Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par33


__ADS_3

"Al hallo Al".Anin terus memanggil nama Al berharap ada jawaban dari seberang sana. namun nihil.tak ada jawaban dari seberang sana.


"Al kamu diaman Al"?..hiks...hiks...plis Al,jawab gue Al".Anin terus menangis dipingir jalan dengan wajah frustasi.


"Wah..wah..kasian sekali nasip wanita sepertimu"!!...


"Ck.ck...setelah tubuhmu dinikmati. lalu kau dibuang begitu saja".


"Tapi memang pantas sih".Brian langsung berdiri didepan Anin dengan semua kata-kata menyakitkan yang iya lontarkan.


"Hey kau mau kemana"?.Brian langsung mencekal tagan Anin saat wanita itu ingin melangkah pergi.


"Lepas Brian".


"Waw takut...".Brian mengangkat kedua tagannya, seolah-olah dirinya benar-benar takut. namun senyum sinis tercetak dibibirnya.


"Ayo lah, jagan marah begitu. bukankah kita masih bisa menjalin hubungan"?.Brian lagi-lagi menarik tagan mantan istrinya itu.


Membuat Anin menoleh dengan tatapan mata penuh kebencian.


"Kreekk".


"Aaaww...perempuan setan. kenapa kau memelintir tagan ku"?..Brian langsung mengerang'saat tagannya yang iya gunakan untuk menarik tagan Anin diplintir wanita itu kebelakang.


"Kau laki-laki yang paling hina yang pernah kukenal.kau tau Brian laki-laki sampah jagan pernah melihat seseorang dengan tatapan rendah karna dirimu tak lebih rendah dari orang-orang rendah".


Setelah mengatakan itu semua itu Anin langsung melangkahkan kakinya,meninggalkan Brian yang meringis manahan sakit ditagannya.


"Awas kau Anin".geramnya sambil melangkah kan kakinya menuju mobil yang iya kendarai.


Laki-laki itu memang sengaja mendatangi sekitaran tempat tinggal Anin. harapannya ya satu, ingin membujuk Anin. agar mau kembali dekat dengannya paling tidak ya.. bisa menikmati tubuh indah wanita itu lagi.


Tapi ya..dirinya telah salah sudah berbicara kasar pada wanita itu. sehinga membuat Anin kesal dan semakin membencinya.


"Gue harus kemana sekarang"?..gue ngak punya temen"?..


Hampir satu Jam Anin menyusuri jalan kota jakarta sendirian.sampai akhirmya iya berdiri tepat didepan Kos-kosan.


"Apa gue ngekos aja ya"?..lirihnya sambil melangkah mendekati pagar Kos-kosan.


"Mbak mau ngekos ya"?..

__ADS_1


"Iya Mbak apa masih ada yang kosong"?.


"Oh..masih Mbak ayo masuk".wanita yang mengunakan pakaian ****.itu langsung membuka pagarnya dan mempersilahkan Anin untuk masuk.


"Ayo silahkan".


"Iya Mbak".


"Jagan panggil Mbak panggil Ellis aja".


"Oh..baik Elis".


"Oh..ya Lis".


"Elis".belum sempat Anin menyelsaikan ucapannya Elis sudah mencela duluan dengan wajah merengut.


"Ok.. Elis kalau Anin boleh tau uang kosnya satu bulan berapa ya"?.


"Satu juta".


"Apa"?..


"Ih..berisik sakit kuping gue".


"Mau ngak"?..kalau ngak mau gue masuk nie"?.


"Ngak bisa kurang Elis delapan ratus gitu.gue ngak punya uang Elis yang cantik".


"Hem..boleh".mendengar kata cantik.akhinnya Elis mau memberikan sewa Kos-kosannya satu bulan sebanyak delapan ratus ribu.


"Mana uangnya"?.berbicara sambil menegadahkan tagannya.


"He..he...maaf Elis yang cantik Anin bisa bayar besok aja ngak"?..soalnya uang Anin belum diambil".


"Idih..untung aja lu mengakui kecantikan gue.jadinya boleh deh'ayo gue antar kekamar lho".


Akhirnya Anin bisa menarik nafasnya lega.kemudian melangkah mengikuti Elis.sipemilik Kos-kosan bahenol itu.


"Ini kamar kamu,dan ini kuncinya dan ingat ya besok harus udah dibayar".


"Iya Elis yang cantik".

__ADS_1


"Iya gue tau gue cantik".


"Bay..gue pamit semoga lho betah disini".


"Iya Elis terima kasih".


Setelah kepergian Elis Anin langsung melangkah masuk kedalam kamar kos-kosan.


Disini hanya ada kasur tipis yang menjadi alas tidurnya dan satu buah bantal.


"Al kamu dimana sekarang"?lirih Anin sambil menghubungi nomor yang tadi menghubunginya namun sudah tidak aktif.


Ditempat lain.


Sudah pukul sebelas malam namun kedua laki-laki itu belum juga sampai ditempat persembunyian.


"Gue capek Al".


"Gue juga El".Rintihan kedua laki-laki yang kini bersandar dibatang pohon dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Sekarang sudah pukul berapa El"?.


"Pulul sebelas".jawab Elo siangkat sambil melihat smartpthone yang ada ditagannya.


"Berapa lama lagi kita sampai El"?.


"Kira-kira tiga jam lagi".


"Aku udah ngak kuat Elo perutku mual".


"Huek..huek".Al langsung memuntahkan isi perutnya. yang sebenarnya sudah tidak ada isinya. karna sedari tadi pagi dirinya sama sekali tidak berselera makan.


"Kau kenapa sih Al"?..


Al mengeleng sambil menyandarkan tubuhnya dibatang pohon kembali.ingatannya langsung tertuju pada Anin.hatinya semakin kawatir saat mengingat tangisan pilu wanita itu saat iya menelfon beberapa saat yang lalu.


"Kau kenapa Al"?..


🌹🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote hadiah and komen makasih.

__ADS_1


Bay...bay....🥰🥰🥰


Tbc.


__ADS_2