
''Apa kau igin jalan deganku''?..
''Kemana''.tanya Anin sambil menatap wajah tampan Al.
''Ayo ikut nanti kamu juga tau''.berbicara sambil menarik tagan Anin menuju motornya.
''Motor gue gimana''?Anin bertanya sambil menatap motornya yang terparkir indah diatas jembatan.
''Nanti akan ada yang menjemputnya''.
''Pakai helem mu''.berbicara sambil meyerahkan satu buah helem untuk wanita cantik yang berdiri disampingnya.
''Hem baiklah gue ikuti lho malam ini''.berbicara sambil menaiki motor gede milik laki-laki tampan yang menatapnya degan lembut.
''Peluk''lirih Al sambil menarik tagan Anin agar memeluk tubuhnya Anin hanya menurut saja, sungguh tubuh kokoh laki-laki ini sagat membuatnya nyaman.
''Menjerit lah jika itu bisa membuat hati lho lebih tenang''.
''Hem''.tanya Anin binggung.
''Lepaskan semua yang ada didalam dada lho agar lho merasa lebih tenang gue gak mau lagi lho menagisi yang gak penting''.
''Menjeritlah dan lepaskan semua beben lo''.sambungnya lagi sambil tetap menatap lurus kedepan jalanan yang sudah sagat sepi megigat sekarang sudah hampir pukul sebelas malam.
''Haaaaa....Brian bajigan..Brian sampah...gue...benci lho''.
''Andai gue bisa gue pegen menghajar lho biar sampai mampus...''.
''Brian gue sumpahin lho diselingkuhin wanita simpanan lho,bahkan gue sumpahin lho jadi laki-laki pemuas nafsu tante-tante girang biar tau rasa lho sampah otak lho otak sampah''.rutuknya berapi-api membuat Al terseyum mendegar emosi Anin yang menggebu-gebu.
''Ha...ha...seketika tawa jahat keduanya keluar Anin meyendar-kan dagunya dibahu Al dan mencium aroma wangi tubuh laki-laki itu membuat hatinya nyaman dan tenag.Anin tidak tau saja kalau laki-laki itu sekarang sedang On.dan berusaha untuk menahan nafsunya agar tidak kebeblasan.
''Kita mau kemana lagi''.tanya Al saat mereka sudah meleset jauh dari tempat pertama mereka bertemu.
''Pulang''.
''Pulang''?
''Yakin''?...sambung Al lagi.
''Hem''.lirih Anin sambil memeluk punggang Al lebih erat dan meyanderkan kepalanya dipunggung kokoh peria muda itu.
"Pinjam punggung lho bentar ya"?lirihnya degan suara pelan karna motor yang dikendarai Al sudah melaju degan pelan.
__ADS_1
"Hem".jawab Al singkat sambil megelus tagan Anin lembut.
"Dri lho tidur"?..tanya Al saat merasakan pelukan Anin melemah.
''Dri lho tidur''?..lagi-lagi Al mencoba mngoyangkan tagan Anin yang memeluknya, tapi pelukan Anin sudah tidak sekuat tadi pelukan itu kian melemah.
Degan cepat Al menghentikan laju motornya.
"Oh...astaga lho benaran tidur dasar kebo".gerutunya sambil memapah tubuh Anin yang sudah terlelap.
''Gue harus bawa nie cewek kemana''?..lirihnya sambil meraih gawainya degan satu tagan dan tagan yang satunya memeluk tubuh Anin yang masih tertidur diatas motor.
Al memutar tubuhnya hinga tubuh keduanya jadi berhadapan.
''Tolong jemput gue dijalan Z''.
''Cepat gue tunggu 15 menit''.
Diseberang sana Elo yang sedang tertidur pulas harus terbagun saat mendegar telfon dari sang bos.
Elo Aliardo laki-laki keturunan prancis yang megikuti Al untuk menjalankan bisnis nya diJakarta.Elo Aliardo tinggi 180 kulit putih, mata sipit,laki-laki yang mempunyai sifat kejam. Elo tidak akan memeafkan kesalahan sekecil apapun jika itu meyangkut sang Bos.
Degan cepat iya bergegas bagun dan meyambar kunci mobil sport miliknya, kemudian berjalan keluar menuju bagasi mobil.
''Dimana dia'?..lirihnya pelan sambil melihat-lihat sisi-sisi jalanan yang sepi.
''Astaga apa yang dia lakukan disana''matanya melotot karna melihat sang Bos sedang memeluk seorang wanita diatas motor.
''Kenapa lama sekali''?gerutunya kesal saat melihat mobil milik Elo mendekatinya.
''Maaf Bos''.hanya itu kata yang terucap saat melihat sang bos merangkul seorang wanita yang sagat menarik menurut Elo.
