
''Ayo temani aku kekota''.
''Kau gila''?..apa kau ingin masuk penjara terus dihukum seumur hidupmu''?...apa yang ingin kau cari dikota''?..Kesal sekali rasanya Elo saat mndengar kata yang diucapkan Al.sampai do'i melupakan sopan santunya kepada sang Bos.
"Ayo kita memancing Al".Elo berharap dengan mengajak Al memancing Al bisa melupakan niatnya ingin kekota.
''Kau mau kemana Al''?Elo langsung panik saat melihat Al mulai berdiri dan mengayunkan langkahnya.
''Aku harus memastikan sesuatu''.
''Aduh.. Al plis jagan seperti ini''?..kalau tertangkap kita bisa membusuk dipenjara Al,jika melawan sama-sama mafia aku sanggup dan tidak akan pernah gentar. tapi tidak dengan melawan aparat negara Al''.
''Kau tinggal lah disini aku akan pergi sendirian''.
''Hufh..baiklah aku akan pergi bersama mu''.akhirnya dengan terpaksa Elo menyetujuan bahwa mereka akan pergi malam ini kekota.
"Kau makan lah dulu, biar nanti kita berdua kuat meraton seperti kemaren".Elo menarik Bosnya untuk menuju meja makan.
Al menarik nafasnya panjang. karna lagi-lagi iya harus memakan telor dan mie,rasanya sebentar lagi dirinya akan mirip seperti mie dan telor. bulat dan keriting.
''Ayo lah bos. kau makan lah sedikit, jika tidak kau tak akan bertemu dengan apa yang kau cari''.
Mendengar ucapan Elo akhirnya Al menarik piringnya. mengisinya dengan sedikit nasi dan memakannya dengan malas.
Setelah selesai makan malam akhirnya mereka bedua besiap-siap untuk pergi.bahkan kerdua laki-laki itu pergi dengan cara diam-diam. itu semua mereka lalukan sebagai bentuk waspada. takut penghianat ada disekitar kawasan mereka sekarang.
"Buruan".
"Iya bawel".Elo juga ikut melangkah dengan memgendap-endap seperti Al.
__ADS_1
"Haduh kita sudah seperti maling".Elo langsung mendesah panjang saat mereka sudah sampai diluar pagar.
''Ayo''.Al sudah mulai melangkahkan kakinya menyusuri hutan dengan semagat.kali ini iya sudah bertekat untuk menemui Anin apa-pun rintangannya.
Pikirannya benar-benar tidak tenang. menggingat jika Anin benar-benar hamil. itu artinya wanita itu kini dalam masalah.
Apa itu penyebab Kekasihnya itu menagis kemaren.memikirkan itu semua membuat dada Al semakin sesak.
Bagai mana jika Anin benaran hamil''?...sementara dirinya kini sedang menjadi buronan.
"Oh..good".Al berkali-kali iya mengusap wajahnya dengan frustasi. bagai mana caranya iya bertanggung jawab dengan Anin. sementara dirinya kini menjadi incara polisi
Kadang terlintas diotaknya untuk membawa Anin pegi bersamanya. namun jika wanita itu ikut dengannya, akan banyak bahaya yang mengincar Anin.iya tak ingin Anin kenapa-napa.lebih baik seperti ini, itu pikirnya.
''Aduh Al aku lelah''.Elo langsung menyenderkan punggungnya dikayu besar didalam hutan belantara.
Bulan malam ini lumayan terang. membuat kedua laki-laki muda itu lebih leluasa berjalan. lagi pula kemaren mereka sudah membuat lorong jadi sudah tidak sesulit kemaren lagi.
''Diamlah. apa kau dengar itu''?..
''Gawat itu kan polisi dan tentara. aduh mati kita''.Elo langsung panik saat melihat ada sekitar dua puluh polisi dan lima belas tentara berkumpul dihutan seperti sedang mengatur strategi.
''Aku yakin mereka akan menuju markas kita,coba kau telfon Aiden agar dia membawa seluruh anggota bersembunyi atau mungin bawa pesawat didaerah pegunugan dan kita juga akan menyusul disana.saat ini kita tidak punya pilihan lain.menurutku jalan yang lebih aman kita lari keluar negri''.
Dengan terpaksa Al mengurungkan niatnya untuk menemui Anin karna jika dirinya nekat makan sudah pasti iya akan berpisah dengan Anin dengan waktu yang sangat lama atau mungin tak akan bertemu lagi untuk selamanya.
"Bagai mana jika mereka juga mencari kita disana"?..
"Kita akan pergi sejauh mungkin hinga tiada satu orang pun yang mengenal wajah kita semua''.
__ADS_1
''Baiklah terserah kau saja, aku sudah lelah''.Elo berbicara sambil meraih gawai yang iya simpan disaku jaketnya.
********
''Ayo Al kita siap-siap menuju bukit''.setelah berhasil menelfon anak buah mereka.
Kini kedua laki-laki itu sudah melangkah menuju bukit.
Bukit yang sangat jauh dari tempat polisi dan tentara itu berada. hinga mereka tak mendengarkan suara mesin pesawat sama sekali.
Untung saja Al menyiapkan semua kebutuhan mereka disini termasuk lapagan pesawat.
''Selamat tinggal Anin maafkan aku''?..bukan keiginanku untuk menjauh darimu.sumpah demi apa pun, dihati ini hanya terlukis nama mu''.Lirih Al dengan meneteskan air mata.
Seharusnya melam ini dirinya akan menemui wanitanya itu. namun sekarang semua yang iya inginkan sirna ditengah jalan.
''Bos bersabat lah semua ini hanya sementara".Elo menepuk pundak Bosnya itu pelan.
Al hanya menaggapi ucapan rekannya dengan menganguk pelan.
Apa lagi yang bisa iya lakukan sekarang''?... selain dari sabar dan menjauh.
Ingin rasanya iya menjerit. jika membayangkan bagai mana jika pikirannya benar''?...bahwa Anin hamil''?..
🌹🌹🌹🌹
Aduh Babang Al makin jauh.
Jagan lupa like vote hadiah and komen makasih.
__ADS_1
Bay..bay...😍😍😍
Tbc.