
''Pyar''.
Suara pecahan kaca membuat Andri yang sedari tadi duduk diruang tamu sambil menonton Tv, dengan cepat berlari menuju kamar dimana Fero dan juga Edo mabuk.
''Setan kalaian berdua''.umpat Andri yang kesal dengan Fero dan juga Edo.capek-capek dirinya berlari dari ruang tengah menuju kamar ternyata Fero dan Edo mesih tidur. sementara suara pecahan kaca berasal dari botol Vodka yang terlepas dari tangan Fero.
Membuat botol itu akhirnya pecah tak berbentuk.
''Seeet sakit''.desis Fero saat jemari tengahnya ditusuk Andri dengan pecahan kaca yang berserakan.
''Mampus''?.gumam Andri kesal karna sahabatnya itu sangat menyusahkan dan sudah membuatnya terkejut.hingga dirinya berlari puntang panting dari liar kekamar.rumah Rey yang besar membuat nafas pemuda itu ngos-ngosan.
''Sakit setan''.gumam Fero dengan mata yang masih tertutup rapat.
Andri yang memang sudah lelah menunggu keduanya bangun langsung berlari menuju belakang.
''Bang''?.
''Iya ada apa''?
''Ada jeruk tidak''?.laki-laki yang ada didelannya menatap Andri heran dengan kening yang bertaut.
''Untuk apa''?.
''Ada deh bang,buruan''.
''Itu disana ada pohon sangkis''.
''Sangkis-sangkislah, yang penting asem''.gumam laki-laki somplak itu sambil melangkah menuju pohon sangkis.
Andri memilih buah sangkis yang masih muda,agar airnya masih asem.
''Makasih Bang''?.
''Iya sama-sama''.
Setelah mendapatkan jeruk Andri melangkah kedapur dan memotong-motong jeruk, kemudian kembali melangkah menuju kamar Fero.
Buah jeruk yang sudah iya potong langsung diarahkan pada bibir Fero yang mangap.
''Eeemm''.laki-laki itu berguman dengan mulut komat-kamit,saat air jeruk masuk kedalam kerongkongan Fero.
Andri yang kini melihat Fero langsung tertawa terpingkal-pingkal,sambil menyalakan kamera smartphone ditangannya.
''Mereka tidur apa mati''?.gumam Andri lagi, karna baik Fero maupun Edo sama sekali tidak bangun-bangun. meskipun sudah iya kerjai habis-habisan.
Kebali laki-laki itu meraih jeruk yang sudah iya potong.
''Seeet''.Fero langsung berdesis saat merasakan perih yang teramat dijari telunjuknya.
''Woy setan, anjir lho''?.laki-laki itu langsung mengumpat dan spontan bangun dari tidur panjnagnya.
''Apa yang lho lakuin bangsat''.kesal Fero sambil menuding wajah Andri yang kini malah terkikik geli.
''Rasain lho,lho tau kagak''?
lho itu udah tidur dari semalam. dan lho tau''?. sekarang sudah pukul berapa''?.Dua belas siang dengar dua belas siang''.lho itu tidur apa mati''?.
''What''?.mata Fero langsung melotot kemudian berlari mendekati nakas dan melihat semartphone miliknya yang terletak disana.
__ADS_1
Mata laki-laki itu langsung membulat saat melihat banyaknya pangilan tak terjawab dari sang Mama.
''What''?.what''?.what kepala lu''.kesal Andri sambil mengerutu dan mengikuti gerakan tubuh Fero.
''Kau tidur bagaikan bangkai,sekarang kau membuat drama seolah-olah kau yang terluka''?.mati saja Kau''.geram Andri sambil menyitak kepala Fero.
''Sontoloyo,sakit setan,lho mau cari mati''?.kesal Fero dan berlari mengejar Andri.
Namun karna kepalanya masih sedikit pusing hingga membuat laki-laki itu tersungkur kelantai.
Hingga membuat Edo yang masih tidur dengan lelap,langsung terjingkrang bangun.
''Aduh Mama''.
''Ha..ha..ha''.Andri yang mendengarkan rintihan Fero langsung tertawa lepas.
Sementara Edo yang baru bagun terlihat linglung,sambil mengusap matanya.
''Dret..dret..dret''.
Suara smartphone yang berdering membuat pertikaian dan kericuhan yang terjadi meredam.
