Aku Selingkuh Karna Suamiku

Aku Selingkuh Karna Suamiku
par31


__ADS_3

"Lepasin gue".Anin terus saja memberontak saat Levi menariknya memasuki mobil.


"Kamu ini brisik sekali,saya hanya ingin mengantarkan mu pulang. apa kau ingin pulang degan jalan Kaki"?.


Anin menoleh kemudian kembali bersuara.


"Pilis mana motor Gue".


"Dibengkel,nanti saya akan meminta anak buah saya untuk mengantarkannya kealamat rumah kamu".


"Benaran ya"?.


"Iya".


"Lalu bayarannya gimana"?.. gue engak punya uang"lirihnya menunduk.


"kamu tenang saja".


"Lain kali gue akan bayar,tapi setelah gue dapat kerjaan".


"Kamu mau kerja apa"?..memangnya suami kamu engak kerja"?.


"Gue ngak punya suami. gue baru aja resmi bercerai dari suami gue".


"Oh"...Levi langsung mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Lalu anak siapa yang ada didalam rahimmu"?.tanya Levi sambil tetap menyetir mobilnya.


"Kepo".serkas Anin kemudian menatap keluar jendela mobil.


*****


"Makasih".ucap Anin setelah mobil yang mereka kendarai sampai didepan rumah sederhana miliknya.


"Hp kamu".Levi langsung menyodorkan gawai miliknya.


Oh..ya ampun iya sampai melupakan benda penting miliknya itu.


"Makasih".


"Hem".hanya itu jawaban Levi.kemudian kembali menjalankan mobil sport miliknya menuju kediamannya.


"Mama".Ken dan Aulia langsung berlari menghampiri sang Mama. saat wanita itu memasuki rumah Ayahnya.


"Anin ikut Ayah sebentar".kori langsung mengajak putrinya untuk berbicara empat mata dengannya.


Mambuat Anin yang ada didepannya outo takut dan wajahnya sudah mulai pucat.


Iya benar-benar takut jika sang Ayah sudah mengetahui tentang kehamilannya.jika sampai laki-laki paruh baya itu tau sudah bisa dipastikan iya akan dihajar Ayahnya habis-habisan.


"Mbak tolong jaga anak-anak ya"?..


"Baik Buk".


Setelah mengatakan itu semua Anin langsung menyusul Ayahnya yang sudah terlebih dahulu menuju ruang tamu.


"Duduk".


Anin langsung duduk tampa bantahan.

__ADS_1


"Siapa Ayah dari anak yang kamu kandung"?.


"Glek".


Anin langsung menelan ludahnya dengan susah payah. saat mendengar sesuatu yang paling iya takutkan kini iya dengarkan.


"Maaamksuud Ayah"?.lirihnya tergagap.


"Ayah bertanya pada mu Anin. bayi siapa yang kamu kandung"?..


Anin langsung bergetar saat melihat kemarahan diwajah Sang Ayah. karna belum pernah iya mendengar Ayahnya membentak dirinya seperti ini.


"Anin ngak gerti maksud Ayah".


"Plak..plak"..


Tamparan dipipi kiri dan kanannya langsung iya dapatkan membuat pipi wanita itu langsung memerah.


"Apa ini"?..kori langsung menyodorkan satu lembar kertas diwajah Anin.membuat wanita itu menerimanya dengan tagan bergetar.


"Maaf kan Anin Ayah".lirihnya penuh penyesalan dan menunduk.


"Pergilah dari sini.jagan pernah lagi kembali kesini.dan jagan pernah membawa kedua cucuku untuk ikut bersama mu".Kori berbicara dengan wajah dingin.


"Tapi Ayah Anin ngak bisa jauh dari Anin Anin Ayah.Anin mohon Ayah".Anin.langsung bersujut dikaki Ayahnya sambil menangis tersedu-sedu.


"Ayah tak ingin Ken dan Aulia tau jika mereka memiliki seorang ibu wanita hina sepertimu,bahkan Ayah sudah tidak mengiginkan anak seperti mu lagi Anin".


"Pergilah,Sebelum masyarakat kampung yang menyeret dan mengusir mu,jika sampai itu terjadi, maka Ayah bisa pastikan Ken dan Aulia juga akan menjadi korban atas perbuatanmu".


"Tapi Ayah Anin ngak bisa jauh dari mereka Ayah".lirihnya masih dengan memohon.


"Mereka akan dihina disetiap langkah mereka. jika masyarakat tau ibu mereka tak lebih rendah dari pada seorang pelacur".


