
"Sore Mbak sudah mau pulang ya''?tanya Anin saat melihat Erni sedang menghitung uang penjualannya.
''Eh..iya udah datang''.bertanya sambil menoleh sebentar kemudian pokus kembali kepada pekerjaannya. karna sekarang sudah pukul lima lewat,sudah hampir waktunya iya pulang.
''Eh..Nin gue duluan ya''.ucapnya setelah pekerjaannya selesai.
''Iya mbak hati-hati ya''.
''Jagan panggil Mbak panggil Er saja biar lebih akrap''. ucap Erni yang diangguki Anin.
****
''Terima kasih Mbak datang kembali''.ucap Anin saat setelah pelanggan pertama yang iya layani.
''Terima kasih Mbak''.
''Terima kasih Mbak''.ucap Anin tampa melihat pembelinya doi hanya pokus pada layar komputer,setelah meraih dan megembalikan unag yang diserahkan pelanggan.
''Iya sama-sama Adek manis''.mendegar suara yang iya kenal Anin segera menoleh.
"Pak Al gapain disitu".tanya Anin saat melihat Al berdiri degan membuka satu botol Air mineral yang baru saja iya bayar.
"Beli minum lah gapain lagi".berbicara sambil meneguk air yang baru saja iya buka tutupnya.
"Ha...ha...aneh lu"Anin berbicara sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah sang Bos.
"Hay..Mas...permisi saya mau bayar"Suara seseorang membuat Al menghindar dari hadapan Anin tapi doi tetap saja berdiri disana"?..
"Ini Mabk hitung".berbicara sambil meletakkan kranjang belanjaan.
"Anin menghitung semunya degan sabar meskipun wanita didepannya ini lumayan judes dan nada bicaranya ketus.
"Sayang udah siap belum belanjanya"?...suara seseorang yang sagat Anin kenal membuat wanita itu menoleh dan seketika membuatnya terpaku.
__ADS_1
"Mas Brian".lirih Anin degan suara tercekat.
Brian yang melihatnya pun ikut terkejut degan wajah yang memerah.
"Siapa lho kenal".tanya Al saat melihat wajah terkejut Anin.
"Eehh...engak Pak Anin gak kenal".Anin menjawab degan suara tercekat karna menagan air matanya.
"Sayang nanti belikan Adek tas yang kemaren Adek mau ya".gadis yang pergi bersama Brian bergelayut manja dilegannya.
Brian terseyum matanya masuh pokus menatap Anin lekat.sudah hampir empat tahun iya meninggalkan wanita ini dan sekarang istrinya itu terlihat semakin menarik dan cantik.
"Sayang kok diam sih kamu degerin aku gak"?..bertanya degan bibir yang menyun karna Brian masih tetap pokus menatap Anin yang tampak cuek sama sekali tak menoleh padanya.
Andai Brian tau hatinya kini hancur sehancur-hancurnya hati siapa yang tidak sakit saat meyaksikan suaminya selingkuh degan wanita lain tepat didepan matanya dan yang paling meyekitkan Brian tega megirimkan foto-foto tak senonoh dirinya kepada orang lain. bahkan laki-laki yang ada didepannya sekarang tega meyuruh laki-laki datang kerumahnya disaat dirinya tidak ada dirumah.entah apa maksudnya.
Aulia hanya nama itu yang dia igat seorang anak yang tidak pernah mendapatkan belaian seorang Ayah bahkan melihatnya pun sama sekali tak pernah.
"Ya Allah kuatkan hati Anin agar air mata bodoh ini tidak menetes didepan laki-laki sampah seperti Brian"?..jerit hati Anin menunduk pedih saat meyaksikan apa yang ada didepan matanya sekarang.
"Hey kenapa kau belum juga menghitung blanjaan ku"?...serkas wanita yang sedang bergelayut manja dilegan Brian.
"Cantik lo kenapa''. bisik Al tepat ditelinga Anin saat melihat gelagat Anin yang mencurigakan.
Membuat Brian memalingkan wajahnya.saat melihat perhatian laki-laki muda disamping Anin.
"Gak ada".jawab Anin singkat sambil tetap menghitung belanjaan wanita yang bersana Brian.
"Susu hamil".seketika tagan Anin bergetar bahkan susah payah iya menahan air matanya, agar tidak menetes.saat melihat isi keranjang wanita yang bersama Brian.sudah hampir delapan tahun iya menikah degan Brian,tak pernah sekalipun laki-laki ini mau membelikannya susu hamil,bahkan saat megidam pun Brian tetap tidak perduli.jika Anin megiginkan sesuatu Anin harus berusaha sendiri untuk mendapatkannya,tapi jika Anin tidak memiliki uang Anin harus megubur keiginannya dalam-dalam.
"Fuuh"..tiba-tiba Al meniup wajah Anin membuat wanita itu tersadar dari lamunanya dan menoleh kearah Al,namu laki-laki itu malah menunjuk kearah pembeli yang berjejer rapi seperti semut igin meyeberang,
"Astau firullah".lirih Anin degan mata yang melotot
__ADS_1
"Maaf ya Mbak lama menunggu".ucap Anin degan wajah tak enak membuat para pelanggan menunggu.
Brian laki-laki itu sudah pergi doi ditarik oleh wanitanya yang sudah sebel melihat Brian menatapnya lekat.
"Pak Anin permisi Sholat dulu boleh gak".tanya Anin setelah semua pembeli pergi.saat mendegar suara Azan dimushola didekat supermarket.
"Ok silahkan biar gue yang ganti-in lho".Al berbicara sambil megambil Alih pekerjaan Anin.
Anin berjalan cepat menuju mushola setelah selesai iya kembali lagi degan wajah yang lebih segar dan hati yang lebih tenang.
"Udah selesai".tanya Al saat melihat Anin berjalan memasuki supermarket.
"Udah makasih ya udah dibantuin".berbicara sambil terseyum.
"No Froblem".jawab Al sambil megankat jarinya membentuk huruf O.
"Dri gue boleh nanya sesuatu sama lho".
"Apa"?...
"Kamu kenal sama laki-laki tadi".
🌹🌹🌹🌹
Wah...Babang Al mulai kepo ni"?...
Sampai disini dulu ya karna sekarang dikampung outhor lagi pada terkena flu, jadi outhornya ikut diserang virus flu,he..he...kepala rasanya kleyeng-kleyeng.ini aja Outhor paksain demi pembaca setia.
Outhor boleh minta hadiah Like vote and komen donk ya biar Outhornya cepat sembuh
Makasih.
Bay...bay😍😍😍😍
__ADS_1
Tbc.