
Kini kedua laki-laki beda usia itu melangkah menuju mobil untuk menuju kesekolah Fero.sesekali keduannya melempar canda, kemudian tertawa bersama.
Sepanjang perjalanan keduanya terus saja mengoceh,ayah dan anak itu terlihat sangat kompak dan mempunyai hoby yang hampir sama.
''Itu sekolah Fero Pa,itu Mama lagi nganterin Kakak''.Fero menunjuk Anin yang terlihat berdiri didepan mobil sambil melambaikan tagan pada Aulia yang kini sudah memasuki pagar sekolah.
Melihat senyum dibibir Anin Rey pun ikut tersenyum.
''Papa kenapa tersenyum''?.tanya Fero sambil menatap Papanya heran.
''Ehh...engak ada sayang''.jawab Rey tergagap.
''Ya sudah ayo turun ntar telat''.sambungnya lagi.sambil mengusap kepala putranya dengan sayang.
''Ya sudah Fero pamit,oh iya apa Papa ngak mau nyamperin Mama dulu''?.celetuk Fero dengan senyum mengejek.
''Kau ini ''!!!..ayo turun''.pinta Rey agar putranya itu segera keluar.
''Cie..cie Papa malu-malu,tu pipinya merah,astaga Papa kenapa seperti bocah puber''.
Ya ampun' Rey sampai menepuk keningnya. do'i langsung melongo sambil menatap putranya heran.laki-laki dewasa itu tak habis pikir bisa-bisanya putranya itu berbicara begitu padanya.
''Udah Pa samperin aja''.goda Fero lagi sambil menyalami tagan sang Papa.
''Udah sana masuk''.pinta Rey supaya putranya tidak berbicara panjang lebar lagi.
Setelah melihat Fero masuk kedalam pagar sekolah dan melangkah menuju kelas, Rey pun membuka pintu mobil dan melangkah keluar mendekati Mobil Anin.
''Sayang''.
__ADS_1
''Rey Fero mana''?.tanya Anin saat tidak melihat putranya ada didekat Rey.
''Sudah masuk duluan''.
''Hah''?..kenapa dia tidak menemuiku''?kesal Anin padahal dirinya benar-benar merindukan putranya itu.bahkan Anin sangat sulit terpejam karna selalu berpikir jika Rey akan membawa kabur putranya.
''Jalan yuk''?.ajak Rey saat melihat wanita itu hanya melamun saja.sambil celingukan melihat kehalaman sekolah.entah apa yang Anin lihat.
Namun Rey pikir Anin ingin melihat Fero, padahal bocah nakal itu sudah menghilang dan masuk kekelas.
Padahal Fero tidak benar-benar masuk kekelas. bocah laki-laki itu kini sedang menggombal cewek tercantik disekolahnya tepat didepan kelas.
''Kemana Rey''!!!.. aku harus bekerja pesanan kue semakin banyak dan stok brownis sudah menipis''.
''Ya sudah ayo''!!.
''Ayo kemana''?.tanya Anin sambil menatap tagan Rey yang kini menarik tagannya.
''Yakin''???.. aku bakalan lama lho''!!.
''Yakin dong sayang,apa sih yang ngak buat kamu''.
''Ayo buruan atau mau pakai mobil aku aja''?..
''Pakai mobil masing-masing aja Rey''.
''Ok''.akhirnya mereka mengunakan mobil masing-masing menuju toko Anin.
Selang beberapa saat mobil yang mereka kendarai sampai didepan toko yang lebih besar dari toko yang biasa Rey datangi.
__ADS_1
''Kamu punya cabang berapa''?..Rey bertanya sambil menatap kekiri dan kekanan.
''Tidak banyak cuman ada beberapa saja''.
''Kau wanita hebat aku bangga padamu,kau bisa memulai semunya dari Nol''.
''Hem''.
''Dimana tempat pembuatan kuenya''???..
''Disana''.Anin menunjuk satu buah ruagan yang masih didalam ruko yang sama. namun ruko yang didepan dijadikan toko dan yang dibelakang dijadikan tempat produksi kue.
''Oh''.ayo sayang aku akan membantumu hari ini''.Rey mengajak Anin dengan semagat empat lima.
Anin hanya tersenyum samar melihat semagat Rey.apa munkin Rey akan sesemagat ini setelah melihat dan melakukan pekerjaannya''?.
''Waw''....ini benda apa''??..Rey menatap oven-oven besar yang ada didepannya dengan tatapan heran.iya benar-benar tidak tau itu benda apa''??..karna ini adalah kali pertama dirinya melihat benda-benda aneh yang digunakan Anin untuk pembuatan kue.
''Ini apa sayang''?.tanya Rey dengan dahi yang mengernyit heran saat melihat Anin memegang sesuatu.
''Ini namanya Mixer Rey,apa kau ingin mencobanya''?..
π₯π₯π₯π₯
Akan kah Rey bisa melakukannya yuk simak par selanjutnya.
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Mohon kritik dan saran yang mendukungπππ
__ADS_1
Tbc.