Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par151 capter 55


__ADS_3

''Fero''?.Fero lansung menoleh saat seseorang menepuk pundaknya.


''Ada apa Pa''?.tanya laki-laki itu saat melihat Papanya berdiri tepat dibelakang mereka.


''Ini alamat rumah Om Fildan,kamu bisa kesana besok''.Fero melihat kertas kecil yang disodorkan sang Papa dengan tatapan tak percaya.


''Serius ini Pa''?.tanya Fero sambil bangkit bediri dengan wajah bahagia.tangannya bahkan dengan cepat meraih kertas kecil yang diberikan sang Papa.


''Serius lah,ngapain Papa becanda''.ucap Rey sambil menepuk pundak putranya lembut. kemudian melangkah pergi mendektai istrinya.


Rey benar-benar sedih saat putranya mengatakan jika dirinya lebih menyayangi anak tirinya dibandingkan anak kandungnya.


Perkataan Fero benar-benar tak masuk akal. menurut Rey mana ada seorang Papa lebih menyayangi anak tirinya dibandingkan anak kandungnya,sudah lumrah terjadi jika seorang ayah lebih menyanyangi anak kandungnya dari pada anak tirinya begitu juga dengan seorang ibu.


Rey memang menyanyangi kedua anak tirinya, tapi tidak mungkin dirinya menempatkan Ken dan Aulia seperti tempat Fero anak kandungnya dihatinya,hal itu jelas beda,dirinya benar-benar bersusah payah dulu mendapatkan Rey bahkan dirinya sampai rela merebut istri orang demi menghamili dan mendapatkan keturunan dari seorang Anin,Fero adalah segalanya bagi seorang Rey.


Namun saat putranya mengatakan jika dirinya lebih menyayangi Anak tirinya dibandingkan dirinya,disitu Rey sempat berpikir apakah selama ini dirinya telah mengasingkan putranya itu''?.apakah selama ini dirinya kurang perhatian dan cuek pada putranya''?.entah lah yang jelas hatinya tersentil saat putranya berkata begitu.


''Kau kenapa Rey''?.Anin yang melihat suaminya melamun langsung melangkah mendekati suaminya itu.


''Tidak ada sayang''.


''Kau sepertinya punya masalah''.


''Tidak ada sayang,sayang apa selama ini aku terlalu cuek dengan Fero putra kita''?.tanya laki-laki itu dengan tatapan mengarah pada putranya yang kini sedang berjingkrak senang entah karna apa''?.


''Kenapa kau bertanya begitu''?.tanya Anin dengan tatapan lekat pada wajah suaminya.


''Tidak ada sayang,aku hanya merasa selama ini aku terlalu cuek dengan Fero putra kita''.


''Apa Fero berbicara sesuatu padamu''?.


''Tidak ada sayang,aku hanya merasa selama ini aku terlalu cuek padanya''.bahkan teramat cuek''.


''Apa Fero berkata begitu''?.


Rey mengangukkan kepalanya dengan tatapan tetap lurus menatap putranya.


''Apa selama ini kita terlalu cuek dengannya sayang''?.


''Hem''.putra kita sudah besar Rey''.tapi dia tetap manja''.aku yakin dia hanya butuh diperhatikan dan dimanja''.ucap Anin mencoba menengkan hati suaminya,wanita paruh baya itu tau jika sekarang suaminya sedang ada masalah.namun Anin tidak mau mendesak suaminya untuk becerita apa lagi saat hati suaminya sedang tidak baik-baik saja.


''Apa kau ingin kopi''?.tanya Anin mengalihkan pokus pembicaraan agar suaminya itu tidak kepikiran lagi dengan putra bungsunya itu.


''Boleh sekalian sama cemilan sayang''.

__ADS_1


''Iya''.jawab Anin sambil melangkah menuju dapur.


''Eh Non,mau bikin kopi untuk Tuan ya''?.Anin melirik pada Bik Atun yang terlihat begitu sibuk dibantu tiga Asisten lainnya.


''Iya Bik''.jawab Anin sambil meraih gelas dan juga piring.


''Biar Bibik buatkan Non''.


''Ngak usah Bik,Anin bisa kok''.jawab Anin sambil meraih kopi dan juga gula.


Setelah selesai membuatkan Kopi Anin kembali melangkah menuju ruang tamu yang kini sudah disiulap menjadi sebuah rungan yang indah.


''Ini Rey kopinya''.


''Iya sayang makasih''?.


''Ayo duduk masak iya minum kopi sambil berdiri''.


''Oh iya maaf sayang''.laki-laki itu menjawab sambil mendaratkan bokongnya dikursi yang sudah disiapkan dipingir ruang tamu.