Hati Anin langsung mncolos saat kata-kata menyakitkan itu langsung keluar dari mulut Ayahnya sendiri.


Sangat sakit.


"Tapi Ayah siapa yang akan menjaga mereka,Anin tak ingin Ayah kerepotan harus mengurus kedua Anak Anin Yah".


"Pergilah Nin. itu urusan Ayah.Ayah tak ingin lagi melihat batang hidung mu besok pagi".setelah mengatakan itu semua Kori langsung melangkah-kan kakinya meninggalkan Anin yang kini meraung menyesali semua perbuatannya.


Bahkan kini laki-laki yang katanya sangat mencintai Anin sudah hilang Bak ditelan bumi.


"Mama kenapa manangis"?..Ken dan Aulia langsung berlari mandatangi Anin.


"Apa Kakek memarahi Mama"?.


"Tidak sayang Kakek ngak marah kok sama Mama".


"Trus Mama kenapa menangis"?.Ken bocah yang sangat pintar iya tau mana yang menangis mana yang tidak.


"Sayang Mama mau minta Izin. besok rencananya Mama mau berangkat kerja bolehkan"?..


"Iya ngak apa -apa sih Ma,biasanya Mama juga kan setiap harinya kerja".


"Tapi sayang. kali ini Mama kerjanya jauh banget dan Mama akan lama pulangnya".Anin berusaha keras untuk menehan air matanya agar tidak mentes.


"Kok gitu"?.

__ADS_1


"Teyus nanti Audia nya main cama capa Ma"?.Aulia ikut nyeletuk dengan wajah sendu.


"Aulia nanti mainnya sama Abang dan Kakek sayang.Mama kerja untuk masa depan kalian berdua Nak".


"Aulia sama Ken kan anak Mama yang kuat jadi jagan cegeng kalau Mama tinggalkan".


"Ken ngak cegeng Kok Ma".


"Audia juga".


"Nah gitu dong sekarang Ken sama Aulia peluk Mama".


Anin langsung merentang kan kedua tagannya menyambut putra dan putrinya yang lengsung masuk kedalam dekapan hangatnya.tampa bisa iya tahan. air mata wanita itu langsung menetes, meskipun sudah bersusah payah iya mencoba agar tidak menangis.


Sekarang iya baru menyesali semuanya. semua kebodohan dirinya. karna telah hanyut oleh rayuan laki-laki.


Bahkan kini Ayah dari bayi yang iya kandung kini entah hilang kemana.


Al bak ditelan bumi.pergi tanpa meninggalkan kabar apa pun padanya.


"Ya sudah sekarang Ken sama Aulia main ya"?.. sama Bibik. Mama mau pulang kerumah dulu".lirihnya sambil mengusap air matanya sebelum pelukan mereka terlepas.


"Iya Mama".kedua bocah mungil itu langsung berlari manghampiri Art yang selalu menemani mereka berdua bermain.


Dihutan.


"Ini Tuan".Elo menyodorkan satu piring nasi hanya dengan telor ceplok.


Al hanya meliriknya saja tanpa mau menyentuhnya sedikit-pun.iya sudah sangat rindu dengan makanan mewah yang ada dilestoran. ditambah lagi akhir-akhir ini seleranya sangat aneh. iya bahkan menyukai makanan yang buasanya sama sekali tidak iya sukai.


Bahkan berkali-kali Elo mengumpat dan memaki dirinya karna selalu meminta anak buahnya itu untuk mencari makanan yang tidak ada dipersembunyian mereka.


"Kau makan lah".


"Plis Bos.jagan meminta makanan yang aneh-aneh lagi. saya bisa mati ditangkap polisi jika sampai ketahuan".ucapnya dengan wajah memelas


"Tidak. aku hanya ingin kau menemaniku menghubungi Anin sebentar".


"What kau gila"?..


"Pelankan suara mu. aku ini Bos mu bukan Anak buahmu".serkas Al kesal.


Sungguh rasa rindunya sudah tidak bisa iya bendung lagi. mungkin hanya sekedar mendengar suaranya saja, Al bisa lebih sedikit tenang dan rindunya bisa terobati.meskipun hanya sedikit.


Hatinya benar-benar kawatir dengan wanitanya itu.


"Maaf Bos.tapi saya mohon Bos jagan nekat kita semua bisa tertangkap jika sampai polisi bisa melacak keberadaan kita".


Al menarik nafasnya panjang.


Apa yang harus iya lakukan sekarang"?..


🌹🌹🌹🌹


Wah...kasian Babang Al.


Jagan lupa like vote hadiah and komen makasih.


Bay...bay...🥰🥰🥰😍😍

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2