
Setelah terjadi drama panjang dan resepsi pernikahan.akhirnya semua keluarga sudah pulang kerumah kecuali Rey dan Anin.keduanya memutuskan untuk bermalam dihotel untuk beberapa hari, alasan Rey karna doi tidak ingin digangu.karna sudah bisa iya pastikan jika mereka pulang kerumah Anin maka disana akan kecoh,l. karna banyaknya orang, apa lagi sekarang ada kedua Kakak laki-laki dan juga istri dari mereka.sudah pasti semakin riweh dan brisik.
"Sayang".pangil Rey saat melihat Anin keluar dari kamar mandi setelah sekian lama doi menunggu.
"Hem".Anin hanya menjawab dengan gumaman tampa menatap Rey sedikit pun.
Sengaja memang ,karna doi sudah tau pasti apa yang diinginkan seorang Rey"?.
"Sayang"?.
"Ya Rey".lagi-lagi Anin menjawab namun doi tetap tidak beranjak dari tempatnya berdiri.
"Ck".kau ini kenapa"?.sariawan"?.kesal sekali rasanya saat melihat Anin hanya menangapi dirinya dengan cuek.
"Iya kali".celetuk Anin yang membuat Rey langsung berdiri dan melangkah dengan cepat mendekati Anin.
"Hey"?. Rey". apa yang kau lakukan"?.
"Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang sudah lama ingin kulakukan".jawab seorang Rey dengan santai sambil menbaringkan tubuh istrinya diatas tempat tidur yang sudah dihiasi banyaknya kelopak bunga mawar yang berbentuk hati.
"Rey"?.oh astaga kau ini memang gila".keget Anin karna Rey langsung membuka paksa piyama tidur yang iya kenakan.
Rey tidak menjawab, iya hanya terus melakukan apa yang harus iya lakukan. hingga membuat Anin yang tadinya berceloteh kini berubah menhadi mendesah manja.
"Uuuhhh Rey"?.******* yang keluar dari bibir Anin membuat Rey semakin bersemangat melakukan aksinya.
''Rey''.lagi-lagi suara erotis yang keluar dari bibir Anin membuat Rey semakin memperdalam cumbuannya pada tubuh sang istri.
''Rey plis''?lakukan''.
''No sayang belum saatnya''.lirih Rey menjawab sambil membuka ?penutup bawah sang istri.
''Kau sudah basah sayang''.gumamnya sambil meraba-raba lembut inti tubuh sang istri.
''Rey oh..No Rey''!!.plis lakukan Rey''.
Rey rersenyum puas saat melihat istrinya meliuk-liuk tak beraturan saat lidahnya bermain-main pada inti tubuh sang istri.
''Rey No''.lakukan Rey''.lagi dan lagi Anin memohon berharap Rey melakukan apa yang ingin iya rasakan.
Namun lagi dan lagi Rey tidak mau mendengarkan suara penuh harap dan permohonan yang Anin keluarkan.bahkan kini laki-laki itu semakin menggobrak abrak miliknya.
''Reeeyy''.uuuuhhh''.erangan panjang yang keluar dari bibir Anin menandakan bahwa wanita itu kini sudah mencapai pelepasan.
''Kau sangat seksi sayang''.ucap Rey sambil meraba-raba tubuh sang istri, membuat wanita itu outo merinding nikmat
''Uuuhhh..''.Rey jangan menyiksaku seperti ini''?.gumamnya yang membuat Rey tersenyum jahil.
__ADS_1
''Rey No Rey''.ingin sekali Anin berteriak betapa indahnya kenikmatan yang Rey berikan saat ini.sungguh ini semua membuatnya bagaikan berada diatas puncak kebahagiaan. sungguh sangat Nikmat tiada tara.
''Rey plis lakukan''.entah lah apa yang ingin Rey lihat''?.karna lagi dan lagi laki-laki itu hanya memberikan kanikmatan pada dirinya tampa melakukan penyatuan.
''Nikmat sayang''?.gumam Rey disela-sela hisapannya pada milik sang istri.
''Ya''. Rey''.lakukan Rey kumohon oooh...Rey plis''.
''Menohon lah dengan benar sayang''.
''Lakukan Rey kumohon''.
''Katakan kau merindukan milikku sayang''.
''Yes ".aku merindukan milikmu''.plis Rey''!!aahh...Rey plis uuuhh''.Rey menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kepuasan.ini lah yang iya inginkan selama ini,bisa memiliki Anin dan menguasai tubuhnya dengan halal.
Ternyata penantiannya selama lebih dari sepuluh tahun tidak sia-sia.ini lah dia hasil dari kesabarannya,iya bisa memiliki wanita yang iya idam-idamkan selama ini.
