
Hari semakin gelap.malam ini Anin akan pergi meninggalkan rumah.entah iya harus bagai mana sejarang''?..
Disisi lain iya tak bisa berpisah dengan kedua buah hatinya. disisi lain iya juga tak ingin egois. iya tidak ingin kedua anaknya menjadi bahan bulian hanya karna kesalahnya.
Seharian ini iya gunakan detik-detik terakhirnya untuk bersama kedua buah hati tercintanya. iya membawa kedua anaknya jalan-jalan untuk yang terakhir kalinya.entah iya bisa bertemu dengan anaknya lagi atau tidak''?.. yang jelas saat ini dadanya benar-benar sesak.saat membayangkan iya akan berpisah untuk waktu yang tak bisa ditentukan dengan kedua anaknya.
Apa lagi sekarang Ayahnya itu sudah tidak muda lagi.namun jika dipikirkan apa yang ayahnya katakan memang benar adanya. kedua anaknya akan dibully jika para tetangga tau dirinya hamil dari hasil perselingkuhan.hina dirinya benar-benar hina.
Berkali-kali Anin menarik nafasnya panjang. saat dirinya akan meninggalkan rumah tepat pukul sembilan malam itu,setelah iya berhasil menidurkan kedua buah hatinya.
"Jagan pernah lakukan kesalahan yang sama Nak. igat Allah tidak pernah tidur.jadikan ini sebagai pelajaran buat kamu,jagan pernah melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya Nak".
"Maaf kan Anin Ayah".Anin langsung bersujut dan mencium kaki sang Ayah dengan linagan air mata.
"Sudah lah Ayah sudah memaaf kan mu. sekarang pergilah sebelum ada yang melihat".
"Anin pergi Yah,Anin titip Anak-anak yah''.Anin langsung berbalik. saat setelah sang Ayah menjawab dengan anggukan kepala.
Tampa Anin sadari laki-laki paruh baya itu langsung meneteskan air mata. melihat kepergian putri satu-satunya.yakinlah hatinya juga ikut sakit dengan apa yang menimpa putrinya.
Iya tau semua ini tak sepenuhnya salah Anin. tapi juga salah dirinya dan juga Brian.laki-laki yang menjadi suami putrinya itu lah yang ikut andil dengan semua ini.
Masih jelas diigatannya saat tadi pagi Brian datang kerumah dan menyerahkan bukti kehamilan Anin.sehinga hati seorang Ayah terluka.dan langsung menghajar Brian tanpa ampun.
Setelah memastikan Anin sudah tidak terlihat lagi l,ditelan oleh kegelapan malam, Kori langsung mengunci pintu dan melangkah masuk kedalam rumah.
Sementara dijalan.
''Gue harus kemana sekarang''?.lirih Anin berbicara sendiri sambil mlihat kekiri dan kekanan.kali ini iya hanya berjalan kaki mengingat motornya masih dibengkel.itu yang dikatakan laki-laki yang membantunya kemaren.
"Dert...deret...
Gawai yang ada disaku celana Anin bergetar. membuat wanita yang kini berjalan dikegelapan malam itu menghentikan langkahnya.
"Siapa"?.lirihnya karna melihat nomor yang tidak iya kenal.
"Hallo".
"Sayang".
"Deg".
Jantung Anin rasanya mencolos saat mendengar suara yang sangat iya rindukan.tampa bisa iya tahan air matanya langsung menetes.
''Al ini benaran kamu hiks..hiks...Al''.
__ADS_1
''Sayang kamu kenapa menangis''?..Apa kamu baik-baik saja''?..
''Dri katakan sesuatu''.terdengar suara panik Al dari seberang sana.membuat Anin semakin menangis tersedu-sedu.
''Al aku''.
''Tut..tut...tut...
''Al kamu dimana Al".tangisan Anin semakin pecah saat melihat sambungan telfon terputus.
Ditempat lain.
'' lho yakin akan kekota''?.
''Apa gue pernah becanda untuk urusan serius''? .tanya Al sambil tetap melangkahkan kakinya dikegelapan malam.
Tidak ada mobil disana. itu juga lah yang mengharus kan mereka harus jalan kaki berkilo-kilo untuk sampai kekota.entah kenapa semakin hari rasa rindu dan kawatirnya semakin menjadi-jadi.hinga membuat Al nekat meminta Elo menemaninya kekota dimalam itu.
