
"Ayli mau kemana kamu"?.Fildan berlari menuruni tangga saat melihat putrinya itu berlari menyusul Fero yang sudah mulai menjauh.
"Fero"???.hiks..hiks".kenapa kamu tega meninggalkan aku Fer"?.mana cinta yang sering kamu ucapkan"?.mana Janji yang yang sering kamu lontarkan"?.hancur benar-benar hancur hati wanita itu saat melihat kepergian laki-laki yang benar-benar iya cintai.
Hingga dirinya rela menentang sang Papa,namun sekarang lihatlah laki-laki itu dengan entengnya pergi meninggalkan dirinya tampa mau berjuang sedikitpun.
"Penipu"?.jeritnya Frustasi.
"Ayo Nak bangun"?.Ayra yang melihat kerapuhan putrinya ikut terpukul dan sedih wanita paruh baya itu dengan cepat berlari kejalanan saat melihat putrinya meraung disana.
"Mama"?.kenapa Papa tega sama Ai Ma"?.ucapnya dengan nada sesegukan.
"Maafkan Mama sayang".Ayra menarik nafasnya panjang."Ini semua demi kebaikanmu Nak,ayo masuk kau bisa masuk agin nanti".
"Ai ngak mau masuk Ma".matanya kini menatap kejalanan berharap laki-laki yang memenuhi pikirannya mau kembali untuk menjemput dirinya.
Namun nihil,mobil Fero kini sudah menghilang ditelan kekegalan malam.
Setelah hampir satu jam wanita itu berlutut diaspal,kini akhirnya Ayli mau masuk kedalam rumah setelah dibujuk Ayra dan juga David.
"Tidurlah".pinta Ayra setelah putrinya masuk kedalam kamar.
"Mama"?.Ayli yang masih diliputi kesedihan tangisannya kembali pecah.tangannya memeluk tubuh sang Mama erat berharap pelukan Mamanya itu mampu meluluhkan hati dan pikirannya.
"Tidutlah".pinta Ayra lagi setelah melihat putrinya sedikit tenang.
"Iya Ma".jawabnya sesegukan jemarinya berusaha menghapus air matanya yang tidak mau berhenti menetes.
Setelah kepergian sang Mama Ayli kembali menangis,hingga akhirnya wanita cantik itu ketiduran karna lelah.meskipun sesekali masih terdengar sesegukan.
__ADS_1
''Tok..tok...tok''.
Ayli yang awalnya terlelap kembali tergangu saat mendengarkan suara ketukan dijendela kamar,wanita itu mengerjapkan matanya berkali-kali,jemari lentiknya mengusap matanya untuk mengumpulkan kesadaran.
''Sayang''.
Ayli yang masih berusaha mengunpulkan kesadaran seketika menoleh kearah jendela saat mendengarkan suara seseorang disana.
''Siapa malam-malam kesini''?.wanita cantik itu berbicara sambil menoleh pada jam weker yang terletak dinakas.
''Sayang ini aku''.lagi-lagi terdengar suara yang sudah mulai dirinya kenal.
''Fero''?.desisnya sambil mengayunkan langkahnya menuju jendela kamar.
Perlahan jemarinya menyibak tirai jendela dan mengintip.
''Fer''?.sontak pemandangan yang ada diluar membuat matanya terbelalak,bagai mana tidak"?.wanita cantik itu kini melihat laki-laki yang iya cintai itu kini berdiri tepat dibalkon kamar miliknya.
Dengan cepat wanita cantik itu menarik tuas pintu dan membukanya.
''Sayang''?.Fero yang sudah menahan gejolak semua rasa sejak tadi langsung memeluk wanita yang ada didepannya itu dengan penuh cinta.
Lengan kokohnya memeluk Ayli dengan sangat erat hingga tiada lagi jarak diantara keduanya.
''Kenapa kau meninggalkanku''?.Ayli bertanya sambil melepaskan pelukan Fero dengan kesar.
''Maafkan aku sayang''?.aku tak akan mungkin melawan Papamu dengan kekerasa''?.Fero berbicara sambil mengusap air mata dipipi Ayli yang mulai menetes.
''Tapi sekarang kenapa kau kesini lagi''?.Ayli sudah merengut.wajahnya sudah mulai ditekuk dan terlihat menahan tangis.
__ADS_1
''Aku akan membawamu pergi,apa kau mau''?.Fero menatap wajah Ayli lekat.berharap dirinya akan mendapatkan jawaban,iya."Aku sangat mencintaimu".ucapnya benar-benar sungguh-sungguh.
''Iya aku mau''.dengan cepat wanita itu menjawab tampa berpikir lagi apa resiko yang akan iya hadapi nanti.
Cintanya yang begitu besar pada laki-laki didepannya membuat wanita itu kehilangan akal sehatnya.
''Ya sudah ayo cepat berkemas''.Fero mengusap kepala Ayli lembut.
Ayli tak menjawab,wanita itu langsung melangkah menuju lemari dan mengeluarkan tas punggung miliknya dan memasukkan beberapa barang yang mungkin akan sangat mereka butuhkan nanti.
"Sudah siap"?.tanya Fero setelah melihat wanitanya itu selesai dengan aktifitasnya didepan lemari besar yang ada disana.
"Sudah ayo".kakinya melangkah dengan hati yang gusar.dirinya berharap keputusannya kali ini tidak lah salah.
"Maafkan Ai Ma,Pa"?.batinya berharap Mama dan Papanya mau merestui hubungan mereka, agar kejadian seperti ini tidak pernah terjadi.
Namun mungkin semuanya begitu mustahil terjadi,mengingat seorang Fildan adalah laki-laki yang sangat keras kepala.
"Apa kau sudah siap"?.
"Iya aku siap".jawab Ayli mantap.
Setelah mendapatkan jawaban dari Ayli Fero dengan cepat membawa wanita itu melangkah menuju balkon.
"Kita turun kebawah pakai apa"?.
π₯π₯π₯π₯π₯
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Mohon maaf jarang Updetπππ.bukan ngak mau updet,tapi entah kenapa beberapa hari ini jaringan begitu syuliiiiit.πππ
Tbc.