Hampir pukul dua belas malam semua pihak Wo pulang dari rumah Anin.sementara Edo dan Andri diminta Fero untuk menginap malam ini dirumahnya,itu semua karna besok pagi Fero mengajak temannya untuk mengantarkan undangan dirumah Fildan dikota K.


''Ini kali pertama gue masuk dirumah lu Fer''.gila kamar lu gede banget''.ucap Edo dengan tatapan takjup melihat kesana kemari bahkan kini kaki laki-laki itu melangkah menuju kamar mandi.


''Ngeliat kamar mandi lu gue rasanya pengen mandi''.celetuk Edo lagi sambil cengegesan.


''Ya wajar dong Dri,gue kan dari kampung,lagian gue ngak pernah masuk dirumah orang tajir kayak gini''.balasan Edo membuat kedua sahabatnya menatap laki-laki itu Iba.


''Elah lo ngak usah ngeliatin gue kayak gitu,gue udah biasa kali hidup didesa''. Edo berbicara disertai kekehan.


''Tapi kayaknya kalau kita liburan dikampung Edo asik kali ya''?.kan jarang-jarang tu kita main kedesa''.balas Fero dengan wajah berbinar.


''Boleh juga kapan''?.tanya Edo yang sebanarnya laki-laki itu sudah benar-benar merindukan kedua orang tuanya dan juga adik perempunnya. namun karna terhalang dana hingga dirinya sudah hampir dua tahun tidak pernah pulang kekampung kelahirannya itu.


''Ntar Deh kalau pernikahan Kakak gue udah selesai.lagian sekarang lu belum libur semester''?.Ucap Fero membuat kedua sahabatnya mengangukkan kepalanya membenarkan perkataan laki-laki itu.


''Benar juga yang lu bilang''?.Edo berbicara dengan wajah kecewa,padahal tadi dirinya sudah merasa senang,karna sebentar lagi akan bertemu keluarganya.


"Emangnya kapan lu libur semester"?.


"Kayaknya sekitar satu bulan lagi deh".


"Hem". bagus deh kalau gitu,itu artinya kita masih bisa nabung".jawab Fero yang diangguki Andri.


"Lah Lu tajir ngapain sih pakai acara nabung"?.celetuk Edo lagi yang membuat Andri juga membenarkan ucapan sahabatnya itu dengan anggukan kepala.

__ADS_1


"Iya". itu kan punya bokep gue,bukan punya gue.masak iya gue mau liburan mesti minta Bokap"?.kan malu".


"Tau malu juga lu".


"Ya tau lah".


"Ya sudah kita tidur,nanti subuh kita harus pergi"?.Fero meminta sahabatnya tidur mengingat besok mereka akan melakukan perjalanan jauh,kawatir mereka akan mengantuk saat diperjalanan.


"Iya".akhirnya ketiga laki-laki beda wajah itu berbaring dan terlelap.


"Kring...kring...kring".


Alaram yang berbunyi nyari membuat Fero yang terlelap dalam tidurnya terbangun.mata laki-laki itu mengerjap dan menoleh kearah nakas yang terdapat jam Weker miliknya.


"Empat tiga puluh".gumamnya sambil bangkit berdiri.


"Lho mau kemana Dri"?.tanya Fero saat melihat sahabatnya itu juga ikut bangun.


"Mu sholat lah,mau ngapin lagi".eh lu punya baju yang bisa gue pinjem ngak"?.tanya laki-laki itu sambil mengusap matanya yang masih mengantuk mengingat tadi malam mereka tidur sangat larut.


"Ada, itu dilemari kebetulan semalam gue udah beli".ya semalam Fero memang pergi ketoko yang tak jauh dari rumahnya untuk membeli perlengkapan sholat setelah dirinya pulang dari mesjit bersama sang Papa.


"Hem".gue ngak nyangka ternyata cowok kayak lu punya stok baju koko jugak".


"Hem".jawab Fero singkat dan lansung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi sekalian wudhu.


"Eh lu subuh banget mandi"?.semangat amat lu mau kekota K".emang ada apa sih disana"?.tanya laki-laki itu yang menatap Fero binggung.wajar laki-laki yang satu ini bertanya karna Fero tidak memberitahukan jika laki-laki yang bernama Fildan itu adalah Papanya Ayli.


"Emang ngak boleh"?.balas Fero sambil mengenakan baju koko miliknya.


"Eh lu mau ngpain pakai baju koko segala".tanya laki-laki itu lagi yang masih tetap berdiri didepan pintu kamar mandi tampa masuk didalamnya.


"Mau sholat lah mau ngapin lagi".


"What"?.mata laki-laki itu langsung melotot tak percaya dengan apa yang iya dengar.


"Lho ngak becanda kan"?.lho masih sehatkan"?.


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.,πŸ™πŸ™πŸ™


Yuk mampir dinovel outhor yang lainπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2