Pantas saja Sang Bos sampai rela duduk degan terpaku menahan kebas demi wanita yang menurutnya disukai sang Bos.karna tak penah sekali pun iya melihat Bosnya itu bisa sedekat ini degan seorang wanita.
''Bantu gue''.
''Bukan bantu gankat dia bangsat lu''.serkasnya saat melihat Elo igin meyentuh tunuh Anin.
"Maaf Bos"?..
''Pegang nie motor gue mau turun''.sambungnya lagi yang diangguki Elo sambil terseyum geli.tak pernah sekali pun iya melihat sang bos seposesif ini degan seorang wanita .
''Fik wanita ini adalah wanita spesial dihati sang Bos.
__ADS_1
''Bawa saja motor gue keapartemen lu besok gue jemput,trus minta anak buah lo jemput motor ninja yang ada diatas jembatan dijalan X''.setelah megatakan itu Al masuk kedalam mobil mendudukkan Anin dikursi samping kemudi,kemudian Al memutari mobil dan duduk dibelakang kemudi degan kepala Anin iya letakkan diatas pahanya,megelus kepala itu sejenak kemudian terseyum saat menetap wajah polos Anin.
''Baik Bos".sambil membentukkan jarinya seperti huruf O.
Al mulai menjalankan motornya degan perlahan,tagan satunya megusap kepala Anin degan lembut satu tagannya lagi iya gunakan untuk memegang kemudi.senyum tak pernah lepas dari wajah tampannya,entah kenapa saat ini hatinya benar-benar bahagia.
Sesampainya diapertemen Al langsung megangkat tubuh Anin ala Bridal style.
Sesampainya dikamar iya langsung membaringkan tubuh Anin diatas ranjang king size miliknya dan menatap wajah itu lekat.
"Cup".satu kecupan iya hadiakan tepat dibibir **** Anin.kemudian iya terseyum dan megelangkan kepalanya lalu perlahan melangkah kekamar mandi.
"Gue gila".lirihnya sambil mengguyur tubuhnya degan Shower.sejenak iya memejamkan matanya untuk menetralkan gejolak nafsu didada.sungguh sagat sulit untuk megontrol nafsunya bagi laki-laki seperti Al.
"Oh..astaga gue bisa gila".lagi-lagi kata itu yang dia ucapkan.
Lelah berdiri dibawah Shower akhirnya iya mengakhiri mandi dan meraih handuk yang tergantung didalam kamar mandi kemudian melilitnya dipinggang.
Perlahan iya kembali melangkah masuk kedalam kamar saat melihat Anin tidur degan telentang degan paha yang terbuka lebar lagi-lagi Al megusap wajahnya kasar.
"Oh..god...cobaan apa lagi ini"?...lirihnya sambil menarik selimut dan menutupi tubuh Anin.tapi lagi-lagi wanita itu membuang selimutnya,sepertinya Anin tipe wanita yang tidak suka tidur jika menggunakan selimut.
"Oh..astaga Dri kalau begini terus,lho bisa habis malam ini sama gue".lagi dan lagi iya megusap wajahnya kasar iya menatap inti tubuhnya degan sedih,hampir satu jam iya meniduri senjatanya itu kini hanya butuh waktu tidak sampai lima menit doi kembali On.
"Kau membuat ku gila".
"Kemudian meraih gawainya dan lagi-lagi doi menggangu tidur sang asisten.
"Tolong urus surat perceraian untuk wanita yang tadi bersama gue besok semua berkas akan gue serahkan sama lu".tampa persetujuan Anin Al melakukan itu semua,itu semua karna doi tak igin kehilagan kesempatan.perlahan iya melangkahkan kakinya mendekati tepat tidur,sekilas megecup kening Anin dan kemudian menarik wanita itu kedalam dekapannya.
Anin wanita Itu langsung meringkuk masuk kedalam dada bidang yang sagat nyaman baginya.Anin meletakkan wajahnya tepat didada bidang milik Al.tagan satunya melingkar tepat dipinggang laki-laki itu.
Al menatap wajah Anin lekat sagat dekat hinga deru nafas Anin bisa iya rasakan.bulu mata yang lentik dagu yang berbelah,hidung mancung,alis mata yang tebal dan rambut panjang yang sagat tebal dan wangi.
Al mebenamkan wajahnya diatas kepala Anin mengirup wangi rambut wanita itu hingga iya terlelap.
🌹🌹🌹🌹🌹
Wah...babang Al gerak cepat takut ditikung dari belakang nie ye"?..
Minta hadiah donk like vote and komen.
Makasih
__ADS_1
Bay...bay😍😍😍
TBC.