''Kau sudah siap sayang''?.
''Yah''.
''Ok".kau jangan terkajut nanti''.
''Kenapa''?.tanya Anin dengan dahi yang mengernyit binggung
Mendengar pertanyaan suaminya membuat kepala Anin outo menoleh sebawah.
''Hah''.terkejut sudah pasti".pasalnya senjata yang awalnya sudah membuatnya ngeri kini semakin membuatnya takut.
''Kau jangan takut rilex''?.pinta Rey sambil menahan tawanya melihat wajah bodoh seorang Anin.
''What''. kau memintaku rilex''?.
Rey tak menjawab doi tetap melanjutkan aksinya meskipun dengan sedikit paksaan karna Anin selalu mengelak karna takut.
''Uuhh''.Rey''.
''Apa kah sakit''?.
''Sedikit perih''.
''Itu hanya akan sebentar''.jawab Rey dan mulai bermain-main dibawah sana.
Membuat rasa perih yang awalnya Anin rasakan kini berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara.
Jika sekarang didalam kamar hotel sedang terjadi pergulatan panas dan diliputi kebahagiaan dan kepuasan.namun tidak ditempat ini, sedari tadi Fero sudah bertanya dimana keberadaan sang Papa dan juga Mamanya.sudah segala akal bulus dan kebohongan dikeluarkan oleh kedua kakak adik beserta istri mereka, namun tetap juga Fero merengek.
__ADS_1
Wajar saja jika bocah sepuluh tahun itu berharap bisa satu atap dengan Mama dan Papanya malam ini dan seterusnya,karna sudah sangat lama iya mengiginkan itu semua.mengiginkan keluarga utuh dan yang paling utama iya berharap tidak dibuly dan dikucilkan lagi.
''Paman ayo kita jemput Papa sama Mama''.lagi dan lagi Edi dan Aldo mengusap wajahnya lelah.pasalnya sudah sedari tadi doi berkilah dan memberikan alasan yang menurut keduanya masuk akal.namun sepertinya Fero tidak putus asa doi tetap saja pada tujuan utamanya.yaitu meminta Mama dan Papanya pulang.
''Di bantu aku''.pinta Aldo berharap saudaranya itu bisa membantu dirinya.
''Fer''.
''Ya sudah kalau paman tidak mau''. biar Fero pergi sendiri saja''.belum sempat Edi menyelesaikan ucapannya Fero sudah nyeletuk duluan.
Membuat semua yang ada disana outo mengaga dan spontan berdiri kerna Fero sudah melangkah duluan.
''Stop Fero biar Paman antar''.entahlah". terpaksa sudah pasti.mereka tidak akan membiarkan Fero pergi sendirian.mengingat ini sudah pukul sepuluh malam akan sangat berbahaya jika Fero pergi seorang diri.
''Sayang Mas pergi sebentar''.ucap Edi pada istrinya yang selalu setia mendampingi dirinya sejak tadi begitu juga dengan istri Aldo.
Sebenarnya bukan untuk mendampingi suami mereka, tapi lebih tepatnya untuk menghindari mertua mereka .menurut keduanya mertunya itu sangat menakutkan jika sudah marah.
''Tapi Mas''?..
''Sebentar saja''.Ok''?.
''Iya''.akhirnya mobil Anin yang mereka jadikan kendaraan untuk pergi menuju hotel yang mereka yakini Anin dan Rey menginap disana kini meleset pergi.
🌹🌹🌹🌹
''Ketok Al''.pinta Edi pada sang Kakak setelah ketiganya sampai didepan kamar hotel.setelah beberapa saat berkendara.
''Papa...Mama''.belum sempat keduanya bersuara Fero yang sudah bersuara duluan membuat kedua manusia yang masih bergulat didalam sana saling tatap.
''Rey itu Fero Rey''.ucap Anin sambil menahan dada bidang suaminya yang kini sudah dibasahi oleh keringat.
''Biarkan saja tanggung sayang''.jawab Rey sambil tetap bermain-main dibawah sana dengan gerakan yang lebih cepat.
"Mama".. Papa".lagi-lagi terdengar jeritan melengking Fero dari luar kamar.namun sama sekali tidak Rey indahkan doi tetap memacu tubuhnya hingga iya benar-benar mencapai pelepasan dan ambruk disamping Anin dengan nafas yang memburu.
"Mama".Papa".kali ini bukan hanya panggilan saja melainkan disertai dengan gedoran yang bertubi-tubi Fero berikan.
"Mau kemana sayang"?.
🌹🌹🌹🌹
Wah kasian Rey 🤣🤣🤣
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Makasih.
__ADS_1
Tbc.