.
Rey langsung memasukan bubur kedalam mobil kemudian melangkah mendekati objek yang membuatnya penasaran.
"Anin ngapain dia disini"?.gumam Rey sambil melangkah mendekati Anin yang kini masih benutupi wajahnya sambil menangis.
Namun meskipun Wajah Anin ditutupi Rey tetap bisa mengenali wanita itu.
__ADS_1
"Grep".
Tampa Aba-aba Rey langsung mengangkat tubuh Anin yang sedang duduk dan membawanya menuju mobil.
"Hey lepas apa yang kau lakukan"?.kau siapa"?.
"Lepas".Anin terus meminta dilepas, namun wanita itu sama sekali tidak berani bergerak karna takut terjatuh dijalanan aspal.
"Hey kau mau membawaku kemana"?.
Panik". Anin semakin panik saat orang yang mengendongnya bak buntalan kecil itu membuka pintu mobil.
"Al "!!!.lirih Anin dengan mata melotot sambil menatap Al tak percaya.setelah dirinya dimasukkan dan didudukkan didalam mobil.
"Hay"?.Rey menyapa Anin dengan wajah santai,tampa rasa bersalah.sambil tersenyum manis pada wanita pujaannya itu.
''Apa yang kau lakukan Al"?.. jagan gila kamu ya''?.kesal Anin dengan mata yang sembab akibat terlalu lama menangis.
''Aku hanya melakukan apa yang mau aku lakukan''.jawaban santai dari Rey mampu membuat Anin bertambah kesal.
''Kau''.
''Diamlah jika kau tak ingin aku memperkosamu disini''.ucapan yang Rey lontarkan mampu membuat Anin menutup mulutnya rapat-rapat.
Melihat Anin yang diam karna ancaman yang iya ucapkan,membuat Rey menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.
''Kau mau membawaku kemana''?.
"Bagai mana aku mau mencari Fero"?.. kalau sigila ini menyekapku,bagai mana caraku kabur darinya-nya"?.batin Anin sambil melihat kekiri dan kekanan berniat mencari celah untuk kabur.
Melihat Anin yang kebingugan Rey menarik sudut bibirnya kembali membentuk sebuah senyuman.
"Cih kenapa dia tersenyum begitu"?.batin Anin lagi-lagi menatap Rey kesal.
"Apa sudah puas mengumpatku"?.tampa menjawab pertanyaan yang dilontarkan Anin Rey malah balik bertanya.
"Cih ".siapa yang mengumpatmu"?.
"Aku bertanya kepadamu kau mau membawaku kemana"?.
"Aku ingin membawamu menuju pernikahan".
"Hah". kau gila ya"?.kesal Anin dengan tubuh yang iya condongkan kearah Rey .
"Cup".astaga Rey malah langsung mengecup singkat bibir wanita yang kini menatapnya dengan wajah permusuhan.
"Kau"?.Anin menunjuk wajah Rey dengan penuh kekesalan.
"Cup".namun lagi-lagi Rey menarik jemari wanita itu dan mengecupnya.
"Al apa yang kau lakukan"?.. sigila mesum"?.kesal Anin sambil menatap Rey tajam.
"Ha..ha..".tampa terasa tawa Rey langsung pecah.
"Kau mau membawaku kemana gila"?.
๐น๐น๐น๐น๐น
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Makasih.
Bay...bay...๐๐๐
Tbc.
__ADS_1