
''Tapi Mas uang ini untuk apa''?.laki-laki muda yang ada didepannya menatap wajah Rey dengan tatapan bingung.
''Untuk mu. ya sudah aku pergi''.tampa menunggu laki-laki muda didepannya besuara kembali. Rey dengan cepat melangkah pergi.
''Jalan Pak''.
''Baik Tuan''.
''Kamu dimana sayang''?.lirih Rey berbicara dengan tatapan kosong.
Sepanjang perjalanan tak ada yang bisa iya ucapkan.matanya tetap pokus menatap keluar jendela mobil yang tertutup.
Pandagannya terasa kabur saat air matanya sudah mengenang dipelupuk matanya.
Beberapa saat kemudian laki-laki itu mulai terisak.tak pernah iya merasakan sesakit ini. bahkan sedari kecil dirinya tak punya keluarga Rey tetap bisa menjalani hudup dengan semestinya. meskipun akhirmya iya memilih jalan yang salah.
Tapi sekarang iya benar-benar sedih.bahkan selama dirinya jauh dari Anin hidupnya terasa sepi dan hampa.
Supir taksi yang ada didepan Rey merasa binggung melihat penumpangnya kini malah menagis.
''Maaf tuan kita mau kemana''?.lelah sudah supir taksi itu membawa Rey berkeliling jakarta, karna sedari tadi penumpangnya itu terus menagis dalam diam.hingga menimbulkan suara sesegukan.
''Keapartemen yang tadi Pak''.akhirnya Rey bersuara setelah dirinya bisa mengontrol emosinya.
''Siap Tuan''.Supir taksi itu menjawab sambil memutar arah mobilnya menuju apartemen milik Rey.
''Sudah sampai tuan''.
''Terima kasih Pak''.Rey berbicara sambil menyerahkan beberapa uang ratusan kepada supir taksi.
''Tuan ini terlalu banyak''.
''Ambil saja''.setelah mengatakan itu semua Rey melangkahkan kakinya.memasuki Apartemen miliknya.
''Kamu dari mana saja''?... kenapa lama sekali''?.saat melihat Sahabatnya masuk. Elo langsung memberondong Rey dengan pertanyaan.
''Diamlah sebentar.aku butuh istirahat''.serkas Rey dengan nada kesal.
__ADS_1
''Kau ini kenapa''?..seharusnya setelah bertemu dengan wanitamu, kau bahagia. kenapa lagi-lagi kau seperti kain yang tidak disetrika bertahun-tahun. kusut dan jelek''.
Rey menoleh kemudian menarik nafasnya panjang dan kemudian melangkah masuk kedalam rumah tanpa menjawab pertaaan sahabatnya.
''Hey kau ini kenapa''?.
''Aku mau istirahat bisa kah kau pergi''?..
''Kau mengusirku''?..
''Hem''.
''Sayangnya aku ngak mau''.Elo malah ikut berbaring disamping sahabatnya yang kini sedang menatap punggungnya dengan kesal.
''Ceritalah padaku siapa tau aku bisa
membantumu''.
''Dia sudah tak ada lagi disana''.lagi-lagi Rey berbicara sambil terisak.
Membuat Elo yang berbaring membelakanginya dengan cepat membalikkan tubuhnya.
''Aku harus apa sekarang El''?..
''Maksudmu''?..
''Kenapa kau malah balik bertanya''?..kau ini bodoh sekali''.
''Pergilah keluar. kau membuat kepalaku pusing''.
''Eeeiiitt..tenang jagan asal mmgusirku, nanti kau akan rugi".Elo malah memegang sepray kasur milil Rey dengan kuat.saat sahabatnya itu menariknya untuk menyuruhnya keluar kamar.
''Ck''. kau ini membuat kepalaku semakin pusing''.akhirnya dengan malas Rey kembali berbaring ditempat tidur yang sama dengan Elo.
''Rey''.
''Apa lagi''?..kau ini sangat berisik''.kesal sekali rasanya Rey melihat sahabatnya itu.
__ADS_1
''Kau sadar tidak''?..
''Tidak''.Rey menjawab cepat membuat Elo berdecak kesal.
''Aku belum selesai Rey''.
''Lalu''?.
Kini kedua laki-laki matang itu menatap langit-lagit kamar sambil memikirkan sesuatu yang entahlah hanya mereka yang tau.
''Kau tau selama ini kita selalu digosipkan sebagai laki-laki Gay''?.
''Aku tak perduli,lagi pula kau yang selalu mengikutiku,aku sudah menyuruhmu pergi. tapi kau selalu saja mengikutiku,bukankah itu artinya kau yang Gay''?.
''Enak saja. aku masih normal ya''?
''Masak''?..
''Ya iya lah''.jawabnya sambil menghadap kearah Rey.
''Kau jagan menatapku begitu''!!!.. aku malah yakin, jika kau melihatku begitu kau memang benaran Gay''.
''Ah..kau ini aku mana selera dengan mu''.
''Lalu kenapa sampai sekarang kau tak pernah dekat dengan perempuan''?.
🌹🌹🌹🌹
Yeeey hari ini outhor updet dua Bab.
Trruuuuus jagan lupa kasi outhor hadiah biar lebih semagat lagi.Ok.''?...
oknya sebesar gajah.😅😅😅
Like...like...like...vote hadiah and komen.
Makasih.
__ADS_1
Bay...bay...🥰🥰🥰
Tbc.