Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par15


__ADS_3

''Hey jagoan kalian mau kemana''?..tiba-tiba Al muncul dari belakang mereka membuat Anin seketika menoleh.


''Oh..ya..ampun kenapa lu pagaikan jelangkung dimana-mana selalu ada''.gerutu Anin yang hanya ditanggapi Al degan senyum pepsodentnya.


''Hai gadis kecil kalian mau main sama Om''.lagi-lagi Al sok akrap kepada kedua bocah mengemaskan didepannya.


Ken yang melihat laki-laki asing yang sok akrap hanya belegos kemudian berkata.


"Gak usah ceper deh Om gak mempan sama kita''.kemudian bocah tampan itu melenggang pergi.


''Anin menahan tawanya melihat wajah Al yang kaget.


''Anak lu benaran tu''?..bertanya degan wajah heran.


''Gak anak tetanga''.jawab Anin asal kemudian menggandeng tagan Aulia dan melangkah masuk kedalam,megikuti Ken yang sudah berjalan menjauh.


''Kenapa tidak memberitahuku jika kalian igin main kesini''?..ayo sini cantik jalan sama Om''.Al berbicara sambil meraih tagan mungil Aulia kemudian membawa bocah wanita itu berjalan ber-irigan degan Anin.


'' Bukankah kita sudah seperti keluarga kecil yang bahagia''?.sambung Al lagi sambil menatap Anin.


''Hem lu jagan suka bicara asal Al''.


''Ken ayo sini jagan kesana nanti kamu jatuh lho''.Anin setegah berlari megejar Ken yang sudah igin memasuki Elevator.


''Plis deh Ma jagan norak gitu''.serkas Ken setelah Anin,Al dan Aulia mendekatinya.


Al yang mendegar itu semua hanya menahan tawanya,sungguh bocah kecil laki-laki didepannya ini sagat jutek dan juga pintar.


''Sampai kapan kita akan berdiri disini''?.tanya Ken saat semuanya hanya diam saja sedakan Aulia bocah cantik dan menggemaskan itu sagat tenang didalam gendogan Al.


''Ayo''ajak Al saat Life sudah terbuka.


''Mata Anin langsung membulat saat melihat siapa yang ada didalam Life.


Brian laki-laki itu sedang berada didalamnya, sedang merangkul tubuh wanita yang kemaren Anin lihat.


Degan cepat Anin megalihkan perhatian anaknya agar tidak melihat apa yang ada dibelakang mereka.


''Lu kenapa''?..bisik Al tepat ditelinga Anin.


''Lu gak lihat siapa yang ada dibelakang lu,tolong lu alihkan perhatian Aulia agar tidak melihat Papanya''.Anin balas berbisik membuat Al menoleh kebelakang sekilas,terlihat Brian melepaskan tagannya dari wanita itu,kemudian menatap Anin degan tatapan yang mendamba dan juga cemburu.

__ADS_1


"Bukankah itu Papa".nah Ken tidak akan mudah untuk dikelabui bocah pintar itu matanya sagat jeli degan keadaan sekitar.


"Bukan sayang,dia suami Tante ini,sekarang Papa kalian adalah Papa Al bukan Papa Brian Ok".Al menimpali.


Ken bukan lah bocah bodoh yang mudah dikibuli,iya sagat tau bahwa sang Papa bukanlah orang yang baik,buktinya selama ini iya tidak pernah melihat Papanya mendatangi mereka,memberi mereka mainan yang mereka iginkan,bahkan Mamanya lah yang selalu banting tulang untuk mereka.


"Oh...gitu ya''?..baik lah Papa,Ken sayang Papa".nah tu kan Ken langsung nyambung jika diajak untuk memanas-manasi keadaan.


"Makasih sayang ayo kita keluar Papa janji akan membelikan apapun yang kalian iginkan".ucacapan Al membuat kedua boceh itu bersorak senang.


Brian yang ada dibelakang mereka sudah sagat emosi,melihat intraksi istrinya dan juga anak-anaknya degan laki-laki asing.yang jelas doi sudah pasti kalah bersaing,secara Al lebih muda tampan dan terlihat seperti orang yang kaya.


"Ayo sekarang kalian mau main apa"?


"Audia mahu main titu Om".Aulia beebicara degan bahasa cendelnya membuat Al binggung megartikan kata-kata yang diucapkan Aulia.


Sementara Anin sudah tertawa melihat wajah binggung Al.


"Dia bicara apa"?.bertanya sambil menautkan alisnya binggung.


"Aulia bilang dia mau main yang itu".jelas Anin sambil menunjuk mainnan mobil mobilan.


"Ok baiklah".Anin berbicara sambil megambil Aulia dari gendogan Al.


"Ayo jagoan ikut,kau tadi mau membeli mainan kan"?..Ken hanya meganguk saja tampa menjawab.


"Sedari tadi Al menemani Ken berputar-putar ditoko mainan tapi tak ada satu pun mainan yang iya ambil.


"Ken kau megiginkan apa"?..tanya Al masih terus megikuti Al berkeliling ditoko mainan.


"Aku megiginkan panah".jawabnya membuat Al melogo.


"Panah untuk apa panah"?..


"Untuk memanah siapa pun yang akan meyakiti Mama".jawabnya singkat yang membuat Al langsung berjongkok didepan bocah menggemaskan itu.


"Apa kau igin Om ajari memanah"?tanya Al yang disambut Ken degan wajah berbinar.


"Benarkah"?...


"Tentu"..jawabnya sambil berdiri.

__ADS_1


"Ken mau Om".sambutnya antusiasi.


"Sekarang ayo kita cari mainan dulu apa kau megiginkan sesuatu"?..


"Sebenarnya Ken megiginkan tongkat peri".


"Tongkat peri tanya Al degan wajah megeryit binggung.


"Iya".


"Untuk".


"Untuk meyihir Mama agar iya tidak selalu membohongi Ken lagi".


"Maksudnya"?..Al mulai kepo.,


"Mama itu selalu bilang Papa itu baik dan akan pulang untuk menemui Ken dan Aulia tapi keyataannya Papa malah bergandegan tagan degan wanita lain,Ken tau Papa itu sudah jahat sama Mama tapi Mama tetap saja membela Papa,Ken tu igin Mama jujur kalau Papa itu Jahat,Ken benci baget sama Papa".lirihnya sambil megepalkan tagan.


Al hanya diam iya juga binggung harus berbicara apa,iya malah heran anak sebesar Ken bisa berpikir sejauh itu,sungguh bocah ini sagat jenius dan pintar.membuat Al semakin tertarik untuk megenalnya.


''Apa kau meyukai Mama ku''?..lagi-lagi perkataan Ken membuat Al tercekat kaget.


''Ya...semua orang akan meyukai Mama mu,dia wanita baik pekerja keras....ucapan Al terhenti karna Ken sudah meyela duluan.


''Dan cantik bukan''?..


''Yah..kau benar''.mereka berdua akhirnya tertawa.


Al memang tidak terlalu paham caranya megambil hati anak-anak.tapi Ken tau Al bukan lah laki-laki seperti Papanya.


''Apa Om bisa membantuku''?...


🌹🌹🌹🌹


Minta hadiahnya dong like vote and komen.


Makasih


Bay..bay...bay....


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2