Fero dengan kaki terpincang-pincang melangkah mendekati nakas dan meraih semartphone miliknya yang terletak diatas nakas.
''Mama''. gumam laki-laki itu lirih.
''Bagai mana ini''?.gue bisa habis diomelin Mama kalau tau gue semalam mabuk''.lagi-lagi laki-laki itu berguman pelan.namum masih bisa didengar Edo mau pun Andri.
Edo dan Andri saling lirik kemudian kembali mentertawakan penderitaan Fero.
''Sial kalian semua,diam coba aja kalau brani bersuara''.
''Dengar tidak''?.kesal Fero karna sekarang dirinya ingin mengangkat telfon dari sang Mama.
''Ck''.diam''.Fero berbicara sambil berdecak kesal.
''Iya bawel banget sih lu kayak emak-emak''.gerutu Edo kesal.
📲''Assalamualaikum Ma ada apa''?.
📱****".
📲''Fero dirumah Papa yang lama ma''.
📱"*****".lagi-lagi terdengar suara omelam yang membahana,sehingga Fero menjauhkan smartphone miliknya dari kupingnya yang tiba-tiba berdenging.
📲''Iya Ma, Fero pulang sekarang''.jawab laki-laki itu lesu.
Sementara Andri dan Edo sedari tadi mengikuti gerakan, bahkan apa yang Fero katakan dengan suara pelan sambil terus cekikikan.
''Plak''.
''Plak''.
''Mati kalian''??.
Fero yang kesal langsung menerjang tubuh Edo dan Andri.namun sialnya kedua laki-laki itu dengan sigap berkelit dan lari entah kemana''?.
''Sial''.umpat laki-laki itu kesal.
__ADS_1
Ingin sekali dirinya menghajar kedua sahabat somplaknya itu, namun saat mengingat jika sang Mama memintanya segera pulang dengan terpaksa Fero melangkah pulang.
Mobil yang laki-laki itu kendarai meleset membelah jalanan kota jakarta yang padat.karna kebetulan sekarang waktunya makan siang.
Sepanjang perjalanan Fero terus berpikir kenapa Mamanya meminta dirinya pulang secepat mungkin.
Apa Mamanya sakit''?.atau Papa''?.entahlah.
Karna Fikirannya yang kalut hingga Fero lupa dirinya sama sekali belum mandi dan berganti pakaian.
Saat sampai diteras rumah, terlihat laki-laki itu sedikit gusar sepertinya Fero baru menyadari jika dirinya belum mandi dan''?.
''Mati Gue''.gumamnya dan ingin berbalik.
''Fero''?.
''Sial''.umpat Fero kesal karna pada saat dirinya ingin pergi, justru Mamanya sudah melangkah mendekati dirinya.
''Eh''.iya Ma ada apa''?.tanya laki-laki itu dengan tatapan canggung.
''Mau kemana lagi kamu Fer''?.
''Anu Ma''?.
''Anu apa''?.
''Anu itu''.
''Katakan Fero kenapa Ana,Anu''?.apa kau tadi malam meniduri anak gadis orang''?.
''What''?. no Mama''.wajah laki-laki itu makin terlihat gusar.
''Katakan ada apa''?.Anin kini sudah mulai berdiri tepat didepan Fero.
Bahkan kini hidung wanita itu kekbang kempis seperti mengendus sesuatu.
Membuat Fero yang sudah ketakutan semakin ketakutan.
''Bau apa ini Fero''?.apa kau minum''?.Anin menatap putra bungsunya itu tajam.
''Ngak Ma''.
''Sini kamu''.kaos yang iya kenakan dengan cepat ditarik Anin membuat laki-laki itu mau tak mau kembali mendekat.
''Plak''.
''Sakit Ma''.
''Biarkan''. kenapa kau minum''?.sudah Mama katakan, jangan pernah minum minuman haram itu Fero, kenapa kau tak dengar''?.apa kau tuli''?.sentak Anin yang terus memukul-mukul punggung tegap putranya dengan kesal.
''Ma jangan Ma sakit Ma''.pinta laki-laki tampan itu sambil meringis.
Andai Aulia sedang tidak dalam masalah, sudah bisa dipastikan wanita itu akan mentertawakan Fero,namun sayang Aulia yang kini berdiri dipingir balkon kamar hanya mampu melihat semunya dari kejauhan.
''Selamat tinggal kota jakarta''?.
🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.