''Sebenarnya siapa Anin yang lho maksud''?..
Mengobrol tampa ada orang lain didekat mereka membuat mereka lebih leluasa membahas masalah dari hati-kehati.
''Wanita yang pernah tiduran diatas motor gue lho ingat''?..
Terlihat Elo seperti sedang berpikir kemudian kembali menatap Al sekilas.
''Heem''.Al mengankat bahunya acuh.
"Gila lu gue kirain lu cuman temanan doang. atau cuman ngbantuin. tapi barteran gitu,dia dapat surat cerai, lho dapet tubuhnya.namun tenyata.ck..ck..ck..lho jatuh cinta benaran''.seketika itu juga tawa Elo pecah saat mengetahui yang sebenarnya tejadi.
"Idih'..diem bisa ngak kita udah dekat ini".
"Uup..iya gue diem".menjawab sambil membuat gerakan seperti mengunci mulut.
Setelah sampai kekota Al langsung memakai perlengkapan untuk penyamaran mereka.sebenarnya mereka masih bisa aman cuma Al ngak mau ambil resiko karna sudah ada beberapa anak buahnya yang tertangkap. disaat transaksi mereka bocor beberapa bulan yang lalu.
Ya..otomati ciri-ciri dirinya sudah mulai bocor ketangan polisi.
''Lho yakin Al''?..
''Yakin lah''.lirihnya langsung melangkah memasuki taksi yang baru saja berhenti.
Selang beberapa Saat mereka sampai didepan sebuah konter.
"Tunggu disini Pak, jagan kemana-mana''?.Al langsung keluar dari taxsi sementara Elo hanya menungu dirinya didalam.
__ADS_1
''Jalan Pak''.titahnya setelah berhasil mendapatkan apa yang iya cari.
Setelah merasa jauh dari tempat persembunyian Al langsung menghubungi Anin.
Dering pertama langsung diangkat.
"Sayang".Al semakin panik saat mendengarkan suara Anin yang kini sedang menangis.
Membuat hatinya yang tadi sudah kawatir, menjadi semakin kawatir.
"Sayang kamu kenapa menangis ''?..apa kamu baik-baik saja"?..Al bertanya dengan wajah panik. bahkan iya mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Dri katakan sesuatu".lirihnya semakin panik.
Namun.
"Polisi Al".Elo langsung sigap saat polisi mengikuti taxsi yang mereka tumpangi.
"Tut..tut..
Gawai yang tadinya ada ditagan Al. langsung terpelanting dan hancur terhempas diaspal.
Al dengan cepat mengluarkan pistol yang iya simpan disaku jaket yang iya kenakan. sementara Elo mengambil alih kemudi mobil.karna melihat sopir taxsi sudah gemetaran bahkan kini do'i sudah pipis dicelana.
"****...kenapa kita bisa ketahuan"?.tanya Al sambil terus menoleh kebelakang karna mobil polisi yang mengejar mereka sudah sangat dekat sehinga terjadi baku tembak.
''Bagai mana ini Al''?..kita tak mungkin melawan pemerintah. karna itu akan memberatkan kasus hukum yang akan kita hadapi.gue ngak mau masalah kita bertambah. jika kita sampai melukai aparat negara".
"Diam lah El' jagan brisik. kau membuat kupingku sakit''.
"Lompat El".kedua laki-laki itu langsung melompat setelah memastikan mobil yang mereka naiki sudah mulai menjauh dari polisi bahkan Elo.sudah meminta supir taxsi itu untuk mengambil alih kemudi.
''Ayo cepat dari sini''.
Al langsung berbelok. sepertinya Elo sudah sangat paham seluk beluk hutan ini,sehinga iya dengan mudah menelusup kesana dan kemari. sehinga sangat gampang bagi mereka untuk mengelabui polisi.
"Ha..ha...ha...kau gila".kedua laki-laki itu langsung tertawa melihat kondisi mereka masing-masing. setelah memastikan mereka telah jauh dari jangkauan polisi.
"Haduh tenyata cinta bisa mmbuat orang menjadi gila itu benar adanya".celetuk Al sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa like vote hadiah and komen makasih.
Bay...bay...🥰🥰🥰
__ADS_1
Tbc.